putinvzrivaetdoma.org

media online informasi mengenai game online tergacor di tahun 2023

Keluarga

judi

Langkah Efektif Memperbaiki Dinamika Keluarga: Dari Konflik ke Harmoni

Halo Perseners! Dalam lingkungan keluarga, hubungan antara orang tua dan anak merupakan salah satu aspek terpenting yang mempengaruhi pembentukan karakter dan kesejahteraan emosional anak. Namun, berbagai faktor dapat menyebabkan terganggunya hubungan ini, menimbulkan dampak jangka panjang yang serius baik bagi orang tua maupun anak.

Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap hubungan yang tidak sehat antara orang tua dan anak meliputi kurangnya batasan, perlindungan atau pemenuhan berlebihan, penyalahgunaan zat, ekspektasi yang tidak realistis, komunikasi yang buruk, pengasuhan toksik, dan trauma masa lalu​​​​. Ketidakseimbangan dalam hubungan ini sering kali berakar pada kurangnya pengakuan terhadap individualitas dan kebutuhan anak serta kegagalan dalam mengkomunikasikan perasaan dan kebutuhan dengan cara yang sehat.

Kurangnya batasan yang sehat dapat membuat kita merasa tercekik atau diabaikan, sedangkan overprotection atau pemenuhan keinginan berlebihan dapat mengakibatkan anak merasa berhak atas segalanya tanpa kemampuan untuk menghadapi tantangan hidup​​.

Penyalahgunaan zat oleh orang tua dapat menyebabkan pengabaian, kekerasan, dan perilaku negatif lainnya yang dapat merusak hubungan orang tua-anak​​.

Ekspektasi yang tidak realistis dari orang tua dapat menyebabkan perasaan tidak mampu dan harga diri yang rendah pada anak​​. Sementara itu, komunikasi yang buruk antara orang tua dan anak dapat menyebabkan kesalahpahaman, rasa tidak puas, dan kurangnya kepercayaan​​.

Pengasuhan toxic, seperti penyalahgunaan emosional, pengabaian, atau manipulasi, dapat menyebabkan efek negatif jangka panjang pada kesehatan mental dan fisik anak​​​​. Trauma yang dialami oleh orang tua atau anak juga dapat mempengaruhi hubungan mereka, mengakibatkan kesulitan dalam komunikasi, kepercayaan, dan koneksi emosional​​.

Mengatasi penyebab-penyebab ini penting untuk memperbaiki hubungan orang tua-anak dan mempromosikan pengembangan yang sehat. Mencari bantuan profesional dari terapis atau konselor bisa sangat bermanfaat dalam mengatasi masalah ini.

Dampak hubungan yang buruk dengan orang tua tidak hanya mempengaruhi kesejahteraan emosional tetapi juga memiliki konsekuensi jangka panjang yang dapat mempengaruhi setiap aspek kehidupan mereka. Bagian berikutnya akan menjelaskan lebih lanjut tentang dampak negatif hubungan yang tidak sehat ini dan pentingnya memperbaiki hubungan untuk kesejahteraan bersama.

Dengan memahami penyebab dan konsekuensi dari hubungan yang tidak sehat, kita dapat mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki dan membangun hubungan yang lebih sehat dan mendukung antara orang tua dan anak.

Dampak Hubungan yang Buruk dengan Orang Tua terhadap Kesehatan Mental

Hubungan yang tidak sehat antara orang tua dan anak dapat berdampak signifikan terhadap kesehatan mental anak. Berbagai studi dan penelitian menunjukkan bagaimana dinamika keluarga yang bermasalah dapat mempengaruhi kesejahteraan emosional dan psikologis anak dalam jangka panjang. Melalui tinjauan literatur dan temuan dari berbagai sumber, mari kita jelajahi bagaimana hubungan yang beracun ini mempengaruhi anak dan bagaimana pentingnya mengambil langkah untuk memperbaikinya.

Kurangnya Batasan dan Penolakan

Kurangnya batasan yang jelas dan penolakan dari orang tua dapat menyebabkan kita merasa tidak dihargai dan tidak penting. Ini mengakibatkan kita mengalami kesulitan dalam mengelola emosi, mengembangkan harga diri yang rendah, dan merasa tidak aman dalam hubungan mereka​​.

Dampak Penyalahgunaan Zat oleh Orang Tua

Penyalahgunaan zat oleh orang tua tidak hanya menyebabkan ketidakstabilan dalam kehidupan keluarga tetapi juga berdampak negatif terhadap kesehatan mental. Anak-anak dari orang tua yang menyalahgunakan zat lebih cenderung mengalami gangguan kesehatan mental dan kesulitan dalam pembentukan ikatan yang sehat​​​​.

Konflik Domestik dan Depresi di Masa Tengah

Paparan terhadap konflik domestik dan hubungan yang buruk dengan orang tua, saudara kandung, atau pasangan dapat berkontribusi terhadap gejala depresi di masa tengah​​. Hubungan keluarga yang penuh konflik sering kali menciptakan lingkungan yang tidak mendukung untuk pengembangan emosional yang sehat.

Gaya Pengasuhan yang Negatif

Gaya pengasuhan yang bermusuhan dan rendahnya tingkat pengasuhan positif dapat meningkatkan risiko depresi pada anak. Sebaliknya, pengasuhan positif dapat melindungi anak dari reaktivitas emosional dan tekanan dari teman sebaya​​.

Kesulitan dalam Mengelola Emosi dan Rendahnya Harga Diri

Hubungan yang tidak sehat dengan orang tua dapat menyebabkan  kita mengalami kesulitan dalam mengelola emosi, mengembangkan gangguan kesehatan mental, dan memiliki harga diri yang rendah​​​​. Sering kali merasa tidak ada yang mendukung dan mengerti mereka, yang secara langsung mempengaruhi kemampuan mereka untuk berfungsi dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.

Mengatasi dampak negatif hubungan yang buruk dengan orang tua membutuhkan upaya bersama dan sering kali bantuan profesional. Langkah selanjutnya yang akan dibahas adalah bagaimana kita dapat memperbaiki hubungan ini untuk mendorong lingkungan yang lebih sehat dan mendukung untuk kesejahteraan emosional anak.

Cara Memperbaiki Hubungan dengan Orang Tua

Memperbaiki hubungan yang buruk dengan orang tua adalah proses yang membutuhkan kesabaran, pemahaman, dan terkadang bantuan profesional. Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat membantu dalam memulihkan dan meningkatkan dinamika keluarga:

Menerima Orang Tua Sebagai Mana Adanya

Pengakuan bahwa Anda tidak dapat mengubah orang tua adalah langkah pertama yang penting. Menerima mereka apa adanya dan memfokuskan energi pada hal-hal yang dapat Anda kontrol adalah kunci untuk memelihara kesehatan mental Anda sendiri​​.

Menetapkan Batasan yang Sehat

Menetapkan batasan yang sehat adalah esensial untuk melindungi diri dari interaksi yang toksik. Komunikasikan batasan Anda dengan jelas dan hormat, dan tentukan jenis hubungan yang ingin Anda miliki dengan mereka​​.

Praktik Self-Care

Merawat diri sendiri dengan melakukan aktivitas yang membawa kebahagiaan dan kepuasan adalah vital. Hal ini bisa meliputi hobi, olahraga, dan menghabiskan waktu bersama teman. Hindari menggunakan obat-obatan atau alkohol sebagai cara untuk mengatasi perasaan negatif​​.

Mengakui Validitas Perasaan

Penting untuk mengingat bahwa emosi dan pengalaman Anda adalah valid. Jangan biarkan orang tua membuat Anda merasa seolah-olah perasaan Anda salah atau tidak penting​​.

Berhenti Berusaha Menyenangkan Orang Tua

Berusaha menyenangkan orang tua dapat menguras tenaga dan membuat Anda merasa tidak cukup baik. Fokuslah pada apa yang membuat Anda bahagia dan terpenuhi, bukan pada ekspektasi mereka​​.

Mencari Bantuan Profesional

Jika Anda kesulitan mengatasi hubungan yang buruk dengan orang tua, pertimbangkan untuk mencari bantuan profesional dari terapis atau konselor. Mereka dapat menyediakan alat dan perspektif yang membantu Anda menghadapi dan bergerak maju​​.

Ingat, Anda memiliki pilihan tentang bagaimana dan kapan berhubungan dengan orang tua Anda. Memutuskan untuk memprioritaskan kesehatan mental dan kesejahteraan Anda sendiri adalah langkah penting dalam melakukan apa yang terbaik bagi diri Anda sendiri.

Manfaat Memiliki Hubungan yang Baik dengan Orang Tua

Hubungan yang baik antara orang tua dan anak memiliki dampak positif yang signifikan terhadap kesehatan mental, emosional, dan fisik anak. Anak-anak yang mempunyai hubungan sehat dengan orang tua mereka cenderung mengembangkan hubungan positif dengan orang lain di sekitar mereka, membentuk ikatan dan persahabatan yang aman dengan teman sebaya, serta mengatur emosi mereka saat menghadapi stres dan situasi sulit​​​​​​. Keterikatan yang aman dengan orang tua membantu mempromosikan perkembangan kognitif, emosional, dan sosial anak, dan juga membantu anak menunjukkan perilaku sosial yang positif​​.

Anak-anak yang tumbuh dengan keterikatan yang sehat dan aman kepada orang tua mereka memiliki kesempatan yang lebih baik untuk mengembangkan citra diri dan harga diri yang positif​​. Sebuah ikatan yang kuat dan penuh kasih dengan orang tua dapat melindungi kesehatan anak-anak selama beberapa dekade ke depan, menurut sebuah studi oleh Baylor University​​. Studi tersebut menemukan bahwa rumah tangga yang sejahtera juga memberi manfaat bagi kesehatan jangka panjang, tetapi hanya jika anak-anak juga memiliki hubungan yang hangat dan sehat dengan orang tua mereka.

Secara keseluruhan, hubungan yang baik dengan orang tua dapat mengarah pada hasil kesehatan mental, emosional, dan fisik yang lebih baik bagi anak-anak. Keberadaan dukungan, keamanan, dan panduan dari orang tua secara signifikan mempengaruhi kemampuan anak untuk menavigasi tantangan hidup, membangun kepercayaan diri, dan merasakan nilai diri yang tinggi. Hal ini tidak hanya membantu dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak tetapi juga dalam kesehatan fisik dan kesejahteraan jangka panjang mereka.

Dengan memahami pentingnya hubungan yang baik antara orang tua dan anak, kita dapat melihat bagaimana hubungan ini berfungsi sebagai fondasi untuk perkembangan sehat kita di berbagai aspek kehidupan.

Kesimpulan

Mempelajari dan menginternalisasi pentingnya membangun serta memelihara hubungan yang baik dengan orang tua adalah fondasi yang kuat untuk perkembangan pribadi yang sehat. Hubungan yang harmonis tidak hanya mempengaruhi kesehatan mental dan emosional  tetapi juga memiliki dampak signifikan terhadap kesejahteraan fisik. Sebagai kesimpulan dari pembahasan kita, menjadi jelas bahwa upaya bersama antara orang tua dan anak dalam memperkuat hubungan mereka sangat penting.

Memiliki hubungan yang positif dengan orang tua berdampak luas pada berbagai aspek kehidupan, mulai dari pembentukan harga diri yang sehat, kemampuan mengelola stres dan emosi, hingga pembangunan hubungan sosial yang kuat dengan orang lain. Melalui hubungan yang sehat, kita bisa belajar tentang kepercayaan, empati, dan bagaimana membentuk ikatan sosial yang kuat. Ini adalah keterampilan yang akan dibawa sepanjang hidup, membantu dalam berbagai situasi sosial dan profesional.

Terkadang, tantangan dalam hubungan antara orang tua dan anak memerlukan intervensi dan bimbingan dari profesional. Konseling bisa menjadi langkah penting untuk membuka dialog yang produktif, memecahkan masalah komunikasi, dan menyembuhkan luka emosional yang mungkin telah terjadi.

Untuk itu, sangat disarankan bagi mereka yang merasa membutuhkan bantuan dalam memperbaiki atau memperkuat hubungan mereka dengan orang tua untuk mencari bantuan profesional. Satu Persen menawarkan layanan konseling yang dapat menjadi sumber daya berharga bagi Anda. Yuk, klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang layanan yang tersedia dan bagaimana mereka dapat membantu Anda dalam membangun hubungan yang lebih sehat dan lebih penuh kasih dengan orang tua Anda.

Ingat, tidak ada hubungan yang sempurna, dan setiap hubungan membutuhkan usaha, pengertian, dan kadang-kadang bantuan dari luar untuk tumbuh. Langkah pertama menuju perubahan positif adalah mengakui bahwa ada ruang untuk pertumbuhan dan bersedia untuk melakukan upaya yang diperlukan. Dengan sumber daya yang tepat dan dukungan profesional, hubungan antara orang tua dan anak dapat berkembang menjadi lebih kuat, lebih mendukung, dan lebih penuh kasih.

Referensi:

Kompas. (2020). “Contoh Teks Talking About Family.” Retrieved from https://www.kompas.com/skola/read/2020/12/11/144157769/contoh-teks-talking-about-family?page=all

The Pillars Child Learning and Care. (2019).  “Why a Parent-Child Relationship is Important.” Retrieved from https://thepillarsclc.com/why-a-parent-child-relationship-is-important/

Study.com. (2023). “Parent-Child Relationships | Overview, Types & Importance – Video & Lesson Transcript.” Retrieved from https://study.com/academy/lesson/parent-child-relationships-definition-lesson-quiz.html

Cadabam’s Hospitals. (2020). “Unhealthy Parent Child Relationship.” Retrieved from https://www.cadabamshospitals.com/unhealthy-parent-child-relationship

Read More
judi

Tips Menghadapi Keluarga dan Ortu Toxic

Tips Menghadapi Keluarga dan Ortu Toxic
Tips Menghadapi Keluarga dan Ortu Toxic

Halo, Perseners! Pernah denger istilah ‘keluarga toxic’? Di era yang serba terbuka ini, kita sering banget denger istilah ini. Tapi, apa sih sebenarnya keluarga toxic itu?

Keluarga toxic bisa didefinisikan sebagai keluarga yang hubungannya penuh dengan kritik yang menyakitkan, dan kurangnya empati.

Keluarga toxic itu juga ibarat racun yang perlahan merusak. Mereka mungkin terlihat baik-baik saja dari luar, tapi di dalamnya penuh dengan manipulasI. Ini bukan cuma tentang orang tua yang toxic, tapi juga bisa melibatkan saudara atau anggota keluarga lainnya.

Dalam keluarga seperti ini, sering kali kita temukan kritik yang tajam dan menyakitkan, penggunaan diam sebagai bentuk hukuman, kebohongan, dan penyangkalan. Bahkan, dalam beberapa kasus, bisa terjadi manipulasi emosional dan fisik. Ini semua bukan cuma merusak hubungan keluarga, tapi juga berdampak besar pada kesehatan mental kita.

Mungkin di antara lo semua, pasti ada yang pernah merasakan atau bahkan hidup dalam lingkungan keluarga yang toxic. Ini bukan hal yang mudah. Kadang, kita merasa terjebak dan tidak tahu harus berbuat apa. Tapi, penting banget untuk kita sadari bahwa kita tidak sendirian dan ada cara untuk menghadapi situasi ini.

Kita sering melihat potret keluarga yang sempurna, tapi jarang yang membahas sisi gelapnya. Padahal, di balik senyum di foto-foto itu, bisa jadi ada cerita yang nggak pernah terungkap.

Mengapa kita harus peduli? Karena keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat. Keluarga yang sehat akan menciptakan masyarakat yang sehat. Sebaliknya, keluarga yang toxic bisa berdampak luas, tidak hanya bagi anggotanya tapi juga lingkungan sekitar.

Bagaimana Keluarga Toxic Berpengaruh pada Kesehatan Mental?

Perseners, apa sih dampak keluarga yang toxic pada kesehatan mental kita?

Ini penting banget, karena sering kali kita nggak sadar bahwa lingkungan keluarga yang toxic bisa berdampak besar pada kehidupan kita, terutama kesehatan mental.

Ada beberapa cara keluarga toxic bisa mempengaruhi kesehatan mental kita:

  1. Keluarga toxic sering kali membuat kita merasa tidak aman dan tidak dihargai. Ini bisa menimbulkan rasa cemas dan depresi. Kritik yang tajam dan konstan, misalnya, bisa membuat kita merasa tidak cukup baik dan selalu berada di bawah tekanan.
  2. Keluarga yang sering menggunakan diam sebagai hukuman atau manipulasi bisa membuat kita merasa terisolasi dan kesepian. Ini bukan cuma tentang tidak bicara, tapi juga tentang kurangnya dukungan emosional. Kita jadi merasa sendirian dalam menghadapi masalah.
  3. Kebohongan dan penyangkalan dalam keluarga toxic bisa membuat kita bingung dan meragukan diri sendiri. Ini sering disebut sebagai gaslighting, di mana kita dibuat meragukan realitas kita sendiri. Hal ini sangat berbahaya karena bisa merusak kepercayaan diri kita dan cara kita melihat dunia.
  4. Keluarga toxic sering kali membuat kita merasa bersalah dan malu atas perasaan kita sendiri. Ini bisa terjadi ketika kita mencoba berbicara tentang perasaan kita, tapi malah dianggap sebagai orang yang berlebihan atau sensitif. Ini membuat kita sulit untuk mengungkapkan perasaan dan membangun hubungan yang sehat dengan orang lain.
  5. Keluarga toxic sering kali memainkan permainan psikologis yang membuat kita merasa terjebak dan tidak berdaya. Ini bisa berupa manipulasi, ancaman, atau bahkan kekerasan fisik dan emosional. Semua ini bisa meninggalkan luka yang dalam dan sulit untuk disembuhkan.

Dampak keluarga toxic pada kesehatan mental kita ini serius banget. Tapi, penting untuk diingat bahwa kita tidak sendirian dan ada cara untuk menghadapi dan menyembuhkan diri dari pengaruh ini.

Apa Tantangan dalam Menghadapi Keluarga yang Toxic?

Menghadapi keluarga yang toxic bukanlah hal yang mudah. Ada banyak rintangan yang mungkin kita temui, dan mengenalinya adalah langkah pertama untuk bisa mengatasinya.

  1. Salah satu tantangan terbesar adalah mengakui bahwa kita berada dalam lingkungan keluarga yang toxic. Sering kali, kita tumbuh dengan memandang keluarga kita sebagai norma, sehingga sulit untuk menyadari bahwa apa yang kita alami tidak sehat. Mengakui bahwa ada masalah dalam keluarga adalah langkah pertama yang penting, tapi sering kali sulit dilakukan.
  2. Setelah kita menyadari adanya toxicitas, tantangan selanjutnya adalah bagaimana menghadapinya. Ini bisa sangat sulit, terutama jika kita masih bergantung secara finansial atau emosional pada keluarga kita. Rasa takut akan konsekuensi dari menghadapi mereka atau rasa bersalah karena ‘melawan’ keluarga bisa menjadi penghalang besar.
  3. Sering kali ada tekanan sosial dan budaya yang membuat kita merasa harus tetap menjaga hubungan dengan keluarga, meskipun itu beracun. Dalam banyak masyarakat, ada stigma besar terkait dengan ‘memutuskan hubungan’ dengan keluarga, yang membuat situasi ini semakin sulit.
  4. Tantangan lain adalah menghadapi gaslighting dan manipulasi. Keluarga yang toxic sering menggunakan taktik ini untuk membuat kita meragukan diri sendiri dan realitas yang kita alami. Ini bisa membuat kita merasa bingung dan tidak yakin tentang langkah apa yang harus diambil.
  5. Menghadapi dampak emosional jangka panjang dari keluarga toxic juga merupakan tantangan besar. Banyak dari kita yang tumbuh dalam keluarga seperti ini sering mengalami masalah kepercayaan, masalah dalam membangun hubungan yang sehat, dan masalah kesehatan mental lainnya.

Bagaimana sih Cara Menghadapi Keluarga yang Toxic?

Perseners, mengetahui cara untuk menghadapi keluarga yang toxic penting banget, karena dengan strategi yang tepat, kita bisa melindungi diri dan kesehatan mental kita. Ada beberapa langkah yang bisa kita ambil untuk menghadapi keluarga yang toxic.

  1. Membangun kesadaran diri. Ini berarti mengenali dan menerima perasaan kita sendiri. Sadarilah bahwa perasaan kita valid dan penting, dan kita berhak untuk merasa aman dan dihargai.
  2. Menetapkan batasan. Ini bisa berarti secara fisik menjauh dari anggota keluarga yang toxic atau membatasi interaksi dengan mereka. Menetapkan batasan ini penting untuk melindungi diri kita dari dampak negatif hubungan tersebut.
  3. Mencari dukungan. Ini bisa berupa terapi, bergabung dengan grup dukungan, atau berbicara dengan teman yang dipercaya. Berbicara tentang pengalaman kita dengan orang lain yang mengerti bisa sangat membantu dalam proses penyembuhan.
  4. Belajar untuk merespons daripada bereaksi. Ini berarti mengambil waktu untuk berpikir dan merespons dengan cara yang sehat, daripada bereaksi secara emosional yang mungkin memperburuk situasi.
  5. Fokus pada diri sendiri. Ini berarti menghabiskan waktu untuk merawat diri sendiri, baik secara fisik maupun emosional. Lakukan aktivitas yang membuat kita merasa baik dan yang mendukung kesehatan mental kita.

Menghadapi keluarga yang toxic memang tidak mudah, tapi ingat bahwa kita memiliki kekuatan untuk melindungi diri kita dan memulai proses penyembuhan.

Kesimpulan

Perseners, kita sudah melalui pembahasan yang panjang dan mendalam tentang keluarga yang toxic. Mulai dari memahami apa itu keluarga toxic, dampaknya pada kesehatan mental, tantangan yang dihadapi, hingga strategi menghadapinya.

Dari tanda-tanda keluarga yang toksik, kita dapat memahami bahwa dinamika keluarga yang tidak sehat dapat berdampak besar pada kehidupan kita. Tanda keluarga toksik, seperti kritik yang menyakitkan, perlakuan diam sebagai bentuk manipulasi, kebohongan, penyangkalan, dapat mempengaruhi kesehatan mental kita. Menghadapi situasi seperti ini bisa sangat menantang dan sering kali memerlukan dukungan eksternal untuk mengatasinya.

Ketika kita menghadapi situasi keluarga yang toksik, penting untuk mengakui bahwa lo mungkin memerlukan bantuan profesional untuk mengelola emosi dan situasi yang sulit ini. Konseling dapat memberikan ruang aman bagi lo untuk mengekspresikan perasaan dan mendapatkan perspektif yang lebih sehat tentang hubungan keluarga.

Dengan konseling, bisa bantu kita memahami dan mengatasi masalah yang kita hadapi, termasuk masalah yang berkaitan dengan keluarga toxic dan kita bisa mendapatkan perspektif baru, strategi yang efektif, dan dukungan emosional yang kita butuhkan.

Yuk, klik di sini untuk mendaftar. Ingat bahwa meminta bantuan bukanlah tanda kelemahan, tapi tanda keberanian dan langkah pertama menuju perubahan yang lebih baik. Jangan biarkan stigma atau rasa takut menghalangi kamu untuk mendapatkan bantuan yang kamu butuhkan. Ingat juga bahwa lo gak  sendirian, dan selalu ada harapan dan bantuan yang tersedia. #HidupSeutuhnya.

Berikut rekomendasi judul dari blog yang sudah kita bahas:

  1. Mengatasi Keluarga Toksik: Langkah Menuju Kesehatan Mental
  2. Konseling Online: Solusi Hadapi Dinamika Keluarga Beracun
  3. Memutus Rantai Toxicity Keluarga dengan Bantuan Profesional

Referensi:

  1. Psycom.net. (2022). Are You in A Toxic Family? Signs & How to Cope. Retrieved from https://www.psycom.net/relationships/toxic-family
  2. Healthline. (2019). Toxic Family: 25 Signs and Tips. Retrieved from https://www.healthline.com/health/toxic-family
  3. Oprah Daily. (2021). 15 Signs of a Toxic Family Member, and What to Do About Them. Retrieved from https://www.oprahdaily.com/life/relationships-love/a29609819/signs-of-toxic-family/
  4. Imam, Q. (2022). What is Toxic Family Dynamics? Retrieved from https://www.linkedin.com/pulse/what-toxic-family-dynamics-quazi-imam-m-d
  5. MindBodyGreen. (2023). Toxic Family: 9 Signs Of A Toxic Relative + How To Deal. Retrieved from https://www.mindbodygreen.com/articles/toxic-families
  6. Regain. (2023). Toxic Family Dynamics: The Signs And How To Cope With Them. Retrieved from https://www.regain.us/advice/family/toxic-family-dynamics-the-signs-and-how-to-cope-with-them/
Read More