putinvzrivaetdoma.org

media online informasi mengenai game online tergacor di tahun 2023

Atasi

judi

Pelatihan Kesehatan Mental untuk Pemimpin Perusahaan: Atasi Burnout

Menurut World Health Organization, burnout adalah sindrom psikologis yang muncul sebagai respons berkepanjangan terhadap stresor interpersonal kronis di tempat kerja. Burnout ditandai dengan tiga dimensi utama:

1. Kelelahan yang Menghimpit: Karyawan yang mengalami burnout sering merasa lelah dan terkuras, baik secara emosional maupun fisik.

2. Sikap Sinis dan Terlepas: Burnout dapat menyebabkan perasaan sinisme dan terlepas dari pekerjaan, karena karyawan mungkin kehilangan motivasi dan keterlibatan dalam pekerjaannya.

3. Ketidakberdayaan dan Kurangnya Pencapaian: Karyawan yang mengalami burnout mungkin merasa tidak kompeten atau tidak mampu mencapai tujuannya, menyebabkan perasaan ketidakberdayaan dan kurangnya pencapaian.

Burnout dapat memiliki beberapa konsekuensi negatif, termasuk ketidakpuasan kerja, komitmen organisasi yang rendah, absen, niat untuk meninggalkan pekerjaan, dan pergantian karyawan. Ini juga dapat menyebabkan penurunan produktivitas dan kualitas kerja yang terganggu, karena karyawan mungkin kesulitan mempertahankan fokus dan motivasi.

Beberapa penyebab umum burnout di tempat kerja termasuk beban kerja yang berlebihan, tingkat dukungan yang rendah, memiliki sedikit kata atau kontrol atas urusan tempat kerja, kurangnya pengakuan atau imbalan atas usaha seseorang, dan lingkungan kerja yang beracun dan tidak adil.

Cara Mencegah dan Mengatasi Burnout

– Mengembangkan budaya tempat kerja yang mendukung yang menghargai kesejahteraan karyawan dan mendorong komunikasi terbuka.

– Menawarkan pengaturan kerja yang fleksibel, seperti telecommuting dan jadwal fleksibel, untuk membantu karyawan menyeimbangkan tanggung jawab kerja dan pribadi mereka.

– Menyediakan sumber daya bagi karyawan untuk mengelola stres dan mengatasi situasi yang sulit, seperti layanan konseling, program bantuan karyawan, dan sumber daya kesehatan mental.

– Melatih manajer untuk mengenali tanda-tanda burnout pada karyawan dan memberi mereka alat untuk mendukung anggota tim mereka.

Mengidentifikasi Burnout pada Karyawan

Mengidentifikasi burnout bukanlah tugas yang mudah, tetapi dengan pengetahuan yang tepat, kita dapat mengambil langkah-langkah proaktif untuk membantu karyawan yang terkena dampaknya.

Ada beberapa tanda utama yang dapat menunjukkan bahwa seorang karyawan mungkin mengalami burnout:

1. Kelelahan Fisik dan Emosional: Ini adalah tanda paling umum dari burnout. Karyawan mungkin tampak lelah secara konstan, mengeluh kelelahan, atau memiliki energi yang rendah.

2. Penurunan Kinerja: Karyawan yang mengalami burnout seringkali menunjukkan penurunan dalam kualitas dan kuantitas pekerjaan mereka. Mereka mungkin kesulitan berkonsentrasi dan menyelesaikan tugas.

3. Sikap Sinis atau Negatif: Perubahan sikap, seperti menjadi lebih sinis, negatif, atau terlepas dari pekerjaan, adalah tanda lain dari burnout.

4. Masalah Kesehatan: Burnout dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti sakit kepala, sakit punggung, atau masalah pencernaan, yang sering diabaikan sebagai gejala stres kerja.

5. Penarikan Sosial: Karyawan yang mengalami burnout mungkin menarik diri dari rekan kerja atau kegiatan sosial di tempat kerja.

Mengidentifikasi burnout penting karena dapat membantu mencegah konsekuensi yang lebih serius, seperti penurunan kinerja, absen, dan bahkan pergantian karyawan. Dengan mengenali tanda-tanda awal, HR dan manajer dapat mengambil langkah-langkah untuk mendukung karyawan dan mencegah burnout menjadi lebih parah.

Langkah-Langkah untuk Mengidentifikasi Burnout

1. Pengamatan dan Komunikasi: Perhatikan perubahan perilaku atau kinerja karyawan dan berkomunikasi secara terbuka dengan mereka tentang kekhawatiran Anda.

2. Survei dan Feedback: Gunakan survei karyawan atau sesi umpan balik untuk mengumpulkan informasi tentang tingkat stres dan kepuasan kerja.

3. Pelatihan Manajer: Latih manajer untuk mengenali tanda-tanda burnout dan cara mendukung karyawan mereka.

Intervensi HR untuk Burnout

Intervensi ini tidak hanya membantu karyawan yang terkena dampak burnout, tetapi juga mencegah terjadinya burnout di masa depan.

Pertama-tama, penting bagi profesional HR untuk mengurus kesejahteraan mereka sendiri. HR harus mengenali tanda-tanda kelelahan dan burnout dalam profesi mereka dan mengambil langkah-langkah untuk mengatasinya. Ini termasuk menetapkan batasan yang sehat, membangun ketahanan, dan mengatasi burnout.

HR dapat mengatasi burnout yang terkait stres dengan menciptakan lingkungan kerja yang benar-benar mendukung karyawan. Ini melibatkan advokasi kebijakan yang mempromosikan kesehatan mental dan kesejahteraan karyawan, mengembangkan keterampilan komunikasi yang baik, terus memantau dan menyesuaikan beban kerja, serta mendidik diri sendiri tentang tanda-tanda dan gejala burnout terkait stres untuk membantu karyawan dengan lebih baik.

Ada berbagai strategi yang dapat diimplementasikan oleh profesional HR untuk melawan burnout, seperti:

  1. Mengumpulkan Umpan Balik Secara Rutin: Melalui pertemuan 1:1, HR dapat memahami kekhawatiran dan kebutuhan karyawan.

2. Mengembangkan Program Kesejahteraan: Program ini dapat mencakup aktivitas relaksasi, pelatihan kesehatan mental, dan kegiatan yang meningkatkan keseimbangan kerja-hidup.

3. Inisiatif Perusahaan yang Berdampak Jangka Panjang: Ini bisa berupa program pengakuan dan pelatihan kesehatan mental untuk manajer.

Dengan menerapkan intervensi ini, HR dapat memainkan peran penting dalam mengatasi burnout dan mempromosikan lingkungan kerja yang lebih sehat dan mendukung untuk karyawan.

Langkah Pencegahan Burnout

Pencegahan burnout tidak hanya menguntungkan karyawan, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan kesehatan organisasi secara keseluruhan. Langkah pertama dalam pencegahan burnout adalah menciptakan budaya kerja yang mendukung. Ini termasuk:

  • Komunikasi Terbuka: Mendorong karyawan untuk berbicara tentang tantangan mereka dan memberikan umpan balik.
  • Pengakuan dan Penghargaan: Mengakui dan menghargai kerja keras karyawan dapat meningkatkan moral dan mengurangi risiko burnout.

Mempromosikan work life balance yang sehat adalah kunci. Ini bisa dilakukan melalui:

  • Fleksibilitas Waktu Kerja: Memberikan opsi kerja fleksibel seperti kerja dari rumah atau jam kerja yang fleksibel.
  • Liburan dan Istirahat yang Cukup: Mendorong karyawan untuk mengambil waktu libur dan istirahat yang cukup.

Penting untuk menyediakan sumber daya kesehatan mental dan kesejahteraan, seperti:

  • Konseling dan Dukungan Psikologis: Menyediakan akses ke layanan konseling dan dukungan psikologis Program Kesejahteraan: Mengadakan program kesejahteraan yang mencakup kegiatan fisik, meditasi, dan pelatihan mindfulness.

Investasi dalam pelatihan dan pengembangan karyawan juga penting, termasuk:

  • Pelatihan Manajemen Stres: Memberikan pelatihan tentang cara mengelola stres secara efektif.
  • Pengembangan Karir: Memberikan peluang untuk pengembangan karir dan pertumbuhan profesional.

Kesimpulan

Peran HR sangat krusial dalam mengelola dan mencegah burnout. Dengan strategi yang tepat, HR dapat tidak hanya membantu karyawan yang mengalami burnout, tetapi juga mencegah terjadinya burnout di tempat kerja.

Salah satu langkah efektif yang dapat diambil adalah dengan mengintegrasikan aspek kesehatan mental ke dalam program In-House Training. Pelatihan ini tidak hanya fokus pada pengembangan keterampilan, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan mental karyawan.

Life Skills Indonesia menawarkan program In-House Training Mental Health yang dirancang khusus untuk membantu perusahaan dalam mengatasi masalah burnout. Program ini mencakup:

1. Sesi Edukasi: Memberikan pengetahuan tentang kesehatan mental dan cara mengelolanya di tempat kerja.

2. Workshop Keterampilan: Mengajarkan keterampilan praktis untuk mengelola stres dan meningkatkan kesejahteraan mental.

3. Sesi Konseling: Memberikan akses ke sesi konseling bagi karyawan yang membutuhkan dukungan lebih lanjut.

Pelatihan ini memberikan manfaat seperti:

1. Meningkatkan Kesadaran: Meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan mental di tempat kerja.

2. Mengurangi Stigma: Membantu mengurangi stigma seputar masalah kesehatan mental.

3. Meningkatkan Produktivitas: Karyawan yang sehat mentalnya cenderung lebih produktif dan terlibat dalam pekerjaan mereka.

Life Skills mengajak Anda untuk mengambil langkah proaktif dalam mengatasi burnout di tempat kerja. Jelajahi lebih lanjut tentang program In-House Training Mental Health dari Life Skills Indonesia. Klik satu.bio/daftariht-igls untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran.

Dengan pendekatan yang tepat, burnout dapat dikelola dan dicegah. Mari kita bekerja bersama untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan produktif.

Mari kita ambil langkah ini bersama, menuju penciptaan lingkungan kerja yang lebih produktif, mendukung, dan memotivasi. Bersama Life Skills Indonesia dan program In-House Training, kita dapat mewujudkan visi untuk menciptakan budaya perusahaan yang tidak hanya efisien tetapi juga menginspirasi setiap individu untuk tumbuh dan berkembang.

Referensi

Pathways. (2021, August 11). How Innovative Leaders are Combating Burnout in the Workplace. Pathways.

Andrews, R., Jr., James, T., MD, MHCMM, & Surdea-Blaga, B. (2023, June 7). How do you manage stress and burnout as a resilient leader? LinkedIn.

Positive Psychology. (2021, April 19). How to Prevent Burnout in the Workplace: 20 Strategies. Positive Psychology.

H., K. (2023, July 30). Combatting Burnout: Proactive Strategies for Employee Well-being. LinkedIn.

Top Workplaces. (2022, July 28). 11 Strategies for Preventing Workplace Burnout.

Request Pelatihan SDM Satu Persen x Life Skills ID

Untuk Perusahaan, NGO dan Pemerintahan:

+62 882-9762-5596 (Margareth, Whatsapp)

Untuk Organisasi dan Kemahasiswaan:

+62 851-7317-1568 (Sheila, Whatsapp)

FAQ

Apa itu burnout karyawan dan bagaimana dampaknya terhadap perusahaan?

Bagaimana cara mengidentifikasi tanda-tanda burnout pada karyawan?

Apa peran HR dalam mengatasi burnout karyawan?

Apa saja intervensi yang efektif untuk mencegah burnout di tempat kerja?

Bagaimana cara HR mengimplementasikan program kesehatan mental di perusahaan?

Apa manfaat In-House Training kesehatan mental untuk manajer dan karyawan?

Bagaimana cara mengukur efektivitas program kesehatan mental di tempat kerja?

Apa saja tantangan yang dihadapi HR dalam mengelola kesehatan mental karyawan?

Bagaimana pelatihan kesehatan mental dapat meningkatkan produktivitas karyawan?

Apa langkah-langkah yang harus diambil perusahaan ketika menghadapi kasus burnout karyawan yang serius?

Read More
judi

Teknik Relaksasi Efektif untuk Atasi Stres Akibat Lembur

Di era yang serba cepat ini, kita sering terjebak dalam rutinitas kerja yang menuntut, termasuk kebiasaan lembur yang terkadang dianggap sebagai norma. Namun, penting untuk memahami bahwa meminimalisir waktu lembur bukan hanya tentang mengurangi jam kerja, melainkan tentang menciptakan keseimbangan yang lebih sehat dalam hidup kita. Mari kita bahas beberapa alasan mengapa hal ini sangat penting.

Meningkatkan Keseimbangan Hidup

Keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi adalah kunci untuk menjalani hidup yang lebih bahagia dan memuaskan. Dengan meminimalisir waktu lembur, Anda memberi diri Anda kesempatan untuk menghabiskan waktu berkualitas dengan keluarga, teman, atau mengejar hobi yang Anda sukai. Ini tidak hanya mengurangi tekanan kerja, tetapi juga memberikan Anda ruang untuk menikmati aspek lain dari kehidupan Anda .

Meningkatkan Kesehatan

Kesehatan adalah harta yang paling berharga, dan lembur berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental Anda. Stres dan kelelahan akibat jam kerja yang panjang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan tidur, masalah pencernaan, dan bahkan depresi. Dengan mengurangi waktu lembur, Anda memberikan tubuh kesempatan untuk istirahat dan pulih .

Meningkatkan Produktivitas

Ironisnya, bekerja lebih lama tidak selalu berarti lebih produktif. Kualitas kerja sering menurun saat kita lelah atau stres. Dengan membatasi waktu lembur, Anda dapat menjaga fokus dan efisiensi kerja, sehingga pekerjaan yang Anda lakukan lebih berkualitas dan efektif .

Meningkatkan Kepuasan Kerja

Kepuasan kerja tidak hanya datang dari apa yang Anda kerjakan, tetapi juga dari bagaimana Anda bekerja. Dengan mengurangi waktu lembur, Anda akan merasa lebih puas dan menghargai waktu yang Anda habiskan di tempat kerja. Ini menciptakan lingkungan kerja yang lebih positif dan produktif .

Meningkatkan Kualitas Hidup

Kualitas hidup secara keseluruhan dapat meningkat dengan meminimalisir waktu lembur. Anda memiliki lebih banyak waktu untuk kegiatan yang memperkaya hidup Anda, seperti olahraga, berlibur, atau sekadar bersantai. Ini membantu Anda menjalani hidup yang lebih seimbang dan memuaskan .

Meminimalisir waktu lembur bukan hanya tentang mengurangi jam kerja, tetapi tentang menciptakan keseimbangan yang lebih baik dalam hidup, meningkatkan kesehatan, produktivitas, kepuasan kerja, dan kualitas hidup secara keseluruhan. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan waktu lembur sebagai bagian dari strategi kerja Anda .

Namun, apa yang terjadi ketika kita gagal mengontrol waktu lembur? Bagaimana dampaknya terhadap kesehatan mental kita? Pada bagian berikutnya, kita akan membahas lebih dalam tentang Dampak Lembur Berlebihan terhadap Kesehatan Mental.

Dampak Lembur Berlebihan terhadap Kesehatan Mental

Setelah memahami pentingnya meminimalisir waktu lembur, kita perlu menyadari dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh lembur berlebihan terhadap kesehatan mental. Dampak ini tidak hanya mempengaruhi individu secara pribadi, tetapi juga dapat berpengaruh pada lingkungan kerja dan produktivitas secara keseluruhan.

Salah satu dampak paling serius dari lembur berlebihan adalah peningkatan risiko depresi. Karyawan yang terus-menerus bekerja lembur dapat merasa tertekan, kehilangan motivasi, dan merasa terisolasi dari kehidupan sosial dan keluarga. Hal ini dapat memicu perasaan kesepian dan ketidakberdayaan yang mendalam .

Kecanduan alkohol sering kali menjadi pelarian bagi beberapa karyawan yang mencoba mengatasi stres dan tekanan kerja. Lembur berlebihan dapat meningkatkan risiko kecanduan ini, karena alkohol sering digunakan sebagai cara untuk ‘melupakan’ masalah atau untuk bersantai setelah jam kerja yang panjang .

  • Kualitas Tidur yang Buruk

Kualitas tidur yang buruk adalah dampak lain dari lembur berlebihan. Kurang tidur atau tidur yang tidak berkualitas dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan mental, seperti stres, mudah marah, dan kesulitan berkonsentrasi. Ini juga dapat mempengaruhi kinerja kerja dan kesehatan fisik secara umum .

Gangguan kecemasan dapat diperburuk oleh jam kerja yang panjang dan tekanan untuk memenuhi tenggat waktu. Karyawan yang terus-menerus bekerja lembur mungkin merasa cemas dan khawatir tentang pekerjaan mereka, yang dapat mengarah pada kondisi kecemasan yang lebih serius .

Burnout adalah keadaan kelelahan fisik dan mental yang ekstrem, sering disertai dengan hilangnya motivasi dan perasaan tidak efektif di tempat kerja. Ini adalah hasil dari tekanan kerja yang berlebihan dan berkelanjutan, termasuk lembur berlebihan .

Untuk mengatasi dampak negatif ini, perusahaan perlu menyediakan dukungan dan sumber daya yang memadai untuk membantu karyawan mengelola waktu mereka dengan lebih baik. Program kesehatan mental dan manajemen stres dapat menjadi langkah penting dalam membantu karyawan mengatasi dampak negatif dari lembur berlebihan. Dengan memperhatikan kesehatan mental karyawan, perusahaan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan karyawan tetapi juga produktivitas dan pencapaian tujuan bisnis secara keseluruhan .

Namun, apa yang dapat dilakukan oleh karyawan itu sendiri untuk mengurangi stres akibat lembur? Pada bagian berikutnya, kita akan membahas tentang berbagai Teknik Relaksasi untuk Mengurangi Stres Akibat Lembur.

Teknik Relaksasi untuk Mengurangi Stres Akibat Lembur

Setelah memahami dampak negatif lembur berlebihan terhadap kesehatan mental, penting bagi kita untuk mengetahui cara mengelola dan mengurangi stres yang diakibatkannya. Berikut adalah beberapa teknik relaksasi yang dapat membantu mengurangi stres akibat bekerja lembur.

Pernapasan dalam adalah teknik relaksasi yang sederhana namun efektif. Caranya, tarik napas dalam-dalam melalui hidung, tahan selama beberapa detik, lalu hembuskan perlahan melalui mulut. Ulangi beberapa kali. Teknik ini dapat membantu menenangkan pikiran dan mengurangi ketegangan .

Relaksasi otot progresif melibatkan menegangkan dan mengendurkan berbagai kelompok otot di tubuh. Ini dapat membantu mengurangi ketegangan otot dan mempromosikan rasa relaksasi. Mulailah dari ujung kaki dan bergerak ke atas ke kepala, secara bertahap menegangkan dan mengendurkan setiap kelompok otot .

Meditasi mindfulness melibatkan fokus pada saat ini dan menyadari pikiran serta perasaan tanpa menghakimi. Ini dapat membantu mengurangi stres dan mempromosikan relaksasi. Cukup duduk dengan nyaman, tutup mata, dan perhatikan aliran napas Anda, serta pikiran dan perasaan yang muncul tanpa terlibat dengan mereka .

Yoga menggabungkan postur fisik, teknik pernapasan, dan meditasi untuk mempromosikan relaksasi dan mengurangi stres. Yoga tidak hanya membantu secara fisik tetapi juga memberikan manfaat mental, membantu menenangkan pikiran dan mengurangi kecemasan .

Imajinasi terbimbing melibatkan visualisasi sebuah adegan yang damai dan santai dalam pikiran. Ini dapat membantu mengurangi stres dan mempromosikan relaksasi. Bayangkan diri Anda di tempat yang tenang dan damai, rasakan sensasi yang menyenangkan dari tempat tersebut, dan biarkan itu membawa Anda ke keadaan relaksasi yang lebih dalam .

Dengan mempraktikkan teknik-teknik relaksasi ini secara teratur, individu dapat mengurangi stres yang disebabkan oleh lembur dan meningkatkan kesejahteraan keseluruhan. Sangat penting untuk memprioritaskan perawatan diri dan mengambil istirahat saat dibutuhkan untuk menghindari burnout dan menjaga kesehatan yang baik .

Namun, selain teknik relaksasi, ada aspek lain yang penting untuk diperhatikan, yaitu membangun kebiasaan kerja yang lebih sehat. Pada bagian berikutnya, kita akan membahas bagaimana Membangun Kebiasaan Kerja yang Lebih Sehat.

Cara Membangun Kebiasaan Kerja yang Lebih Sehat

Setelah memahami berbagai teknik relaksasi untuk mengurangi stres akibat lembur, penting juga untuk membangun kebiasaan kerja yang lebih sehat. Kebiasaan ini tidak hanya membantu mengurangi stres, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan secara keseluruhan. Berikut adalah beberapa tips untuk membangun kebiasaan kerja yang lebih sehat.

  • Prioritaskan Keseimbangan Hidup dan Kerja

Keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi adalah kunci untuk menjaga kesehatan mental dan fisik. Penting untuk menetapkan batasan antara waktu kerja dan waktu pribadi, serta memastikan bahwa kedua aspek ini mendapat perhatian yang seimbang .

  • Komunikasi Terbuka dan Jujur

Komunikasi yang terbuka dan jujur antara karyawan dan atasan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat. Hal ini memungkinkan karyawan untuk menyampaikan kebutuhan dan batasan mereka, serta mendapatkan dukungan yang diperlukan .

  • Budaya Apresiasi dan Penghargaan

Mengembangkan budaya yang menghargai dan mengapresiasi karyawan dapat meningkatkan motivasi dan kepuasan kerja. Pengakuan atas kerja keras dan pencapaian dapat memberikan dampak positif yang besar terhadap moral dan kesejahteraan karyawan .

  • Aktivitas Fisik dan Olahraga

Melakukan aktivitas fisik dan olahraga secara teratur adalah penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Ini tidak hanya membantu mengurangi risiko penyakit fisik, tetapi juga meningkatkan mood dan energi .

  • Jadwal Kerja yang Efektif

Mengatur jadwal kerja yang efektif dan produktif dapat membantu mengurangi kebutuhan untuk lembur. Hal ini termasuk mengatur waktu istirahat yang cukup dan menghindari pengambilan tugas yang berlebihan .

  • Kurangi Penggunaan Teknologi Berlebihan

Penggunaan teknologi dan media sosial yang berlebihan dapat menyebabkan kelelahan mental. Penting untuk mengatur waktu penggunaan teknologi dan mengambil istirahat dari layar secara teratur .

  • Fokus pada Tugas yang Sedang Dikerjakan

Menghindari multitasking yang berlebihan dan tetap fokus pada satu tugas pada satu waktu dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi stres. Ini membantu menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat dan dengan kualitas yang lebih baik .

  • Aktivitas Menyenangkan di Luar Pekerjaan

Melakukan aktivitas yang menyenangkan di luar pekerjaan adalah penting untuk mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan mental. Ini bisa berupa hobi, olahraga, atau menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman .

Dengan menerapkan kebiasaan kerja yang lebih sehat ini, seseorang dapat mencapai keseimbangan yang lebih baik dalam kehidupan, meningkatkan kesehatan fisik dan mental, serta meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja.

Namun, apa kesimpulan yang dapat kita tarik dari semua ini? Pada bagian berikutnya, kita akan merangkum poin-poin penting dari pembahasan kita dan memberikan kesimpulan akhir.

Kesimpulan

Keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi harus menjadi prioritas utama. Ini tidak hanya berdampak pada kesehatan mental dan fisik kita, tetapi juga pada kualitas hidup secara keseluruhan. Kita harus ingat bahwa bekerja adalah bagian dari hidup, bukan sebaliknya.

Untuk mencapai keseimbangan ini, diperlukan langkah aktif baik dari individu maupun organisasi. Individu perlu mengadopsi kebiasaan kerja yang lebih sehat dan mempraktikkan teknik relaksasi, sementara organisasi perlu menciptakan lingkungan kerja yang mendukung keseimbangan ini.

Salah satu cara untuk membantu mencapai keseimbangan ini adalah melalui pelatihan. Pelatihan dapat membantu individu dan organisasi memahami pentingnya keseimbangan kerja dan kehidupan, serta memberikan alat dan teknik untuk mencapainya.

Life Skills Indonesia, menawarkan program In-House Training yang membantu memberikan solusi pelatihan yang disesuaikan untuk membantu karyawan dan organisasi dalam membangun kebiasaan kerja yang lebih sehat dan produktif. Program ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan unik setiap organisasi, dengan fokus pada peningkatan keseimbangan hidup dan kerja, serta kesehatan mental karyawan.

Untuk Anda yang tertarik untuk membawa perubahan positif dalam organisasi Anda, In-House Training dari Life Skills dapat membantu, kunjungi link berikut satu.bio/daftariht-igls . Jangan lewatkan kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas di tempat kerja Anda.

Dengan mengambil langkah proaktif dalam membangun kebiasaan kerja yang lebih sehat dan memanfaatkan sumber daya seperti pelatihan yang ditawarkan oleh Life Skills, kita dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat, produktif, dan harmonis. Ingat, investasi dalam kesehatan mental dan keseimbangan hidup adalah investasi dalam masa depan kita yang lebih cerah dan lebih seimbang.

Referensi

National Safety Council, (2004). Manajemen stres dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu: keterampilan coping yang efektif, teknik relaksasi, dan gaya. Ejournal UMM, 1(1), 1-10.

Wardhana, A. K., (2018). STRES KERJA: Penyebab, dampak, dan solusinya (Studi kasus pada karyawan NET. Yogyakarta) [Master’s thesis, Universitas Islam Indonesia].

Roby Rizky, (2020). Cara cepat mengatasi sakit kepala saat kerja lembur.

Request Pelatihan SDM Satu Persen x Life Skills ID

Untuk Perusahaan, NGO dan Pemerintahan:

+62 882-9762-5596 (Margareth, Whatsapp)

Untuk Organisasi dan Kemahasiswaan:

+62 851-7317-1568 (Sheila, Whatsapp)

Read More