putinvzrivaetdoma.org

media online informasi mengenai game online tergacor di tahun 2023

Manfaat

judi

Manfaat In-House Training Mental Health untuk Manajer HR

Di era yang serba cepat dan penuh tekanan ini, kecemasan berlebih di tempat kerja menjadi isu yang tidak bisa diabaikan. Menurut American Psychological Association, stres yang persistent, irasional, dan mengganggu fungsi sehari-hari bisa menjadi indikasi gangguan kecemasan. Kecemasan ini bisa muncul dalam berbagai bentuk, seperti kecemasan kinerja, sindrom impostor, urgensi, dan kecemasan umum, yang semuanya dapat mempengaruhi kinerja kerja.

Dalam survei nasional mengenai kecemasan di tempat kerja, situasi sulit yang sering dihadapi termasuk mengatasi masalah, menetapkan dan memenuhi tenggat waktu, menjaga hubungan pribadi, mengelola staf, berpartisipasi dalam pertemuan, dan membuat presentasi. Situasi-situasi ini dapat meningkatkan tingkat kecemasan dan mempengaruhi kinerja kerja.

Kecemasan dapat menyebabkan kesulitan dalam fokus, mengatur waktu, dan memenuhi tenggat waktu. Selain itu, kecemasan juga dapat membuat seseorang kesulitan meminta bantuan atau dukungan di tempat kerja. Perubahan mendadak dalam kinerja atau partisipasi karyawan bisa menjadi indikator adanya kecemasan yang mendasarinya.

Untuk mengelola kecemasan yang berhubungan dengan pekerjaan, beberapa strategi yang bisa dipertimbangkan antara lain mendidik diri sendiri tentang kondisi yang dihadapi, praktik manajemen waktu, berkomunikasi tentang kekhawatiran beban kerja kepada atasan, dan tetap terorganisir. Penting juga untuk mengakui dampak kecemasan terhadap kinerja kerja dan mengambil langkah-langkah untuk mengatasinya, karena kecemasan yang tidak diobati dapat merusak kinerja kerja.

Memahami dan mengatasi kecemasan berlebih dalam konteks kerja sangat penting untuk menjaga kesejahteraan dan kepuasan kerja. Penting bagi individu untuk mempertimbangkan mencari dukungan dari rekan kerja yang dipercaya, mendidik diri sendiri tentang kondisi mereka, dan berkomunikasi dengan majikan jika perlu.

Identifikasi Penyebab Kecemasan terhadap Tugas

Kecemasan terhadap tugas merupakan masalah yang sering dihadapi di tempat kerja. Penyebabnya bervariasi, mulai dari rendahnya rasa percaya diri, ketakutan akan kegagalan, kondisi kesehatan mental, hingga sifat pekerjaan atau lingkungan kerja itu sendiri.

  1. Rendahnya Rasa Percaya Diri dan Ketakutan Akan Kegagalan

Kecemasan dalam menyelesaikan tugas sering kali berasal dari rendahnya rasa percaya diri dan ketakutan akan kegagalan. Kondisi ini dapat mengganggu kemampuan seseorang dalam menyelesaikan tugas-tugasnya.

  1. Kondisi Kesehatan Mental

Kondisi kesehatan mental seperti gangguan kecemasan juga dapat menjadi penyebab kecemasan terhadap tugas. Gangguan ini dapat mempengaruhi cara seseorang menghadapi tugas-tugasnya, terutama yang berskala besar atau kompleks.

  1. Faktor Lingkungan Kerja

Faktor lain yang memicu kecemasan di tempat kerja termasuk kecemasan kinerja, sindrom impostor, urgensi, dan kecemasan umum. Lingkungan kerja yang menuntut atau memiliki ekspektasi tinggi dapat meningkatkan tekanan pada karyawan.

  1. Tugas Besar dan Menakutkan

Tugas-tugas besar sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi orang dengan kecemasan. Banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan dapat terasa menakutkan, dan mereka mungkin kesulitan menemukan titik mulai yang tepat.

  1. Mengatasi Kecemasan dalam Situasi Kerja

Dalam survei nasional tentang kecemasan di tempat kerja, situasi yang sering dianggap sulit oleh orang dengan gangguan kecemasan termasuk mengatasi masalah, menetapkan dan memenuhi tenggat waktu, menjaga hubungan pribadi, mengelola staf, berpartisipasi dalam pertemuan, dan membuat presentasi.

  1. Langkah-Langkah Mengelola Kecemasan

Mengenali sumber kecemasan terhadap tugas sangat penting untuk mengelolanya dengan efektif. Beberapa strategi yang dapat membantu termasuk memecah tugas menjadi bagian yang lebih kecil, membuat jadwal, dan mencari dukungan dari rekan kerja yang dipercaya. Penting juga untuk mendidik diri sendiri tentang gejala gangguan kecemasan dan praktik manajemen waktu untuk menangani tugas dengan efektif.

Mengenali dampak kecemasan terhadap kinerja kerja dan berkomunikasi tentang kekhawatiran beban kerja kepada atasan adalah langkah penting dalam mengatasi kecemasan terhadap tugas.

Strategi Mengelola Kecemasan dalam Menyelesaikan Tugas

Mengelola kecemasan dalam menyelesaikan tugas memerlukan strategi yang efektif. Berikut adalah beberapa pendekatan yang dapat membantu:

1. Mengidentifikasi Sumber Kecemasan

Memahami penyebab utama kecemasan Anda dapat membantu menemukan cara mengelolanya dengan lebih efektif. Sumber kecemasan yang umum termasuk rendahnya rasa percaya diri, ketakutan akan kegagalan, kurangnya dukungan, atau kondisi kesehatan mental.

2. Memecah Tugas Menjadi Bagian yang Lebih Kecil

Membagi tugas besar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan mudah dikelola dapat membuatnya terasa kurang menakutkan dan lebih dapat dicapai, sehingga mengurangi kecemasan.

3. Menjadwalkan Tugas

Menetapkan tanggal penyelesaian untuk tugas-tugas membantu memastikan penyelesaiannya tepat waktu, yang pada gilirannya mengurangi kecemasan. Strategi manajemen waktu seperti pemblokiran waktu atau theming hari dapat sangat membantu.

4. Praktik Manajemen Waktu

Mengembangkan keterampilan manajemen waktu yang efektif dapat membantu mengurangi perasaan kewalahan dan kecemasan. Belajar memprioritaskan tugas dan mengalokasikan waktu untuk setiap langkah tugas adalah kunci.

5. Mencari Dukungan

Jangan ragu untuk mencari bantuan dan nasihat dari rekan kerja atau teman yang dipercaya. Dukungan mereka dapat memberikan rasa tenang dan membantu Anda mengatasi kecemasan.

6. Teknik Relaksasi

Melibatkan diri dalam aktivitas relaksasi seperti pernapasan dalam, meditasi, atau relaksasi otot progresif dapat membantu mengelola kecemasan.

7. Mengakui Kecemasan

Mengakui bahwa kecemasan adalah emosi yang umum dan banyak orang mengalaminya. Menerima kecemasan Anda dapat membantu mengelolanya dengan lebih baik dan melanjutkan penyelesaian tugas.

8. Mencari Bantuan Profesional

Jika Anda masih kesulitan mengelola kecemasan dalam menyelesaikan tugas, pertimbangkan untuk terhubung dengan profesional kesehatan mental untuk mendapatkan bimbingan dan dukungan.

Langkah dalam Mengatasi Kecemasan Tugas

Mengatasi kecemasan tugas memerlukan langkah-langkah strategis dan terfokus. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil:

1. Mengidentifikasi Sumber Kecemasan

Memahami penyebab utama kecemasan sangat penting. Ini bisa termasuk rendahnya rasa percaya diri, ketakutan akan kegagalan, kurangnya dukungan, atau kondisi kesehatan mental.

2. Memecah Tugas Menjadi Bagian yang Lebih Kecil

Membagi tugas menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan mudah dikelola dapat membuatnya terasa kurang menakutkan dan mengurangi kecemasan.

3. Menjadwalkan Tugas

Menetapkan tanggal penyelesaian untuk tugas dapat membantu mengurangi kecemasan. Strategi manajemen waktu seperti pemblokiran waktu atau theming hari dapat sangat membantu.

4. Mencari Dukungan

Mencari bantuan dan nasihat dari rekan kerja atau teman yang dipercaya dapat memberikan rasa tenang dan membantu mengatasi kecemasan.

5. Praktik Teknik Relaksasi

Melibatkan diri dalam aktivitas relaksasi seperti pernapasan dalam, meditasi, atau relaksasi otot progresif dapat membantu mengelola kecemasan.

6. Mengakui Kecemasan

Mengakui bahwa kecemasan adalah emosi yang umum dan menerimanya dapat membantu individu mengelolanya dengan lebih baik dan melanjutkan penyelesaian tugas.

7. Mencari Bantuan Profesional

Jika Anda kesulitan mengelola kecemasan dalam menyelesaikan tugas, pertimbangkan untuk terhubung dengan profesional kesehatan mental untuk mendapatkan bimbingan dan dukungan.

Dengan menerapkan langkah-langkah ini, individu dapat mengelola dan mengatasi kecemasan tugas dengan efektif, yang pada gilirannya akan meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka.

Kesimpulan

Dalam mengatasi kecemasan tugas, kita telah mempelajari berbagai strategi mulai dari mengidentifikasi sumber kecemasan, memecah tugas, hingga mencari dukungan. Langkah-langkah ini membantu kita dalam mengelola kecemasan yang mungkin timbul dalam konteks kerja.

Setelah memahami berbagai strategi, penting untuk mengintegrasikan pembelajaran ini ke dalam kehidupan sehari-hari. Ini berarti menerapkan teknik-teknik yang telah dibahas dalam situasi nyata dan mengamati perubahan yang terjadi.

Selain strategi yang telah dibahas, penting juga untuk memahami diri sendiri secara lebih mendalam. In-House Training Mental Health dapat menjadi alat yang berharga dalam proses ini. Melalui assessment, Anda dapat memahami lebih lanjut tentang kecenderungan pribadi, kekuatan, dan area yang memerlukan pengembangan lebih lanjut.

Untuk membantu perusahaan dalam perjalanan ini, Life Skills mengundang Anda untuk mengikuti  In-House Training Mental Health. Anda akan menemukan berbagai alat dan sumber daya yang dirancang untuk membantu Anda dalam mengenali dan mengelola kecemasan, serta meningkatkan kinerja kerja Anda.

Program In-House Training Mental Health dari Life Skills Indonesia mencakup berbagai topik penting, termasuk:

1. Pemahaman Mendalam tentang Kecemasan dan Resiliensi: Peserta akan mempelajari cara mengenali tanda-tanda kecemasan dan membangun resiliensi di tempat kerja.

2. Strategi Proaktif untuk HR: Pelatihan ini akan membekali HR dengan strategi dan alat untuk mendukung karyawan yang mengalami kecemasan, serta cara membangun lingkungan kerja yang mendukung.

3. Pengembangan Keterampilan Komunikasi dan Pendukung: Peserta akan belajar cara berkomunikasi secara efektif dengan karyawan yang mengalami kecemasan dan menyediakan dukungan yang mereka butuhkan.

4. Penerapan Praktis: Program ini tidak hanya teoritis, tetapi juga memberikan kesempatan untuk menerapkan apa yang dipelajari dalam situasi nyata.

Mengapa Harus Mendaftar?

– Peningkatan Kesejahteraan Karyawan: Dengan pelatihan ini, HR dan manajer akan lebih siap untuk mendukung kesehatan mental karyawan, yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas keseluruhan di tempat kerja.

– Pengurangan Stigma: Pelatihan ini membantu mengurangi stigma seputar masalah kesehatan mental di tempat kerja, menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan mendukung.

– Investasi Jangka Panjang: Keterampilan yang diperoleh dari pelatihan ini merupakan investasi jangka panjang untuk organisasi, membantu membangun fondasi yang kuat untuk kesehatan mental karyawan.

Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, kunjungi satu.bio/daftariht-igls. Jangan lewatkan kesempatan ini untuk membuat perubahan positif di tempat kerja Anda dan mendukung kesejahteraan mental karyawan.

Life Skills mengajak Anda untuk mengambil langkah berikutnya dalam perjalanan pengembangan diri Anda. Jadikan ini sebagai langkah untuk tidak hanya mengelola kecemasan tetapi juga untuk berkembang dalam karier dan kehidupan pribadi Anda.

Dengan menggabungkan strategi yang telah kita bahas dan alat-alat yang disediakan oleh  In-House Training Mental Health, Anda akan berada pada posisi yang lebih baik untuk mengatasi kecemasan tugas dan mencapai potensi penuh Anda.

Referensi

Supardi, Jumawan, & Sugeng Suroso. (2023). Analysis Assessment, Psychotest, and Leadership Development for Organization Sustainability in The University. International Journal of Applied Management, 2(2), 426-437.

Society for Human Resource Management. (n.d.). Developing and Sustaining High-Performance Work Teams

PGGT. (2023). Unleashing the Power of Team Performance and Efficiency with PGGT.

TestGorilla. (2023). Your hiring team’s guide to pre-employment psychological testing.

viaPeople. (2021). 5 Common Reasons for Performance Issues (Plus 3 Tips to Create an Effective Performance Improvement Plan!).

FAQ

Bagaimana cara mengidentifikasi kecemasan berlebih di tempat kerja?

Apa penyebab umum kecemasan berlebih di tempat kerja?

Bagaimana cara mengatasi kecemasan berlebih saat menyelesaikan tugas?

Apa peran manajer dalam membantu karyawan mengatasi kecemasan berlebih?

Bagaimana kecemasan berlebih mempengaruhi kinerja kerja?

Apa saja teknik relaksasi yang efektif untuk mengurangi kecemasan di tempat kerja?

Kapan sebaiknya mencari bantuan profesional untuk kecemasan berlebih?

Apa manfaat melakukan  In-House Training Mental Health bagi karyawan dan manajer?

Bagaimana cara menciptakan lingkungan kerja yang mendukung karyawan dengan kecemasan?

Read More
judi

Tidur Ngga Cuma Malem Doang! (Manfaat Tidur Siang)

Ingatkah kalian dahulu, semasa kecil, orang tua kita sering meminta kita untuk tidur siang? Dahulu, saat kita kecil, mungkin kita merasa sangat jengkel dan malas ketika diharuskan tidur siang. Bagaimana tidak, sebagai seorang anak, siang hari adalah waktu saat kita menjadi sangat-sangat energetic dan bersemangat. Tentu sangat menyebalkan jika ketika sedang asik bermain bersama teman, tetapi harus dihentikan karena harus tidur.

Sekarang, saat kita sudah disibukkan dengan berbagai tanggung jawab lain saat kita beranjak menjadi dewasa, kita sadar bahwa waktu tidur siang sangatlah berharga. Rasa lelah dan penat yang dirasakan setelah menjalani berbagai kesibukan terasa pudar seketika setelah bangun dari tidur siang. Sayangnya, terkadang, kita masih merasa sulit meluangkan waktu untuk tidur siang karena merasa waktunya akan terbuang percuma.

Emangnya benar demikian?

Artikel ini akan mengupas tuntas soal pentingnya tidur siang buat kamu. Ternyata, dengan meluangkan waktu sedikit saja untuk tidur siang, produktivitasmu bisa meningkat pesat. Penasaran? Yuk, baca sampai habis!

Ada apa aja sih, tipe-tipe tidur selain tidur malam?

Sebenarnya, tidur siang sendiri memiliki beberapa jenis, lho, bergantung kepada tujuan kita melakukannya diantaranya:

1. Tidur siang terencana

Ini adalah tipe tidur yang kamu lakukan sebelum kamu benar-benar merasa mengantuk.Tipe tidur ini biasanya dilakukan ketika kamu diharuskan bangun labih cepat dibandingkan waktu tidur normal. Jika kamu diharuskan mengikuti kegiatan yang membutuhkan fokus yang tinggi, sebelumnya kamu juga bisa menghabiskan beberapa waktu untuk tidur agar dapat benar-benar berkonsentrasi mengikutinya.

2. Tidur siang darurat

Ketika kamu benar-benar merasa sangat lelah dan tidak dapat melanjutkan kegiatan yang sedang kamu lakukan, kamu direkomendasikan untuk melakukan tidur siang darurat. Hal ini penting sekali terutama untuk orang-orang yang sedang mengemudi dalam perjalanan jauh atau pekerja yang mengoperasikan mesin-mesin yang berpotensi membahayakan.

3. Tidur siang rutin

Kalau kamu punya jadwal rutin dimana kamu akan melakukan tidur siang, kamu sudah mengaplikasikan nih tidur siang rutin. Tidur siang rutin juga adalah yang biasanya kita lakukan semasa kita kecil.

Sebenarnya, apa sih pentingnya tidur siang?

Sebagai manusia, periode kehidupan kita terbagi menjadi dua: saat tidur dan saat terbangun. Kedua periode ini saling melengkapi satu sama lain, saling melengkapi dalam menyempurnakan proses-proses yang terjadi dalam tubuh kita. Oleh karena itu, tidak baik untukmu meng-anak-tirikan tidur untuk mengerjakan tugas atau aktivitas lainnya.

Lebih jauh lagi, tidur siang sendiri memberikan banyak manfaat kesehatan baik secara fisik dan psikis untuk kita. Kira-kira apa aja sih yang bisa kita dapatkan dari tidur siang?

1. Meningkatkan konsentrasi dan performa kerja

Buat kamu yang berpikir tidur siang hanyalah untuk pemalas yang tidak produktif, dugaanmu kurang tepat. The National Sleep Foundation mengutip sebuah penelitian yang dilakukan oleh NASA yang menyatakan bahwa tidur siang selama 40 menit dapat meningkatkan performa hingga 40% dan kesadaran hingga 100%. Kesadaran yang meningkat itulah yang membuat kita lebih mudah untuk berkonsentrasi. Fokus yang terjaga akan meningkatkan kinerja kita. Kesadaran dan konsentrasi juga akan menghindarkan kita dari bentuk-bentuk kecelakaan atau kesalahan dalam bekerja.

2. Membuatmu lebih rileks dan tenang

Terlalu banyak bekerja kerap kali membuatmu burn-out. Dirimu yang merasa lelah dan tertekan akan sangat sulit untuk mengerjakan sesuatu secara fokus dan teliti. Dengan menyediakan sedikit waktu untuk tidur, tubuh mendapatkan sedikit waktu untuk beristirahat. Waktu istirahat ini akan membuatmu merasa lebih rileks dan bersemangat menjalani hari.

Jika kamu sudah mulai merasa terlalu lelah dan butuh istirahat, jangan memaksakan diri untuk tetap mengerjakan hal tersebut yah. Sebaliknya, mungkin kamu dapat tidur siang selama 20 menit untuk membantumu kembali fokus dan bersemangat.

Hal penting untukmu jika ingin tidur siang

Mungkin kamu bertanya, apakah ada efek negatif yang mungkin dirasakan dari tidur siang? Jawabannya, ada. Ternyata, di balik berbagai manfaat yang diberikan dari tidur siang, ada beberapa faktor yang kamu harus perhatikan ini ketika ingin melakukannya. Hal-hal di bawah ini akan sangat mempengaruhi kualitas tidur siangmu:

1. Tidur sianglah dengan durasi 20-30 menit

Durasi tidur siang yang singkat umumnya direkomendasikan oleh para ahli untuk meningkatkan tingkat kesadaran. Mengapa sih demikian?

Rupanya, tidur siang dengan durasi yang berlebihan (>20 menit) dapat menyebabkan sleep inertia, perasaan pusing dan tidak fokus yang dirasakan akibat terbangun dalam kondisi tidur nyenyak. Keadaan ini biasanya terjadi selama beberapa menit hingga setengah jam dan mungkin akan sangat mempengaruhi orang-orang yang harus langsung bekerja ketika bangun tidur. Hal ini akan jauh lebih parah terjadi untuk orang-orang yang kurang tidur pada malam hari.

2. Pastikan lingkungan di sekitarmu membuatmu nyaman untuk tidur siang

Buat kamu yang merasa kesulitan untuk tidur di tempat lain selain tempat tidurmu sendiri, mungkin memaksakan diri untuk tidur siang di kampus atau kantor tidak akan memberikan pengaruh buatmu, justru membuatmu semakin lelah. Jika kamu tidur di tempat yang tidak nyaman, seperti di kursi atau di lantai, kamu justru akan merasakan bukan hanya rasa lelah, melainkan juga rasa pegal di sekujur tubuhmu. Jadi, pastikan untuk tidur siang di tempat yang nyaman untukmu berbaring dan temperaturnya sesuai.

Intensitas cahaya juga akan mempengaruhi kualitas tidurmu, jadi pastikan untuk berada di lokasi dengan cahaya redup. Jangan lupa juga untuk memilih tempat yang tenang dan tidak berisik agar kamu dapat tidur dengan nyaman tanpa tiba-tiba terbangun oleh suara yang keras. Nah, semisal kamu ingin mengetahui kulitas tidurmu, coba ikut Tes Kualitas Tidur ini deh.

3. Jangan tidur mendekati waktu tidur malam

Kamu harus ingat bahwa tidur siang tidak dapat menggantikan kualitas tidur malammu. Artinya, kamu harus memastikan adanya alokasi waktu yang cukup untuk tidur di malam hari. Oleh karena itu, jika kamu tertidur mendekati jadwal tidur malammu, justru kamu akan kesulitan tidur di malam hari dan malah mengganggu kualitas tidurmu.  Jika kamu sudah mengalami kesulitan tidur di malam hari, tidur siang justru akan memperparah kondisimu.

Jika kamu membutuhkan fokus dan konsentrasi di siang hari, tidur siang mungkin akan jadi strategi yang tepat. Meskipun demikian, jika kamu merasa selalu mengantuk di siang hari dan sering tertidur terus menerus, kamu dapat berkonsultasi kepada dokter untuk dapat memperbaiki waktu tidurmu. Ingat, jangan jadikan tidur siang sebagai kompensasi dari kurangnya waktu tidur malammu. Dua hal itu adalah hal yang berbeda sehingga pastikan kedua hal tersebut berkualitas sehingga dapat menunjang kita menjalani hidup sehari-hari.

Gimana nih menurutmu? Apakah tidur siang adalah kiat yang tepat? Semoga tulisan ini dapat membantumu mendapatkan banyak insight baru ya soal tidur siang. Masih galau untuk tidur siang karena takut nggak produktif? Tenang, ada banyak banget artikel Satu Persen yang membahas soal produktivitas yang bisa kamu baca di sini.

Kamu juga boleh konsultasi dengan mentor melalui layanan mentoring online Satu Persen. Mungkin kamu merasa susah tidur sehingga ngga produktif. Maka, kamu bisa berkonsultasi dengan mentor.

Semoga artikel ini membantumu menjadi lebih baik, setidaknya Satu Persen setiap harinya, menuju #HidupSeutuhnya. Ciao!

Webinar Satu Persen Manfaat Tidur Siang

Referensi:

Collins, B. (2018, August 09). Why You Should Take A Nap Every Day (And How To Get Away With It). Retrieved September 19, 2020, from https://www.forbes.com/sites/bryancollinseurope/2018/08/09/why-you-should-take-a-nap-every-day-and-how-to-get-away-with-it/

Harris, S., Psy.D. (2014, February 18). The Power of the Nap. Retrieved September 19, 2020, from https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-land-nod/201402/the-power-the-nap

National Sleep Foundation (2020, July 28). Napping Benefits & Tips. Retrieved September 19, 2020, from https://www.sleepfoundation.org/articles/napping

Read More