putinvzrivaetdoma.org

media online informasi mengenai game online tergacor di tahun 2023

judi

judi

Cara Melatih Fokus Diri

melatih fokus diri
melatih fokus diri

Hey hey, Perseners! Apa kabar, nih? Kenalin, gue Fathan, writer di Satu Persen.

Akhir-akhir ini gue lagi tertarik sama bahasan tentang fokus diri. Dan inilah yang membuat gue akhirnya tertarik juga untuk mulai melatih fokus diri gue.

Seberapa penting sih melatih fokus menurut lo? Dalam berkehidupan, seringkali kita dihadapkan dengan berbagai tuntutan. Mulai dari pekerjaan, pendidikan, pertemanan, sampai percintaan. Dari situ, kita dituntut untuk mampu menjalani semua itu dengan baik. Salah satunya lewat memiliki kemampuan fokus yang baik.

Ngomongin soal fokus, mungkin lo pernah ngerasain kayak, “Duh kenapa ya gue orangnya susah banget fokus?” atau “Rasanya gue gampang terganggu dengan hal di sekitar gue”.

Hal itu mungkin menjadi mengganggu aktivitas lo sehari-hari. Beberapa di antaranya seperti saat lo menyetir kendaraan, mengerjakan pekerjaan, sampai beristirahat.

Kalo lo pernah ngalamin hal itu, wajar banget kok sob! Karena gue sendiri juga pernah mengalami kesulitan buat fokus. Makanya, gue pengen mulai latihan nih hehe.

Nah, pada tulisan kali ini, gue bakal berbagi tips buat lo untuk melatih fokus dalam sehari-hari. Penasaran? Yuk simak tulisan gue sampai habis!

Melatih Fokus

Dalam psikologi, fokus disebut juga sebagai atensi, yaitu suatu konsep di mana diri lo memproses segala informasi yang ada di sekeliling lo. Informasi tersebut seperti suara, bau, serta sensasi yang ada saat lo membaca tulisan ini.

Misalnya, seperti suara kendaraan, aroma ruangan lo, juga obrolan lo dengan seseorang sebelumnya. Akhirnya, semua informasi tersebut saling bersaing untuk mendapatkan fokus dari diri lo Sob!

Fokus merupakan hal yang penting buat lo miliki dalam mengerjakan sesuatu. Karena itu merupakan gerbang bagi diri lo dalam proses berpikir. Mulai dari sudut pandang, ingatan, memecahkan masalah, serta pengambilan keputusan.

Tonton juga: Cara Mengambil Keputusan yang Tepat

Maka dari itu, proses berpikir lo bakal ikut terganggu Sob kalo lo gak memiliki fokus yang baik!

Selain itu, fokus juga bermanfaat buat lo dalam menghadapi masalah lho! Karena saat ada masalah, lo mungkin cenderung bakal overthinking.

Nah, melalui fokus lah lo belajar untuk menghadapi overthinking lo tersebut. Salah satunya melalui fokus dengan apa yang lo bisa kendalikan serta kerjakan saat ini.

Manfaat Melatih Fokus

Mungkin lo bakal mikir, “Emang buat apa sih gue ngelatih fokus? Bukannya fokus tinggal fokus aja ya?”.

Nah, secara umum, memiliki fokus yang baik bisa memberikan lo kepuasan hidup yang lebih Sob! Kenapa? Karena melalui itu lo berpeluang lebih besar untuk mencapai hal yang lo inginkan, seperti kesuksesan.

Selain itu, dikutip dari wealthy boomers, terdapat beberapa manfaat yang lo dapatkan saat memiliki fokus yang baik. Di antaranya:

1. Meningkatkan Kualitas Hasil Pekerjaan

Pernah gak sih lo lagi pengen serius ngerjain kerjaan tapi gak bisa karena banyak gangguan? Entah itu pikiran soal mantan, suara knalpot yang berisik, sampai ada teman yang gangguin.

Akibatnya, kerjaan lo jadi gak selesai-selesai deh karena terdistraksi sama hal tadi. Serta membuat hasil kerjaan lo jadi gak maksimal Sob!

Nah, hal demikian disebabkan karena lo kurang fokus dalam mengerjakannya Sob! Maka dari itu, melatih fokus bisa ngebantu lo buat ningkatin kualitas dari hasil pekerjaan lo.

Lewat situ, fokus bisa membantu lo menyingkirkan distraksi yang ada. Alhasil, pekerjaan lo bisa jadi lebih cepat selesai, serta membuat hasil hasilnya lebih baik.

2. Meminimalisir Kesalahan

Lo pernah gak sih nyetir mobil tapi sambil mikirin suatu hal? Entah itu mikirin kerjaan, tugas kuliah, sampai pacar. Eh, tiba-tiba lo gak sengaja nyerempet mobil orang di jalanan. Dari situ, orang itu minta lo buat ganti rugi karena mobilnya lecet. Alhasil, lo jadi keluar uang banyak deh karena harus ganti rugi mobil orang tersebut.

Lagi-lagi, hal tersebut dikarenakan lo kurang fokus pas lagi nyetir Sob! Makanya, penting bagi lo buat melatih fokus dalam sehari-hari. Salah satunya guna meminimalisir kesalahan yang lo perbuat. Mulai dari kesalahan yang sepele, sampai fatal.

3. Membantu Berpikir Lebih Jernih

Melatih fokus juga membantu lo buat berpikir lebih jernih dalam berkehidupan. Karena lo jadi bisa memilah mana hal yang harus difokuskan, serta mana yang tidak.

Dari situ, lo bisa mencoba memfokuskan pikiran lo dengan hal yang lo anggap penting, serta meningkatkan produktivitas lo dalam sehari-hari.

Misalnya, lo lagi ada banyak tugas kuliah nih yang harus dikerjain. Saking banyaknya, lo jadi bingung mana dulu yang harus dikerjain.

Nah, melalui melatih fokus, lo bisa belajar memprioritaskan tugas mana yang sebaiknya lo kerjakan duluan. Seperti tugas mana yang deadline nya paling dekat. Dengan begitu, lo bisa berpikir lebih jernih serta produktif dalam mengerjakan tugas yang ada sob!

tes-melatih-fokus

Alasan Seseorang Sulit Untuk Fokus

Mungkin lo pernah merasa, “Kenapa ya gue kok susah banget buat yang namanya fokus? Padahal gue udah nyari tempat yang sepi buat ngerjain tugas”.

Nah, Paolo Bailey, Psikolog asal Amerika menjelaskan ada beberapa alasan kenapa lo kesulitan buat fokus. Di antaranya:

1. Susah fokus karena Kelelahan

Kelelahan menjadi salah satu penyebab utama lo susah fokus, Sob! Karena menurut penelitian, kurang tidur satu jam dari tidur normal bisa mengurangi kemampuan fokus lo secara signifikan.

Dari situ, lo mungkin jadi sering merasa pusing akibat kurang tidur. Alhasil, lo jadi sulit buat fokus dan menurunkan produktivitas diri lo.

2. Susah fokus karena stres

Ketika banyak pekerjaan, biasanya lo cenderung buat menjadi stres. Entah karena lo merasa bingung mana dulu yang harus dikerjain, sampai merasa kesulitan pas ngerjainnya.

Nah, kalo udah begitu bukannya jadi fokus, yang ada makin stres deh. Alhasil, pekerjaan lo jadi makin terasa berat.

Selain itu, stres juga bisa dipicu oleh banyaknya distraksi di sekeliling lo. Misalnya, seperti godaan buat main Instagram pas lagi ngerjain tugas.

Nah, hal yang kayak begitu tuh cenderung bikin tugas lo gak selesai-selesai, Sob! Karena lo jadi malah banyak mainnya daripada nugasnya. Alhasil, pekerjaan lo jadi makin numpuk dan bikin lo makin stres deh.

3. Terlalu banyak yang dikerjakan bikin susah fokus

Dapat melakukan multitasking bisa dibilang merupakan sesuatu yang hebat. Melalui itu lo bisa melakukan beberapa pekerjaan sekaligus dalam waktu singkat.

Akan tetapi, terlalu banyak yang dikerjakan juga bisa membuat lo sulit fokus. Karena lo jadi sulit untuk memfokuskan pikiran dalam bekerja, yang membuat hasil pekerjaan lo jadi gak maksimal, Sob!

Misalnya, lo lagi mau ujian akhir semester nih di kampus. Dari situ, banyak tugas akhir yang mesti diselesaikan dalam kurun waktu dua minggu. Karena lo tipe orang yang multitasking, lo langsung kerjain aja tuh semuanya menjelang deadline.

Dari situ, lo merasa susah buat fokus dalam pengerjaannya. Akibatnya, hasil pekerjaan lo jadi gak maksimal deh.

Baca Juga: Manajemen Waktu Agar Lebih Produktif

4. Merasa bosan bikin susah fokus

Nah, yang satu ini lo mungkin sering banget alamin. Entah itu karena bosan dengan pekerjaan, rutinitas, sampai tempat lo bekerja.

Selain itu, mungkin juga karena lo kurang hiburan di sela kegiatan lo sehari-hari. Alhasil, lo kesulitan buat fokus pas ngerjain pekerjaan, serta membuat lo cenderung menundanya.

Contohnya, lo lagi bosan banget buat berangkat kuliah ke kampus. Alasannya mungkin karena lo jenuh dengan tugas mata kuliah yang belajarnya itu-itu aja.  Dari situ, lo jadi sulit fokus buat ngerjain tugas tersebut. Akibatnya, lo jadi nunda-nunda tugasnya lo deh.

Cara Melatih Diri Untuk Fokus

melatih fokus diri
Photo by Icons8 Team on Unsplash

Sampai sini, mungkin lo bakal mikir, “Gue udah mencoba sebisa mungkin buat fokus, tapi tetep aja tuh gue gak bisa-bisa”.

Nah, bagi sebagian orang, fokus mungkin jadi hal yang gampang buat dilakuin. Akan tetapi, gak sedikit orang yang kesulitan buat ngelakuinnya. Padahal, banyak sekali aktivitas yang menuntut kita untuk memiliki fokus yang tinggi.

Maka dari itu, lo perlu melatih diri buat fokus dalam mengerjakan suatu hal. Nah, Kendra Cherry, Psikolog asal Amerika, memiliki beberapa tips buat lo melatih fokus dalam sehari-hari. Di antaranya:

1. Cobalah menilai kekuatan fokus lo

Sebelum lebih lanjut, lo bisa mencoba menilai seberapa kuat fokus lo sejauh ini. Mulai dari hal apa saja yang membuat lo jadi fokus, sampai yang bikin gak fokus.

Hal ini bertujuan untuk mengenal diri lo lebih dalam, Sob! Guna membantu lo dalam melatih fokus sehari-harinya.

Nah, lo bisa membuat list akan hal yang tadi gue jelasin. Misalnya, lo merasa fokus mengerjakan tugas saat sendirian.

2. Kurangi distraksi sekeliling lo

Meski terdengar sederhana, banyak orang yang masih menyepelekan hal satu ini. Padahal, distraksi merupakan salah satu penyebab seseorang jadi sulit buat fokus. Distraksi tersebut di antaranya:

  • Meja kerja yang berantakan
  • Teman yang berisik
  • Menyetel musik terlalu keras
  • Terlalu sering berselancar di media sosial saat bekerja

Maka dari itu, lo bisa mencoba mengurangi distraksi tersebut untuk meningkatkan fokus lo. Salah satunya lewat mencari tempat yang sepi, guna meminimalisir distraksi yang ada.

Dengan begitu, lo dapat mengerjakan pekerjaan lebih tenang, serta meningkatkan produktivitas dan hasil pekerjaan yang lebih baik, Sob!

3. Batasi fokus lo (ambil sedikit jeda)

Lo juga bisa mencoba membatasi fokus lo dengan menghindari mengerjakan pekerjaan secara multitasking. Karena itu membuat lo jadi sulit untuk fokus dalam mengerjakan pekerjaan.

Maka dari itu, cobalah buat memilah mana pekerjaan yang mendesak dan mana yang tidak. Hal itu guna meningkatkan fokus lo dalam bekerja serta meningkatkan kualitas hasil pekerjaan lo, Sob!

Misalnya, lo lagi banyak deadline pekerjaan nih. Di situ mungkin lo merasa pusing banget karena gak tau mana dulu yang harus dikerjain. Nah, lo bisa mencoba mengurutkan mana dulu yang sekiranya bisa lo kerjakan, dan mana yang menurut lo paling mendesak.

Harapannya, lo bisa lebih fokus mengerjakan pekerjaan lo. Serta dapat menyelesaikan semua deadline tersebut dengan baik.

Selain itu, lo juga bisa mengambil sedikit jeda dalam membatasi fokus lo. Ada kalanya mungkin tubuh lo terlalu diforsir dalam mengerjakan pekerjaan. Sehingga membuat lo menjadi kelelahan dan sulit untuk fokus.

Maka dari itu, cobalah buat ambil rehat sejenak dari rutinitas lo. Misalnya, seperti nonton bioskop, membaca buku, serta melakukan hobi lo.

Baca juga: Kenapa Kita Harus Punya Hobi?

4. Berlatih Mindfulness (fokus dengan apa yang ada saat ini)

Ada kalanya mungkin lo kesulitan buat fokus karena overthinking soal masa depan. Bisa juga lo masih kepikiran sama hal gak mengenakkan yang terjadi pada diri lo. Seringkali hal itu membuat lo jadi sulit fokus dalam berkehidupan.

Maka dari itu, lo bisa mencoba berlatih mindfulness, yaitu kondisi di mana lo membiarkan diri lo merasakan emosi yang sedang dirasakan. Entah itu emosi yang bersifat positif, maupun negatif.

Misalnya, lo lagi khawatir tentang masa depan lo nanti, seperti setelah lulus mau kerja di mana. Kekhawatiran lo itu mungkin bisa dibilang berlebihan sampai mempengaruhi fokus lo sehari-hari.

Alhasil, bukannya akhirnya berdampak sama prestasi belajar lo di kampus. Karena lo jadi sulit fokus dalam menerima materi dari dosen.

Nah, lo bisa mencoba berlatih mindfulness lewat latihan pernapasan. Setelah itu, lo bisa memfokuskan diri lo terhadap hal yang bisa dikendalikan saat ini. Salah satunya dengan belajar yang giat guna sukses di masa depan kelak nanti. serta gak terlalu memusingkan bagaimana hasilnya nanti.

Pas banget nih lo bisa tonton juga video di bawah ini, karena video ini ngebahas mindfulness dan meditasi secara lebih lengkap, tapi dengan penjelasan yang mudah dipahami.

5. Teruslah berlatih

Terakhir, cobalah buat terus melatih fokus diri lo agar semakin baik setiap harinya. Atlet yang hebat sekalipun membutuhkan latihan yang gak sebentar dalam membentuk fokus yang kuat.

Maka dari itu, lo bisa mencoba mengulangi langkah-langkah di atas setiap harinya. Percayalah semua hal bisa tercapai selama ada kemauan yang kuat sob! Kalo lo merasa susah fokus sehingga memengaruhi produktivitas lo, coba aja ikut Tes Produktivitas dari Satu Persen.

Kalo lo merasa kesulitan dalam melatih fokus lo, santai aja, lo bisa ikut mentoring Satu Persen. Di dalamnya lo bisa menceritakan kesulitan lo tersebut bersama mentor-mentor yang terlatih. Lo bisa ikut mentoring dengan nge-klik gambar di bawah ini.

mentoring-dan-konseling-satu-persen

Selain itu, lo juga bisa nonton video Youtube Satu Persen tentang “Tips untuk Tetap Fokus (Meningkatkan Konsentrasi)” di bawah ini.

Gue harap lewat membaca artikel ini ini bisa membuat lo berkembang menjadi lebih baik, seenggaknya Satu Persen setiap harinya. Gua Fathan dari Satu Persen, thanks!

melatih fokus diri
Read More
judi

Cara Mengatasi Trust Issue

trust issue
trust issue

Haloo! Kenalin, gue Thissa, writer Satu Persen.

Pernah denger istilah “trust issue?” Kita semua mungkin pernah disakiti sama orang lain. Dikhianati dan dibohongi oleh orang yang kita percaya banget. Dan ini bisa dilakuin  sama siapapun, mungkin sama orang tua, pacar, sahabat, atau rekan kerja. Banyak lah dari kita yang mungkin pernah ngerasain kejadian yang bikin kita malah jadi susah percaya orang.

Dan gue tahu sih rasanya: Pastinya sakit banget. Gue tau banget rasanya udah percaya sama orang, eh tapi malah dikhianati. Udah deal sama sesuatu, eh deal-nya berubah-ubah terus.

Jadinya, kita yang udah menginvestasikan waktu dan tenaga malah dikecewain. Sampai akhirnya, kadang kita juga jadi capek dan memutuskan buat gak percaya lagi.

Kalo lo pernah atau sedang mengalami keadaan tersebut atau sekadar penasaran dan pengen tau lebih dalam soal ini, lo berada di artikel yang tepat karena Satu Persen akan ngebahas tentang trust issue dan tips-tips menghadapinya.

Jadi, apa sih trust issue itu?

Simpelnya, trust issue itu gak percayaan sama orang. Orang yang punya trust issue cenderung punya pandangan yang pesimistis terhadap manusia.

Kayak, mereka tuh selalu beranggapan bahwa orang punya niatan buruk sama dia. Meskipun pada realitanya, sebenarnya ya orang tuh nggak selalu punya niatan buruk.

Kenapa orang bisa trust issue?

Nah, biasanya, penderita trust issue itu punya pengalaman yang kurang menyenangkan sebelumnya. Atau, bisa jadi trust issue-nya disebabkan oleh rasa takut dan trauma.

Dan akhirnya mereka yang trust issue pun memilih langkah sederhana, yaitu langkah buat yaudah: Gak usah percaya lagi aja sama orang untuk menghindari rasa sakit dan kekecewaan yang kerasa negatif banget buat dia.

trust issue

Nah, mungkin ada dari lo yang nanya, “Gue itu mengalami trust issue gak sih?” Berikut ini adalah sih ciri-ciri dari orang yang punya trust issue.

Ciri-ciri orang punya trust issue

1. Suka Jaga Jarak

Kalo ada orang yang ngedeketin, orang yang trust issue kemungkinan besar akan menarik diri. Kesannya, kayak gak pengen deket gitu sama orang.

Kalaupun pengen, biasanya emang tingkah lakunya nunjukkin gak pengen. Dan ini mungkin banget terjadi karena mereka takut, takut untuk disakitin lagi dan takut mengalami pengalaman buruk lagi.

2. Susah Percaya sama Orang

Karena trust issue itu tadi, kadang muncul perilaku-perilaku yang menunjukkan ketidakpercayaan itu. Contohnya, ngecek hal-hal pribadi di hp pasangannya dengan baca-baca chat pasangan dengan teman-temannya atau lawan jenis yang nge-chat doi.

Sebenarnya, memang yang jadi perdebatan apakah hp itu boleh dikasih ke pasangan atau nggak. Tapi, di luar perdebatan itu, orang yang memiliki trust issue cenderung mencari-cari kesalahan pasangan, dan ini nggak sehat.

Bukan berarti gak boleh cemburu atau cemas, cuman kalau ini sampai ngeganggu kehidupan lo, mungkin lo punya trust issue yang belum terselesaikan.

Baca juga: Cara Menghadapi Pasangan yang Posesif

3. Cenderung Punya Pandangan yang Pesimistis atau Negatif

Seperti yang sudah disebutkan, orang dengan trust issue merasa bahwa setiap orang pasti punya intensi buruk sama dia. Mereka merasa nggak ada manusia yang benar-benar  tulus ngedeketin dia atau temenan sama dia.

YouTube Satu Persen – Alasan Kamu Takut Dimanfaatkan Orang Lain

Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Nah, terus kita harus ngapain? Ada nih langkah-langkah yang bisa lo lakuin supaya lo gak trust issue lagi!

Pertama, refleksikan pengalaman buruk dan belajar mengikhlaskannya

Pasti sakit rasanya mengalami peristiwa ketika orang memperlakukan lo dengan buruk. Wajar banget buat lo untuk marah, sedih, dan jadinya gak percaya lagi sama orang.

Tapi, sekali lagi, peristiwa itu sudah terjadi. Dan ketika itu sudah terjadi, mau mengutuk orang yang melakukannya terus-terusan juga nggak baik buat diri lo.

Pada akhirnya, memang peristiwa itu perlu kita ikhlaskan. Lo boleh marah dan sedih, tapi jangan berlarut-larut

Terimalah kekesalan yang lo rasakan sebagai hal yang manusiawi. Setelah itu, ikhlaskanlah peristiwa tersebut. Memang berat sih, tapi ini adalah step awal yang penting.

Supaya kita nggak dipenuhi dengan kebencian, rasa pengen balas dendam, dan berbagai perasaan negatif lainnya. Terima masa lalu lo, dan sambut masa depan yang pastinya bakal penuh dengan hal-hal menarik lainnya yang lo alami.

Kedua, move on

Apa yang terjadi di masa lalu biarlah ada di masa lalu. Sekarang, kita coba fokus dengan hal yang bisa dilakukan sekarang yang akan berdampak baik untuk lo di masa depan. Apa nih cita-cita yang dulu sempet lo lupakan karena nggak bisa move on dari kejadian masa lalu?

Lakukan hal yang lo suka, kenalan sama orang baru, jalani hobi baru, potong rambut lo, pergi liburan, nongkrong sama temen. Banyak hal yang selama ini mungkin nggak sempet lo lakuin.

Dan cara move on paling ampuh: lakukan itu sekarang, apapun itu. Coba fokuskan diri lo ke masa depan, dibandingkan ke masa lalu

Terakhir, belajarlah dari pengalaman.

Mungkin setelah kejadian itu akhirnya kita tersadar bahwa kita pernah berbuat kesalahan, entah percaya dengan orang yang salah, komunikasi yang negatif, dsb.

Well, balik lagi ke poin sebelumnya. Jadikan kesalahan yang lo perbuat sebagai sarana untuk introspeksi dan evaluasi diri. Sambutlah masa depan dengan excited.

Tapi inget buat gak berekspektasi terlalu banyak. Kayak yang udah pernah gue bahas di  Filosofi Stoicism. Fokus aja dan live life to the fullest. Kalau tujuannya tercapai, ya lo bersyukur, kalau nggak, terima dan kembali lanjutkan hidup.

trust issue

Kalau lo butuh bantuan, udah lama mengalami trust issue dan merasa gak sanggup ngejalanin sendirian. Lo bisa minta bantuan, mungkin ke temen, keluarga, atau profesional.

Satu Persen sendiri memiliki layanan mentoring. Lo bisa diskusi sama mentor dan lo bakal dikasih tahu penanganan yang baik buat menangani kondisi lo. Selain itu, lo juga bakal dapet interpretasi tes psikologi supaya lo bisa tahu tingkat stres lo, kepribadian lo, dan minat-bakat lo kayak gimana.

Coba juga: Tes Tingkat Keparahan Stres

Selain itu, lo juga kalo ikut mentoring, biasanya akan dikasih worksheet untuk buat action plan buat nyelesain masalah lo.

Lo bisa coba untuk cek dulu fasilitas dan benefit apa yang sekiranya akan lo dapetin saat sesi konsultasi tersebut dengan klik gambar di bawah ini.

Oke, gue harap lewat membaca artikel ini ini bisa membuat lo berkembang menjadi lebih baik, seenggaknya Satu Persen setiap hari!

Konsultasi Satu Persen Psikolog

References

Hergenhahn, B. R., & Henley, T. B. (2014). An Introduction to the History of Psychology: Seventh Edition. New York: Jon-David Hague.

Zak, A. M., Gold, J. A., Ryckman, R. M., & Lenney, E. (1998). Assessments of trust in intimate relationships and the self-perception process. The Journal of Social Psychology, 138(2), 217-228. Retrieved from http://search.proquest.com/docview/199792384?accountid=1229

Weiler, L. (2017, November 13). Tips to Help You Overcome Trust Issues. Retrieved from https://www.cheatsheet.com/health-fitness/ways-to-overcome-your-trust-issues.html/

Vilhauer, J. (2015, August 29). 5 Ways to Move on From an Ex You Still Love. Retrieved from https://www.psychologytoday.com/us/blog/living-forward/201508/5-ways-move-ex-you-still-love

Read More
judi

Pikiran Negatif Merusak Hidup Positif

pikiran-negatif-merusak-hidup
pikiran negatif merusak hidup

Halo, Perseners! Gue Viony, writer Satu Persen.

Gue mau tanya deh sama lo, sering gak lo merundung hidup lo dengan berbagai pikiran negatif?

Mulai dari menyesali masa lalu, pesimis tentang masa depan lo, menyalahkan orang lain atas nasib lo, atau malah menyalahkan diri sendiri? Membuat lo kebanjiran emosi yang negatif juga seperti penyesalan, sedih, benci, atau marah. Lo jadi merasa sulit banget buat merasa bahagia

Tonton juga: Mengatasi Sifat Mudah Sedih dan Cemas

Kalau memang lo sedang kesulitan menghadapi pikiran negatif, lo sedang membaca artikel yang tepat karena kali ini Satu Persen mau membahas soal bagaimana mengatasi pikiran negatif.

Apa itu pikiran negatif?

Pikiran negatif diartikan sebagai persepsi, harapan, dan deskripsi negatif tentang diri sendiri, orang lain, dan dunia secara general. Kondisi kognitif yang negatif ini juga diikuti dengan emosi negatif dan berdampak buruk pada perilaku, dan kesehatan.

Ada satu penelitian yang menggambarkan dampak dari fenomena pikiran negatif ini. Alison Ledgerwood, seorang psikolog sosial, pernah menceritakan tentang penelitian yang melibatkan dua kelompok responden, sebut saja kelompok A dan B.

Kepada dua kelompok responden ini dijelaskan sebuah prosedur operasi medik. Pada kelompok A dijelaskan bahwa persentase keberhasilan operasi tersebut adalah 70%, sementara pada kelompok B dijelaskan persentase kegagalan operasi 30 %.

Hasilnya kelompok A memberi respon positif pada operasi tersebut, dan seperti yang sudah ditebak, kelompok B memberikan respon negatif. Kemudian, eksperimen dilanjutkan dengan memberi penjelasan tambahan kepada kelompok A bahwa peluang gagal pada operasi yang dimaksud adalah 30%.

Hasilnya? Kelompok A langsung mengubah respon mereka menjadi negatif. Bagaimana dengan kelompok B? Setelah dijelaskan bahwa operasi memiliki peluang keberhasilan 70% mereka tidak mengubah respon mereka sama saja, tetap negatif.

Eksperimen ini menjelaskan hal yang sangat penting tentang bagaimana otak kita mempersepsi hal negatif. Hal yang negatif memang lebih mudah nempel di otak kita dan sulit untuk diubah menjadi lebih positif.

Kita lebih mudah memindahkan cara berpikir, persepsi dan emosi positif ke negatif daripada sebaliknya.

Kenapa pikiran negatif bisa muncul dan mendominasi pikiran lo?

Ternyata pikiran negatif merupakan alarm alami dalam perjalanan evolusi manusia untuk mengenali bahaya. Karena itu otak kita lebih sensitif terhadap hal-hal negatif.

Bagian otak yang bertanggung jawab untuk menemukan hal-hal negatif di sekitar kita adalah amygdala. Amygdala juga yang berperan untuk memindahkan pengalaman negatif dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang.

Distorsi kognitif merupakan istilah psikologi yang mengacu pada pola pikir dan rasa percaya pada sesuatu yang salah dan nggak rasional. Tapi, tanpa sadar kita terus menerus menerapkan distorsi kognitif ini untuk merespon lingkungan kita.

Dari sepuluh jenis distorsi kognitif yang ada, setidaknya ada 4 yang kemungkinan sering lo lakukan tanpa sadar dan perlu dikenali:

1. Pikiran hitam putih

Lo nggak mengenal abu-abu, yang ada adalah iya atau nggak sama sekali. Lo berpikir kalau lo nggak keterima bekerja di tempat yang lo inginkan ya artinya lo nggak qualified.

Lo enggak memperhitungkan faktor-faktor lain seperti kultur kerja yang nggak cocok dengan kepribadian lo.

2. Personalisasi

Atasan lo cemberut hari ini? Lo langsung mengira pasti karena kerjaanmu ada yang nggak beres. Lo bikin semua kejadian nggak mengenakkan di sekitarmu jadi personal, seolah-olah semua salah lo.

3. Saringan Mental

Saat lo dapat kritik sekali dari atasan lo, lo bisa seharian mikirin hal itu dan lupa bahwa atasan lo juga beberapa kali pernah memuji hasil kerja lo. Intinya lo fokus ke hal-hal negatif dan melupakan hal positif yang pernah terjadi.

4. Berpikir skenario terburuk akan terjadi

Setelah lo melakukan kesalahan kecil di kantor, lo langsung berpikir bahwa lo akan dipecat, atau karier lo akan mandek selamanya.

Distorsi kognitif jenis ini mengarahkan lo untuk memikirkan kemungkinan terburuk suatu peristiwa dan meyakininya akan terjadi.

Mengapa pikiran negatif harus diwaspadai?

pikiran negatif
Photo by Ethan Sykes on Unsplash

Aaron T. Beck adalah seorang psikiater yang berhasil menemukan korelasi antara pola pikir yang salah dengan munculnya gejala-gejala depresi.

Baca juga: Cara Mengatasi Depresi di Rumah Aja

Setelah melakukan observasi klinis pada pasien-pasien yang menderita depresi, ia pun berhasil menemukan adanya kaitan antara pikiran dan keyakinan dengan depresi. Keyakinan di sini maksudnya adalah apa yang dipercaya penderita tentang diri sendiri dan lingkungannya.

Menurut Beck, ada tiga rangkaian kognitif negatif yang bisa memicu depresi yaitu pandangan negatif terhadap diri sendiri, kecenderungan untuk menginterpretasikan pengalaman secara negatif, dan pandangan yang suram akan masa depan

Sebuah artikel Psychology Today menyebutkan bahwa depresi mengalir dari pikiran-pikiran negatif. Orang yang menderita depresi secara nggak sadar telah mengembangkan pola pikir negatif seperti yang gue sebutkan sebelumnya.

Lama-lama pola pikir ini menjadi kebiasaan dan menyebabkan mereka jatuh dalam depresi.

pikiran negatif merusak hidup

Bagaimana cara mengatasinya?

Proses mengatasi pikiran negatif ini nggak bakal kayak membalikkan telapak tangan. Butuh komitmen kuat untuk menjadikan langkah-langkah ini sebagai sebuah kebiasaan.

1. Tantang pikiran negatif lo

Saat lo sadar kalau lo sedang dikuasai distorsi kognitif pertanyakan pikiran lo sendiri untuk mengecek itu rasional atau nggak. Misalnya, distorsi kognitif lo mengatakan atasan lo cemberut hari ini karena hasil kerja lo nggak oke.

Tanya deh ke diri lo sendiri ada nggak kemungkinan lain yang menyebabkan dia cemberut? Selalu ada kemungkinan lain kan yang menyebabkan dia cemberut, bukan hanya karena hasil kerja lo itu tadi?

2. Ambil jarak dari pikiran negatif lo

Pernah nggak ada di situasi di mana lo terus mengulang-ngulang kejadian buruk yang terjadi di hari ini? Kalau begini kejadiannya, lo harus ambil inisiatif untuk memutus pikiran ini, atau nanti emosi lo akan ikutan kebawa negatif.

Caranya biarkan diri lo larut dalam pikiran negatif ini, tapi beri batasan waktu, misalnya 5 menit. Setelah itu langsung alihkan pikiran ke hal lain dan tahan diri lo untuk nggak jatuh ke pikiran negatif tadi.

Ikuti Kelas Online “Tips Jitu Berdamai Dengan Diri Sendiri” (Klik Gambar di Bawah)

CTA-Online-Class-for-Blog-Posts---Copy-01-2

Karena perhatian kita sebagai manusia lebih cenderung ke hal-hal negatif. Maka kita harus memaksakan diri untuk mengingat hal-hal yang positif sebagai penyeimbang. Lo bisa melakukan ini dengan menuliskan hal-hal yang lo syukuri hari itu di diary lo.

4. Fokus pada kelebihan lo.

Tarikan pikiran negatif akan membawa lo untuk fokus pada kelemahan-kelemahan lo dan larut merenungi kelemahan lo itu.

Sekali lagi, lo harus lawan ini dengan mulai mengalihkan fokus ke arah kelebihan-kelebihan lo. Sekali pun lo mengalami kegagalan, selalu ada kesempatan untuk bangkit lagi kan?

Mengatasi pikiran negatif sesungguhnya adalah perang melawan diri lo sendiri.

Sangat wajar kalau lo suka berpikiran negatif, karena ternyata manusia diprogram untuk peka sama hal-hal negatif. Namun, lo harus tetap waspada karena pikiran-pikiran yang sifatnya negatif rentan mengganggu kesehatan mental lo.

Karena itu, pikiran yang bersifat negatif harus dilawan. Lo bisa mengembangkan beberapa kebiasaan baru dalam berpikir untuk melawan pikiran negatif yang hinggap.

Kalau lo butuh bantuan, udah lama mengalami pikiran negatif, dan merasa gak sanggup ngejalanin sendirian. Satu Persen sendiri memiliki layanan konseling. Lo bisa diskusi sama Psikolog dan lo bakal dikasih tahu penanganan terbaik buat menangani kondisi lo. Lo juga bisa coba Tes Overthinking semisal lo merasa sering overthinking belakangan ini.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang pikiran negatif, lo bisa tonton video Satu Persen di bawah ini. Gue harap lewat membaca artikel ini ini bisa membuat lo berkembang menjadi lebih baik, seenggaknya Satu Persen setiap harinya!

pikiran negatif merusak hidup
Read More
judi

Apa Itu Moody dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Apa_Itu_Arti_Moody_dan_Bagaimana_Cara_Mengatasinya

Halo, Perseners! Kenalin aku Dyah, writer Satu Persen.

Kamu pasti sering mendengar bahwa orang moody adalah seseorang yang sering mengalami perubahan suasana hati yang tak terduga, sesaat senang kemudian dia berubah sedih secara mendadak.

Seringkali terlintas di pikiran “Ih ini orang kenapa sih perasaan tadi happy aja kok sekarang murung sih”. Banyak juga yang beranggapan perilaku moody adalah hal yang buruk, dan kalau bisa, kita harus menghindari orang-orang moody karena mereka susah untuk dihadapi.

Sebagai seorang manusia sudah sewajarnya memiliki mood sebagai respon terhadap kondisi lingkungan sekitar. Tapi bagaimana jika mood-mu berubah terlalu sering, mungkin itu adalah tanda bahwa ada yang tidak beres di dirimu.

Apakah kamu termasuk moody-an? Pengen tau caranya biar nggak moody-an? Nah artikel ini cocok buat kamu yang pengen tau jawabannya!

Jadi, moody adalah…

Menurut Cambridge Dictionary, moodiness atau moody adalah kualitas berubahnya suasana hati  tiba-tiba dan menjadi marah atau tidak bahagia dengan mudah.

Menurut istilah dalam psikologi moody adalah ketika seseorang suka murung, sedih, tidak nyaman. Ketidakstabilan mood ini merupakan masalah yang umum, namun menurut The British Journal of Psychiatry lebih banyak terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki dan banyak dialami oleh usia 16-24 tahun.

Contoh orang moody adalah ketika teman kamu pagi tadi masuk kelas ketawa-tawa, eh siangnya dia udah murung aja, terus pas mau balik dia seneng lagi.

Terus kamu juga ikutan sebel deh liat tingkah dia yang kaya gitu dan taunya dia lagi PMS (Pre-Menstrual Syndrome).

Yak, betul sekali moody juga disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya hormon dalam tubuh.

Moody karena apa, sih?

Semua orang pasti pernah mengalami moody, moody muncul sebagai respon karena dipicu suatu hal.

Beberapa teori telah diajukan oleh para peneliti tentang penyebab munculnya moody. Peneliti percaya yang menyebabkan moody adalah ketidakseimbangan dalam neurotransmitter (zat kimia di otak seperti serotonin, dopamine, noradrenaline, dan gamma-aminobutyric-GABA).

Selain itu moody biasanya disebabkan oleh berbagai hal misalnya faktor eksternal dan internal yang memengaruhi kondisi tubuh. Beberapa faktor yang bisa menyebabkan orang moody adalah :

1. Ketidakseimbangan hormon

Hormon estrogen berperan dalam perubahan suasana hati saat PMS. Pada periode ini kadar estrogen wanita naik dan turun secara drastis, sehingga hal tersebut menyebabkan perubahan mood dan perilaku.

Selain itu PMS juga menyebabkan kelelahan, perubahan nafsu makan, depresi, kembung, dll. Perubahan hormon juga terjadi pada masa kehamilan dan menopause.

Baca juga: Perempuan Lebih Mudah Depresi, Apakah Benar?

Selain itu, ada hormon lain juga dapat memengaruhi suasana hati. Hipotiroidisme, suatu kondisi di mana kelenjar tiroid tidak menghasilkan hormon yang cukup.

Tapi tenang, ini gangguan hormon yang umum kok! Ini juga dapat memengaruhi suasana hati dan menyebabkan gejala lainnya.

2. Stres dan kelelahan

Perasaan stres dan khawatir dapat menimbulkan dampak pada tubuh dan kesehatan. Salah satunya membuat perubahaan pada mood kamu.

Stres juga salah satunya disebabkan karena kelelahan. Misalnya saat kamu sedang diberikan tugas atau pekerjaan yang sangat banyak dengan deadline mendadak dan mau tidak mau kamu harus begadang sampai pagi untuk mengerjakan tugas tersebut.

Kondisi tubuh kita yang lelah dan kurang tidur membuat kemampuan otak untuk menerima informasi dan stimulus menurun.

Bagi kalian yang ingin mengetahui apakah tingkat stres kalian masih di tahap wajar atau sudah mengkhawatirkan, bisa coba tes gratis di bawah ini!

tes-tingkat-keparahan-stres

3. Gangguan kejiwaan

Kelainan atau gangguan psikologis/kejiwaan menyebabkan gejala seperti perubahan suasana hati. Contoh gangguan ini termasuk Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), depresi, gangguan bipolar, dan banyak lagi.

Mengobati kondisi ini besar akan meringankan gejala perubahan mood yang ekstrem dan gejala lain yang kamu alami.

4. Masa pubertas

Pubertas pada remaja adalah masa perubahan emosional, fisik, dan psikologis dalam kehidupan seorang anak. Pergeseran mood dan reaksi emosional biasa terjadi selama fase kehidupan ini.

Alasan dan Cara Mengatasi “Moody” (Di balik Mudah Baper dan Sensitif)

Kenapa moody tidak selalu buruk?

Hal yang menjadi buruk dari moody adalah ketika kamu sedang merasa not okay. Pada dasarnya kita hidup dalam realitas sosial di mana orang-orang lebih mewajarkan melihat seseorang bahagia dibanding sedih dan menganggap sedih itu sebuah ketidaknormalan.

Sebenarnya sedih itu nggak buruk kok, it’s okay not to be okay. Menerima bad mood itu penting untuk hidup seutuhnya (seperti semboyan Satu Persen 🙂 ).

Perubahaan mood itu normal terjadi pada manusia karena ada sebab-sebabnya, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya salah satunya hormon. Ketika kamu moody, berarti tubuh kamu sudah bekerja sesuai fungsinya.

Moody adalah suatu hal yang baik karena itu yang membuat kita menjadi seorang manusia seutuhnya. Kamu harus merasa normal walaupun kadang kamu moody.

Menurut psikiater Julie Holland orang moody adalah orang yang lebih sensitif terhadap rangsangan kecil. Bersikap moody berarti tubuh kita sedang menyesuaikan diri dengan perasaan kamu atau dengan kata lain kamu mempunyai intuisi yang hebat.

Moody bisa baik bagi diri kamu adalah ketika kamu bisa mengambil keuntungan dari perasaan moody itu. Misalnya kamu tahu dan merasa ada sesuatu yang salah, kamu harus langsung membicarakan hal itu.

Tetapi jika moody-mu terjadi terus menerus dan cukup mengganggu kehidupan sehari-hari, kamu harus mengkonsultasikan pada orang yang ahli. Salah satunya kamu bisa ikut kelas mentoring atau konseling di Satu Persen nih.

Tinggal klik gambar di bawah dan buatlah jadwal konsultasi dengan kami. Kamu bisa mendiskusikan masalah kamu dengan mentor dan psikolog kami untuk mencari jalan keluar masalah kamu.

Tapi, jika moody-mu tergolong ringan, atau tidak terjadi terus-terusan kamu bisa ikuti tips di bawah ini.

Tips: Cara Agar Tidak Mudah Moody

Belajar stress management

Stres dan kecemasan bisa membuat moody memburuk. Mempelajari stress management bisa membantu kamu untuk mengatasi moody.

Kamu bisa mencoba meditasi, deep breathing, dan yoga yang sudah terbukti bisa untuk mengelola stres. Terapi pijat atau terapi bicara mungkin juga sangat bermanfaat.

Tidur yang berkualitas

Tidur nyenyak dan berkualitas dapat menjauhkan dari banyak penyakit, termasuk mudah marah dan moody. Cobalah tidur dengan durasi 7 sampai 8 jam sudah sangat cukup.

Olahraga rutin

Berolahraga sangat baik untuk kesehatan fisik dan mental kamu. Selain itu juga bisa membantu mengobati atau menghindari perubahan suasana hati. Saat berolahraga, tubuh menghasilkan hormon endorfin yang baik untuk mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati. Cobalah olahraga ringan selama 30 menit/5 kali seminggu.

Hindari makanan mengandung kafein, alkohol, dan gula

Ketiga zat stimulan dan depresan ini bisa mengubah keadaan normal kamu dan membuat suasana hati berubah lebih buruk.

Kafein memang membuat merasa tidak letih, tetapi juga dapat memperburuk kecemasan dan kegugupan. Alkohol adalah depresan yang dapat memperburuk mood atau membuat kamu berperilaku tidak rasional. Makanan manis, meskipun lezat, dapat menyebabkan perubahan kadar gula darah Anda.

Fluktuasi ini dapat menyebabkan perubahan mood dan gejala lainnya. Kurangi sebanyak mungkin tiga makanan untuk mempertahankan mood yang stabil.

Selain itu menjauhkan diri dari pikiran negatif juga dapat menjaga moody-mu.  Jangan lupa untuk mengikuti update terbaru dari Satu Persen di instagram kami @satupersenofficial karena akan ada banyak informasi menarik tentang menjadi hidup seutuhnya yang sayang untuk kamu lewatkan. Kamu juga bisa mencoba layanan Mentoring yang ada di Satu Persen supaya kamu bisa menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi moody-mu.

Konsultasi Mentoring Psikologis

Referensi

Brome. M.R., K.E.A Saunders., P.J Harrison., and S. Marwaha. (2015). Mood instability: significance, definition and measurement. The British Journal of Psychiatry. 2015 Oct; 207(4): 2. DOI 10.1192/bjp.bp.114.158543

Mitchell, Caroline. (2017). Mood Swings: The Mindful Way: Managing Anger, Anxiety And Low Mood. United Kingdom: Sheldon Press

Forgas, Joseph Paul. (2017). Why bad moods are good for you: the surprising benefits of sadness. The Conversation. Retrieved from https://theconversation.com/why-bad-moods-are-good-for-you-the-surprising-benefits-of-sadness-75402

Holland, Kimberly. (2019). Healthline. What Causes Extreme Mood Shifts in Women?. Retrieved form https://www.healthline.com/health/mood-swings-in-women#causes

Stillman, Jessica. (2015). Why Being Moody Isn’t A Bad Thing. Inc. Retrieved from https://www.inc.com/jessica-stillman/why-being-moody-isn-t-a-bad-thing.html

Read More
judi

Cara Menyembuhkan Luka Batin

self healing
self-healing

Halo, aku Rebecca, penulis di Satu Persen.

“Kamu nggak boleh sedih, banyak loh orang yang nggak seberuntung kamu”

“Jangan grogi gitu dong, percaya diri kunci keberhasilan lho”

Kedua pernyataan di atas mungkin sering kamu dengar, baik dari teman atau bahkan diri sendiri, ketika perasaanmu sedang buruk. Kamu diminta untuk selalu berpikiran positif—harus selalu mampu melihat sisi baik dalam segala hal.

Niatnya mungkin baik, supaya kamu dapat lepas dari segala emosi negatif dengan melihat aspek-aspek yang perlu disyukuri dalam hidupmu.

Namun, entah mengapa, kamu justru merasa lebih sedih dan tertekan mendengarnya. Mengapa ya demikian? Sebenarnya, apa sih hal yang benar-benar mampu membuatmu merasa lebih baik?

Self-healing adalah kunci merasa lebih baik

Ternyata, menyembuhkan perasaaan yang kurang menyenangkan itu sumbernya tetap dari diri sendiri, lho. Artinya, apapun pengaruh di luar dirimu yang diberikan terhadapmu untuk membuatmu merasa lebih baik, pandanganmulah yang menentukan apakah pengaruh itu berhasil atau tidak.

Bagaimana caramu melihat suatu masalah dan perasaanmu saat menghadapi masalah itu adalah aspek yang berperan penting untuk memulihkan kondisimu. Oleh karena itu, self healing sebenarnya adalah kunci untuk pemulihan diri.

Kemudian, otak kita juga memiliki mekanisme untuk mengatasi emosi negatif. Jika kamu sering mendengar quotes “Waktu dapat menyembuhkan luka”, sebenarnya penyembuhnya bukan waktu, melainkan kamu sendiri.

Lho, kok bisa? Yap, dengan tindakanmu melupakan dan berdamai dengan itu seiring berjalannya waktu. Melalui tindakan demikian, otak kita membantu kita lepas dari perasaan-perasaan buruk dan lekat dengan perasaan-perasaan baik yang bermakna untuk kita.

Dalam menanggapi pengalaman yang kurang mengenakkan, otak kita secara otomatis kerap mencari alasan untuk membuatnya seakan keputusan yang tepat. Bahkan, otak kita juga kerap menambahkan bumbu-bumbu di ingatan kita sehingga ingatan-ingatan kita terkenang makin baik.

Makanya, kadang nostalgia masa lalu itu terasa sangat manis, bahkan jauh lebih manis dari saat kita benar-benar merasakannya saat itu. Intinya, sebenarnya kita sendiri sudah punya “alat” untuk mengatasi hal tersebut, lho.

Baca juga: Toxic Positivity: Niatnya Baik, Malah Bikin Buruk

Namun, Mengapa Rasanya Sulit?

Kuncinya hanya satu: Kamu harus sadar bahwa mekanisme ini butuh proses. Kita tidak akan merasa lebih baik dengan memaksa diri kita menjadi baik saat itu juga.

Kata-kata seperti yang disampaikan dalam ilustrasi di atas justru tidak akan membantu kita menerimanya dengan baik, tetapi justru membuat kita menyangkal situasi yang ada.

“Aku nggak boleh sedih, aku harus bersyukur. Perasaan sedihku itu salah” justru tidak akan membuatmu berhasil bersyukur saat itu juga, malah akan membuatmu makin tertekan dan tenggelam dalam kesedihan.

Kamu tertekan karena merasa helpless— tidak mampu melakukan yang seharusnya kamu kerjakan. Kamu sedih karena kamu tidak dapat memenuhi standar yang seharusnya bisa kamu lakukan.

Itu membuatmu merasa lemah dan payah. Situasi ini akan membuatmu jauh tidak baik.

Lalu kamu bertanya, bukankah memang yang diharapkan adalah agar aku tidak sedih ya? Mengapa cara itu salah?

Yap, benar. Kita mengharapkan suatu saat emosi negatif akan berganti positif. Namun, kamu harus tahu, bahwa emosi negatif itu pasti ada—malah merupakan emosi yang wajar sebagai tanggapan dari suatu kejadian. Mau sekuat apapun kamu memaksanya untuk hilang dari dirimu, emosi negatif juga adalah respons dari tubuhmu akibat suatu impuls dan hal ini sangat biasa terjadi.

Baca juga: Pikiran Negatif Merusak Hidup Positif

Justru, ketika kamu memaksanya hilang, kamu mengambil posisi melawan respons alami yang tidak dapat dihilangkan dan bahkan melawan dirimu sendiri.

Kenyataan ini membuatmu semakin tertekan dan semakin sedih. Perasaan helpless, lemah, payah, dan perasaan lainnya justru akan membuatmu merasa semakin buruk.

#36 – Manajemen Emosi – Satu Persen Podcast

Tapi, Dunia Ini Tidak untuk Orang Lemah Sepertiku?

Pertanyaan ini sering sekali muncul karena kita punya konsep diri ideal yang sangat rinci dan terdengar hebat—kadang malah terdengar tidak manusiawi. Kamu merasa harus terdengar hebat, kuat, dan optimis dalam keadaan apapun karena itu yang dicirikan dalam diri orang hebat.

Karena kamu berpikiran seperti ini, kamu menghambat dirimu untuk mengekspresikan apa yang benar-benar kamu rasakan secara bebas. Kamu berusaha senang meskipun sebenarnya kamu tidak senang dan kamu takut mengungkapkan itu kepada orang lain.

Hal ini, dinyatakan dalam Dr. Max Hammer dalam bukunya Psychological Healing Through Creative Self-Understanding and Self-Transformation, memicu rasa hampa dan ketidakpuasan dalam hidup. Alhasil, rasa sedihmu justru bertambah.

Baca juga: Mengatasi Rasa Hampa dan Kosong

Lalu, Bagaimana Cara Melakukan Self Healing?

Menurut professor psikologi klinis, Max Hammer, PhD,  ada beberapa hal nih yang bisa kamu lakukan untuk memaksimalkan kemampuan self-healing-mu agar merasa lebih baik. Berikut tiga cara yang bisa kamu lakukan:

1. Jujurlah kepada diri sendiri

Kamu sekarang tahu bahwa emosi negatif adalah suatu hal yang juga bagian dari hidupmu dan manusia lainnya. Jadi, jujurlah kepada diri sendiri ketika kamu merasakannya.

Kamu tidak perlu menutupi perasaanmu karena embel-embel “seharusnya kan” yang ada di sekitarmu—atau bahkan dalam dirimu sendiri. Apapun yang kamu rasakan, coba untuk menerima perasaan itu.

2. Maknai terhadap yang kamu rasakan

Apa pun yang terjadi dalam hidup ini sering berada di luar kontrol kita. Namun, ada satu hal yang bisa kita kendalikan, yaitu cara kita memandangnya. Segala kesedihan yang kita rasakan dapat kita jadikan pelajaran berharga dengan memandangnya sebagai tahap untuk menjadikan kita lebih baik.

Setelah kamu jujur dengan perasaanmu sendiri, kamu dapat melakukan stop and think, diam sejenak dan berpikir sejenak, tentang apa yang kamu rasakan dan apa yang menurutmu memicu perasaan itu.

Misalnya, ketika kamu marah, kamu dapat mencari penyebab amarahmu itu. Apakah itu karena kamu merasa dikucilkan? Apakah itu karena kamu lelah dengan situasi yang telah terjadi setelah bertubi-tubi?

Lalu, apakah yang dapat kamu pelajari dari tindakan marahmu itu? Apakah kamu rasa marah membuatmu berhasil menyatakan apa yang ada di dalam benakmu dengan baik? Atau, justru itu tidak berhasil menyampaikan pesan yang kau maksud?

Pemahaman bahwa segala yang terjadi punya maksud dan tujuan dapat membuatmu merasa lebih baik. Mencari makna bukanlah hal yang mudah, kamu sangat boleh berbagi cerita dengan teman yang kamu percaya atau berkonsultasi dengan psikolog untuk membantumu lebih baik dalam melakukannya.

Baca juga: Cara Mengontrol Emosi

3. Lepaskan kesedihan masa lalu

Setelah kamu menemukan makna dari kesedihanmu itu, barulah kamu dapat move on dengan baik. Ingat, jangan berusaha melepaskan kesedihan sebelum memulai dua tahapan di atas. Itu namanya bukan melepaskan kesedihan, tetapi melarikan diri.

Mencari kegiatan yang memuaskan dirimu secara sementara tanpa benar-benar berdamai dengan keadaanmu memang rasanya menenangkan, tetapi ketenangan itu tidak akan berlangsung lama.

Akibatnya, kamu justru akan ketergantungan dengan pelarianmu itu setiap kali teringat perasaaan burukmu. Jadi, pastikan kamu sudah benar-benar berdamai sebelum melepaskan, ya!

Nah, sekarang kamu sudah tahu bahwa menyembuhkan perasaan negatif itu datangnya dari diri sendiri. Meskipun demikian, untuk dapat melakukan pemaknaan dengan baik, kamu juga dapat meminta bantuan teman atau psikolog dengan mengikuti Konseling di Satu Persen untuk membantumu melihat persoalan dengan lebih baik.

Kamu bisa mengetahui kondisi kesehatan mentalmu belakangan ini dengan mencoba Tes Sehat Mental. Selain itu, kamu juga bisa ikutan layanan kelas online dari Satu Persen. Di sini kamu akan mendapatkan akses video yang bisa kamu tonton kapanpun dan di manapun! Caranya gimana? Cek aja gambar di bawah ini!

Kelas-online-berdamai-dengan-diri-sendiri

Untuk membantumu move on dengan baik, kamu bisa membaca artikel Satu Persen tentang move on. Kamu juga dapat belajar lebih lanjut tentang bagaimana menghargai diri sendiri dengan nonton video di bawah ini.

Mengatasi emosi negatif memang sulit, tetapi semoga artikel ini bisa membantu kamu menjadi lebih baik, setidaknya Satu Persen setiap hari menuju #HidupSeutuhnya!

self-healing

Referensi:

Hammer, D. J., & Butler, D. C. (2014). 1. In D. Hammer (Author), Psychological Healing Through Creative Self-Understanding and Self-Transformation (pp. 1-46). Houston, Texas: Publish on Demand Global LLC.

Selective Memory – Why Do We Remember Some Things And Not Others? (2018, April 16). Retrieved July 26, 2020, from https://exploringyourmind.com/selective-memory-why-do-we-remember-some-things-and-not-others https://exploringyourmind.com/selective-memory-why-do-we-remember-some-things-and-not-others/

Read More
judi

Apa Bedanya Mood Swing dan Bipolar?

mood swing bipolar

Setiap dari kamu bisa dibilang pernah mengalami perubahan suasana hati, alias mood dalam sehari-harinya. Ada kalanya kamu merasa bahagia, namun ada kalanya juga kamu merasakan kesedihan. Sebagai manusia, merupakan sesuatu yang wajar bagi kamu dalam merasakan berbagai emosi tersebut. Hal itu lah yang membedakan kamu dengan robot, yang gak bisa merasakan itu.

Akan tetapi, perubahan mood yang begitu cepat juga patut kamu waspadai. Misalnya saja, kamu lagi nongkrong sama teman-teman di suatu coffee shop. Entah kenapa, tiba-tiba kamu merasa sedih tanpa alasan yang jelas. Padahal, sebelumnya kamu lagi merasa bahagia bertemu dengan mereka. Alhasil, perubahan mood tersebut jadi mengganggu dirimu pas sama teman-teman deh sob!

Kalo lo pernah begitu, tandanya mungkin lo mengalami mood swing, alias perubahan mood yang cepat. Namun, masih banyak orang menyamakan itu dengan bipolar, yang sejatinya memiliki makna berbeda. Maka dari itu, aku bakal mencoba menjelaskan apa itu mood swing dan bipolar melalui tulisan ini. Penasaran? Yuk simak sampai habis!

Mengenal Mood Swing

Mungkin sebagian dari kamu udah ada yang pernah dengar istilah mood swing. Salah satunya mungkin melalui media sosial yang kalian gunakan sehari-harinya. Namun, masih banyak dari kamu yang mungkin masih asing dengan istilah ini. Maka dari itu, aku bakal ngebahas definisi dari mood swing terlebih dahulu sebelum lebih jauh.

Nah, mood swing merupakan suatu perubahan mood atau suasana hati dirimu secara tiba-tiba dan tanpa alasan yang jelas. Ini salah satunya disebabkan oleh perubahan level hormon dalam dirimu. Mulai dari akibat PMS, jam tidur yang berantakan, sampai pola makan yang kamu miliki sehari-harinya. Alhasil, kamu mengalami perubahan mood yang begitu cepat.

Sebenarnya, mood swing merupakan hal yang wajar bagi dirimu ketika mengalaminya dalam sehari-hari. Karena menurut Grohol, psikolog asal Amerika Serikat, mengatakan bahwa semua orang di dunia bisa dibilang pernah mengalami itu dalam hidup. Mulai dari anak muda, orang dewasa, sampai orang tua pun pernah mengalaminya. Oleh karena itu, mood swing masih dikatakan wajar selama gak mengganggu dirimu dalam sehari-harinya.

Terus, gimana kalo misalnya mood swing telah mengganggu keseharianmu? Nah, itu tandanya lo mengalami mood swing yang berlebihan, dan gak bisa lo biarkan begitu saja sob! Salah satunya dikarenakan dapat berdampak pada kesejahteraan diri lo, baik fisik maupun mental. Mulai dari sering merasa kelelahan, sampai sulit fokus terhadap suatu hal. Oleh sebab itu, penting bagi kamu untuk memahami arti dari mood swing, dan penyebabnya.

Mood Swing Berbeda dengan Bipolar

Banyak yang beranggapan ketika seseorang mengalami mood swing, maka ia mengalami gangguan bipolar. Padahal, dua hal itu memiliki makna yang berbeda, serta gejala yang berbeda pula. Oleh karena itu, kamu perlu memahami apa sebenarnya arti dari gangguan bipolar.

Nah, secara umum, bipolar diartikan sebagai sebuah gangguan yang ditandai dengan perubahan mood yang ekstrim. Ketika seseorang mengalami bipolar, mereka seolah-olah sedang menaiki sebuah roller coaster. Awalnya sih merasa sangat bahagia, tetapi kemudian merasakan sedih yang mendalam. Gangguan bipolar sendiri secara umum dibagi menjadi dua, yaitu:

1. Bipolar I

Bipolar I biasanya ditandai dengan adanya episode mania, yaitu kondisi dimana kamu lagi merasa berenergi dalam suatu waktu. Hal itu dapat dikatakan sebagai gangguan bipolar jika kamu gak lagi berada di bawah suatu pengaruh. Entah itu obat-obatan, alkohol, atau kondisi medis yang kamu miliki. Hal itu lah yang menjadi ciri dari orang yang mengalami gangguan Bipolar I.

Misalnya, gak ada angin dan hujan, tiba-tiba kamu ingin berantem dengan seseorang yang baru kamu kenal. Padahal, kamu gak punya masalah sama sekali dengan orang itu, dan dia merupakan orang baik-baik. Selain itu, kamu pun gak lagi sedang mengkonsumsi alkohol saat itu. Jika begitu, kemungkinan kamu mengalami gangguan Bipolar I sob!

2. Bipolar II

Sedangkan bipolar II, memiliki ciri mengalami episode depresi yang berdurasi selama dua minggu. Ini biasa ditandai oleh sering merasa sedih, jam tidur yang gak normal, sampai kehilangan ketertarikan akan suatu hal yang kamu sukai. Selain itu, orang dengan gangguan Bipolar II seringkali didiagnosa depresi oleh profesional kesehatan mental. Hal itulah yang menjadi ciri orang yang mengalami gangguan Bipolar II.

Misalnya, belakangan kamu memiliki jam tidur yang gak teratur dalam sehari-hari. Kadang tidurnya cepet jam 9 malam, namun tak jarang tidur jam 3 pagi. Dari situ, kamu jadi sering berubah-ubah mood nya. Nah, kalo kamu begitu, tandanya kamu mengalami gangguan bipolar II sob!

#20 – Mengenal Gangguan Bipolar – Satu Persen Podcast x Bipolar Care Indonesia

Cara Menghadapi Mood Swing

Maka dari itu, penting bagi kamu untuk melatih self-awareness, alias mengenali diri dengan baik sehari-harinya. Itu bertujuan guna menyadari emosi apa yang lagi kamu rasakan dalam menghadapi mood swing. Entah itu emosi bahagia, kecewa, sampai kesedihan yang kamu rasakan. Nah, terdapat berbagai cara yang bisa kamu lakukan untuk menyadari emosi diri. Di antaranya:

Kamu bisa mencoba menulis diary, alias tulisan harian tentang apa yang kamu alami setiap malam hari. Entah itu di buku catatan, laptop, sampai notes handphone yang kamu miliki. Hal ini bertujuan untuk mengenali emosi yang lagi kamu rasakan di hari tersebut. Dari situ, kamu jadi tahu apa penyebab dirimu mengalami mood swing. Dengan begitu, ini bisa membantumu untuk menghadapi itu dengan baik deh!

Misalnya, kamu lagi merasa mood swing dalam suatu hari. Akibatnya, kamu jadi ngomel-ngomel gak jelas sama orang terdekatmu, seperti pacar tercinta. Nah, kamu bisa mencoba menulis diary apa yang membuatmu mood swing hari ini melalui notes handphone. Selain itu, kamu juga bisa menulis apa saja yang membuatmu bersyukur hari ini, yang mungkin saja kamu lupakan. Harapannya, menulis diary harian bisa membantumu menghadapi mood swing dengan baik sob!

2. Menjaga Kesehatan Fisik

Selain itu, kamu bisa mencoba menjaga kesehatan fisik mu dalam sehari-harinya. Mulai dari menjaga pola makan, berolahraga, sampai beristirahat yang cukup. Dari situ, ini dapat berguna bagi kamu untuk mengendalikan stress, serta menurunkan tekanan darah. Dengan begitu, ini bisa membantumu menghadapi mood swing dengan baik deh!

Misalnya, kamu lagi merasa mood swing karena stress soal pekerjaan di kantor. Dari situ, lo merasa jadi gak mood bekerja, yang membuat produktivitas mu menurun. Nah, kamu bisa mencoba menjaga kesehatan fisikmu guna menghadapi mood swing. Salah satunya dengan berolahraga yang teratur tiap minggunya. Harapannya, menjaga kesehatan fisik bisa membantumu dalam menghadapi mood swing sob!

Baca Juga : Pentingnya Olahraga Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri

3. Konsultasi dengan Profesional Kesehatan Mental

Jika dua cara sebelumnya belum berhasil, kamu bisa mencoba berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental, seperti psikolog dan psikiater. Ini tentunya hal yang wajar untuk dilakukan, sebab ada kalanya kamu gak bisa menghadapi suatu masalah sendirian. Selain itu, berkonsultasi juga bisa membantumu dalam memahami masalah yang kamu miliki. Dengan begitu, ini bisa membantumu dalam menghadapi mood swing deh sob!

Misalnya, kamu merasa mood swing mu gak hilang-hilang walaupun telah menulis diary harian dan berolahraga yang rutin. Nah, kamu bisa coba berkonsultasi dengan psikolog untuk menghadapi itu. Dari situ, kamu bisa mendapatkan solusi yang pas mengenai mood swing mu itu. Harapannya, berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental bisa membantumu dalam menghadapi mood swing sob!

Perlu diingat, hanya profesional kesehatan mental yang bisa mendiagnosa seseorang mengalami mood swings atau gangguan bipolar. Oleh karena itu, hindari buat self-diagnose, alias mendiagnosa diri kamu sendiri. Kalo kamu merasakan gejalanya, cobalah untuk mendatangi mereka untuk meminta bantuan. Dengan begitu, kamu bisa memperoleh cara yang tepat untuk menghadapi gangguan yang kamu miliki sob! Misalnya, dengan ikut layanan konseling di Satu Persen.

Nah, sekarang Satu Persen juga nyediain layanan Konseling 1-on-1 sama Psikolog. Di konseling ini kamu bakal dapet tes psikologi, juga asesmen pra-konseling untuk bisa tau hal-hal apa aja yang bisa memicu. Diakhir kamu akan mendapat worksheet dan terapi yang bakal disesuaiin sama hasil tes dan asesmen supaya bisa ngebantu kondisi kamu secara sesuai.

Kalau kamu ingin mengetahui kondisi kesehatan mental kamu akhir-akhir ini, kamu bisa mencoba Tes Sehat Mental. Jangan lupa buat terus pantengin informasi dari kita dengan follow instagram Satu Persen di @satupersenofficial. Selain itu, kamu juga bisa nonton video YouTube Satu Persen tentang “Mengenal Perbedaan Mood Swings dan Bipolar (Gangguan Bipolar)”. Semoga kamu berkembang menjadi lebih baik, seenggaknya Satu Persen setiap harinya.

Part--1---Introduction-to-Digital-Marketing-4

Referensi

Kilburn, M. (2018, April 13). 7 causes of mood swings. A.Vogel. https://www.avogel.co.uk/health/stress-anxiety-low-mood/7-causes-of-mood-swings/

Grohol, John M. (2018, October 8). All About Mood Swings. Psych Central. https://psychcentral.com/lib/all-about-mood-swings/Macdonald, A. (2010, September 13). Distinguishing depression from normal adolescent mood swings. Harvard Health Publishing.

Read More
judi

Penyebab Capek Secara Emosi

emotional burnout

Stress bisa dibilang merupakan sesuatu yang tak terhindarkan bagi kamu dalam menjalani kehidupan. Sejatinya, stress merupakan hal yang penting buat kamu miliki, guna memotivasi dirimu untuk jadi lebih baik. Namun, jika berlebihan, itu bisa membawa dampak negatif terhadap kesejahteraan dirimu, baik fisik maupun mental.

Kalo kamu pernah begitu, tandanya kamu mungkin mengalami emotional burnout. Tentunya itu gak bisa dibiarkan begitu saja, sebab dapat mengganggu kehidupan kamu sehari-hari. Nah, lewat tulisan ini, aku bakal coba ngebantu kamu buat memahami emotional burnout, dan cara menghadapinya. Penasaran? Yuk simak sampai habis!

Apa Itu Emotional Burnout

Emotional burnout, atau kelesuan emosional adalah suatu keadaan psikologis negatif yang kamu alami dalam berkehidupan sehari-hari. Ini biasanya ditandai oleh gejala fisik, tingkah laku, serta proses kognitif yang kamu miliki. Selain itu, emotional burnout juga membuat kamu jadi lebih sensi, alias mudah terpancing emosinya.

Pas ngalamin emotional burnout, biasanya kamu bakal merasa kehabisan energi buat mengerjakan suatu hal. Entah itu mengerjakan tugas kuliah, deadline pekerjaan, sampai menjalin hubungan dengan orang lain. Hal itu dikarenakan akumulasi stress yang kian menumpuk sehari-harinya, sehingga membuatmu lelah secara mental. Alhasil, akumulasi itulah yang menyebabkan emotional burnout dalam diri kamu sob!

Penting buat kamu ketahui bahwa emotional burnout berbeda dengan stress yang biasa kamu alami. Seperti yang telah disinggung, stress bisa dibilang diperlukan oleh dirimu, dan jangka waktunya pun sebentar. Sedangkan emotional burnout, biasanya bertahan dalam jangka yang lebih lama saat kamu mengalaminya. Alhasil, ini dapat mengganggu fungsi otak, dan menurunkan interaksi sosial kamu deh!

Maka dari itu, emotional burnout merupakan suatu hal yang gak bisa kamu biarkan begitu saja. Salah satunya itu dapat mengganggu well-being, alias kesejahteraan diri yang kamu miliki. Hal ini juga dapat dialami oleh semua orang, apapun rentang usianya. Karena itu, emotional burnout bukanlah sesuatu yang dapat dihindari, melainkan perlu diatasi dengan baik sob!

Tanda-Tanda Emotional Burnout

Nah, seringkali mungkin kamu gak menyadari jika dirimu mengalami burnout dalam sehari-hari. Hal itu dikarenakan gangguan satu ini merupakan sesuatu yang tak terlihat secara mata. Oleh karena itu, ibaratkan orang sakit, emotional burnout juga memiliki tanda-tanda yang perlu diperhatikan, yaitu:

1. Merasa Lelah yang Terus Menerus

Perasaan lelah merupakan sesuatu yang normal untuk dialami, sebab ada kalanya mungkin tenaga kamu terbatas. Namun, jika terus menerus, ini merupakan sesuatu yang patut kamu waspadai. Dari situ, kamu mungkin jadi gak nafsu makan, susah berkonsentrasi, sampai pola tidur yang berantakan.

2. Emosi yang Tidak Stabil

Emosi sejatinya merupakan sesuatu yang normal untuk dirasakan, apapun bentuknya. Mulai dari emosi bahagia, sedih, sampai marah yang kamu rasakan. Namun, Itu menjadi sesuatu yang gak normal ketika emosi kamu mudah berubah-ubah. Misalnya, yang awalnya lagi merasa bahagia, tiba-tiba sedih tanpa alasan yang jelas.

Dalam pekerjaan, performa kerja merupakan sesuatu yang fluktuatif, alias naik turun. Ada kalanya kamu bersemangat, namun ada kalanya juga semangat kamu lagi turun. Namun, kamu perlu waspada jika tiba-tiba performa mu menurun drastis dalam melakukan pekerjaan. Misalnya, yang biasanya rajin dalam bekerja, belakangan jadi sering malas-malasan buat ke kantor.

Interaksi sosial merupakan sesuatu yang dibutuhkan bagi setiap kamu dalam menjalani kehidupan. Mulai dari interaksi dengan keluarga, teman-teman, sampai pasangan yang kamu miliki. Oleh sebab itu, kamu perlu waspada jika kamu merasa interaksi sosial mu menurun. Misalnya, yang biasanya seneng nongkrong, belakangan jadi males buat keluar rumah.

5. Kehilangan Harapan Akan Suatu Hal

Harapan bisa dibilang sebagai sesuatu yang penting bagi kamu dalam mencapai suatu hal. Melalui itu, kamu jadi termotivasi untuk melakukan yang terbaik guna mencapainya. Maka dari itu, kamu patut waspada jika belakangan merasa kehilangan harapan akan suatu hal. Misalnya, seperti kehilangan harapan mengenai status percintaan di masa depan.

Cara Mengatasi Emotional Burnout

Terdapat beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi emotional burnout. Di antaranya:

1. Menerima Keadaan

Alasan kenapa suatu masalah sulit diselesaikan karena mungkin kamu bersikap denial, alias menolak realitas yang ada. Salah satunya mungkin disebabkan oleh perasaan malu untuk mengakui hal itu. Maka dari itu, kamu bisa mencoba menerima keadaan yang dirimu, termasuk emotional burnout yang lagi kamu rasakan. Ini bertujuan untuk memahami apa yang sebenarnya lagi kamu rasakan. Harapannya, menerima keadaan dapat membantumu menghadapi emotional burnout dengan baik! Misalnya, kamu lagi merasa emotional burnout karena masalah keluarga yang tak kunjung selesai. Nah, kamu bisa mencoba untuk menerima keadaan keluargamu itu, lewat menghindari sikap denial.

2. Identifikasi Penyebabnya

Setelah itu, kamu bisa mencoba mengidentifikasi apa penyebab dari emotional burnout yang kamu rasakan. Entah itu karena deadline yang menumpuk, omelan dari atasan, sampai masalah dengan rekan kerja yang kamu alami. Ini bertujuan agar kamu bisa mencari langkah yang tepat untuk menghadapi hal itu. Misalnya, belakangan kamu lagi merasa burnout di lingkungan tempat kamu bekerja. Kamu bisa coba identifikasi apa alasan dibalik hal itu, seperti misalnya karena deadline pekerjaan yang kian menumpuk tiap harinya.

3. Kurangi Aktivitas

Seringkali emotional burnout yang kamu alami mungkin dikarenakan aktivitas mu yang terlalu padat. Entah itu perihal akademis, kegiatan di kampus, sampai bucin dengan pasangan tercinta. Oleh sebab itu, kamu bisa coba kurangi aktivitas yang ada, salah satunya melalui menyusun skala prioritas. Misalnya, kamu lagi merasa burnout akibat terlalu banyak aktivitas di kampus. Nah, kamu bisa mencoba mengurangi aktivitas itu, melalui menyusun skala prioritas. Mulai dari penting, gak terlalu penting, serta penting tapi gak mendesak.

4. Menciptakan Gaya Hidup Sehat

Ada kalanya gaya hidup yang kurang sehat mempengaruhi pola pikir dirimu sehari-harinya. Mulai dari kebiasaan merokok, jarang berolahraga, sampai jam tidur berantakan yang kamu miliki. Maka dari itu, kamu bisa mencoba menciptakan gaya hidup yang sehat guna menjaga kesejahteraan diri, baik fisik maupun mental. Misalnya, kamu belakangan lagi sering ngantuk pas lagi jam mata kuliah di kampus. Dari situ, nilai ujianmu pun jadi anjlok, dan membuat dirimu jadi emotional burnout. Nah, kamu bisa mencoba menciptakan gaya hidup sehat untuk menghadapi hal itu. Salah satunya melalui merubah pola tidur yang kamu miliki.

5. Meminta Dukungan Kepada Orang Lain

Sebagai makhluk sosial, menjadi sesuatu yang wajar bagi kamu untuk membutuhkan orang lain sehari-harinya. Oleh sebab itu, kamu bisa mencoba meminta dukungan kepada orang lain pas lagi merasa kesulitan. Misalnya, kamu lagi merasa emotional burnout akibat beban kuliah yang makin hari kian berat. Nah, kamu bisa mencoba meminta dukungan orang lain, seperti kepada pasangan tercinta.

Ingat, emotional burnout bukanlah suatu aib yang harus kamu tutup-tutupi sehari-harinya. Hal ini  merupakan sesuatu yang normal bagi kamu saat merasakannya. Oleh sebab itu, cobalah jujur dengan diri sendiri mengenai apa yang sedang kamu rasakan. Jika kesulitan bahkan menggangu kehidupan kamu, jangan ragu untuk meminta bantuan orang lain, seperti misalnya konseling di Satu Persen.

Satu Persen nyediain layanan Konseling 1-on-1 sama Psikolog. Di konseling ini kamu bakal dapet tes psikologi, asesmen pra-konseling, berikutnya kamu juga bakal dapet worksheet dan terapi yang nantinya akan disesuaiin sama hasil tes dan asesmen supaya bisa ngebantu kondisi kamu secara tepat.

Kamu bisa daftar layanan ini di https://1persen.link/konselingpsikolog-1

Aku sarankan kamu juga mencoba Tes Tingkat Stres supaya kamu tahu memiliki gambaran apakah kamu sedang stres atau gak. Semoga tulisan ini bisa membantumu dalam menghadapi emotional burnout ya sob!

Jangan lupa buat terus pantengin informasi dari kita dengan follow instagram Satu Persen di @satupersenofficial. Selain itu, kamu juga bisa nonton video YouTube Satu Persen tentang “Kenali Tanda-Tanda Kamu Sedang Stres (3 Cara Mengatasi Stres Part 3)” di bawah ini. Aku harap lewat membaca artikel ini ini bisa membuat kamu berkembang menjadi lebih baik, seenggaknya Satu Persen setiap harinya. Aku Fathan dari Satu Persen, thanks!

Referensi

Ciampi, Robert C. (2019). Stress and Burnout. Retrieved by https://www.psychologytoday.com/intl/blog/when-call-therapist/201912/stress-and-burnout

Read More
judi

Niat Berbuat Baik, Malah Bikin Buruk

toxic positivity
Satu Persen – Kenali Toxic Positivity

Respon apa sih yang kamu kasih ke lawan bicaramu ketika mereka sedang memiliki masalah kemudian bercerita denganmu?

Mungkin jawaban yang sering kali kamu berikan adalah “semangat lah jangan gampang nyerah”, “yaelah bersyukur masih banyak diluar sana yang punya masalah lebih berat”, “uda pikir positif aja kamu pasti bisa”, dan jawaban positif lainnya.

Apa kamu seperti itu?

Apakah jawaban tersebut menurutmu bagus untuk kamu sampaikan saat lawan bicaramu sedang ada masalah atau malah justru kebalikannya?

Bagi kamu yang mempunyai masalah, apakah jawaban tersebut malah justru membuatmu kecewa dan merasa beban yang dihadapi semakin berat?

Ya bener banget, memberi jawaban positif gak selalu membuat situasi menjadi positif juga. Tanpa kamu sadari bisa jadi efeknya malah negatif untuk lawan bicaramu. “Bukannya memberi semangat atau sekedar saran positif ketika lawan bicara memiliki masalah malah justru baik ya?”

Well, tidak sepenuhnya salah, tetapi yang perlu kamu perhatikan sebelum memberikan saran tersebut adalah apakah kamu sudah mengetahui permasalahannya secara detail dengan membiarkannya bercerita padamu tanpa kamu potong dengan memberi saran atau nasehat positifmu?

Kebanyakan dari kita memberikan saran-saran yang positif tanpa mengetahui akar permasalahannya atau selalu memberikan saran positif yang terkadang baik untuk kita pribadi tapi belum tentu baik untuk lawan bicaramu tanpa kamu sadari, coba pikirkan apakah dirimu seperti itu?

Jika kamu orang seperti itu maka kamu masuk dalam kategori “Toxic Positivity” dan selamat karena kamu berada pada artikel yang tepat dimana artikel ini akan membahas tentang mengenal “Toxic Positvity” dalam kehidupan.

Apa Itu Toxic Positivity?

Toxic Positivity sederhananya adalah kebiasaan yang membuat kamu selalu melihat suatu kondisi dari sisi positif apapun keadaannya, dimana pikiran negatif dalam dirimu berusaha untuk dihilangkan atau dimatikan dengan saran yang membangun seperti di atas. Padahal, tak jarang kamu malah akan semakin kesal dan muak ketika mendengarkan saran tersebut.

Saran-saran postif yang diterima oleh otakmu akan memaksa kamu untuk selalu berpikir positif terhadap berbagai situasi. Tentunya kondisi ini tidak baik karena otak akan secara tidak sadar terhipnotis dengan saran tersebut sehingga akan berdampak kepada kinerja otakmu yang akan merespon suatu masalah mungkin akan menjadi baik-baik saja. Hal ini cepat atau lambat bisa mematikan respon kewaspadaanmu terhadap situasi atau kondisi buruk yang akan menimpamu.

Memberikan kata positif kepada seseorang yang sedang memiliki suatu masalah bukan seketika menjadikan orang tersebut dapat berpikiran positif seperti apa yang kita harapkan. Menurut pernyataan Wood et.al (2009) dalam jurnalnya Psychological Science menyatakan bahwa memberikan kata-kata positif ke lawan bicara yang sedang terkena masalah dapat membuat lawan bicara merasa tidak dihargai dan dinilai sebagai sikap meremehkannya.

Efek yang ditimbulkan lainnya adalah respon emosi negatif dalam dirimu akan sebisa mungkin diredam dengan saran-saran positif seperti diatas yang perlahan akan menimbulkan gangguan kesehatan mental pada dirimu seperti stress berkepanjangan. Ini bisa muncul akibat rendahnya sensitivitas otak kita dalam mengatasi emosi negatif baik itu yang ditimbulkan dari rasa sedih ataupun kecewa yang membuat otak kita terus-menerus berpura-pura bahagia sepanjang waktu.

Baca Juga : Body Positivy Malah Jadi Toxic Positivy

Dampak dari Toxic Positivity

Melakukan toxic positivity bisa menimbulkan beberapa dampak mulai dari yang ringan sampai berat diantaranya sebagi berikut.

1. Membohongi diri sendiri

Kamu akan berusaha memupuk rasa bahagia dan bersikap positif yang semu, ketika ini dibiarkan kamu akan cepat atau lambat akan semakin memicu stress. Dilansir dari Psychology Today berusaha untuk menyangkal dan membohongi emosi negatif akan berdampak pada  membuat emosi menjadi jauh lebih besar.

2. Hubungan negatif dengan orang lain

Ketika kamu terus-menerus menjadi pendengar yang buruk dengan selalu memberikan saran-saran positif tanpa mengetahui akar permasalahan lawan bicaramu maka kamu akan cepat kehilangan kepercayaannya. Hubunganmu akan menjadi negatif dan kamu akan cepat ditinggalkan karena kamu dianggap toxic baginya.

3. Mengisolasi diri

Dengan bersikap denial pada rasa negatif yang dirimu alami secara tidak sadar kamu akan kehilangan koneksi dan kontrol terhadap dirimu sendiri. Tidak mengenali diri sendiri merupakan salah satu penyebab ketidakbahagiaan dalam hidup, membohongi diri sendiri juga akan mempersulit kamu dalam bersosialisasi kedepannya.

Baca Juga: Body Positivity Malah Jadi Toxic Positivity

4. Menimbulkan rasa tidak percaya diri

Berusaha membohongi diri sendiri membuat kamu akan merasa tidak percaya diri. Hal ini terjadi akibat perasaan malu yang timbul akibat toxic positivity yang kamu lakukan pada dirimu sendiri. Pelaku toxic positivity akan menyangkal emosi negatif yang ada pada dirinya di depan orang lain. Mereka akan sering berkata seperti “bagaimana jika orang tau bahwa aku seperti ini… apa yang akan mereka pikirkan”. Ketika emosi negatif ini meluap, kamu umumnya pasti akan merasa malu dan berusaha sembunyi dari keadaan.

5. Stress berkepanjangan

Pelaku toxic positivity dalam jangka panjang akan mengalami stress, hal ini terjadi akibat perasaan menyangkal emosi negatif yang ada pada dirinya menyebabkan buruknya pengelolaan stress yang ia miliki. Padahal dengan menerima emosi negatif tersebut membuat kamu lebih bisa mengendalikan diri sehingga mengoptimalkan sistem pengelolaan stress yang tubuh kamu miliki.

Cara Mengelola Stres (Stress Management) 

Cara Menghilangkan Sifat Toxic Positivity

Pelaku toxic positivity bisa terjadi dalam situasi apa saja, agar tidak berkepanjangan kamu menjadi individu yang mengalami sifat toxic positivity berikut cara mengatasinya.

1. Mengenali diri sendiri

Coba lebih bisa mengenal dan menerima diri sendiri karena dengan begitu kamu akan bisa perlahan menerima emosi negatif yang masuk kedalam dirimu atau bisa meredam agar tidak menularkan emosi negatif pada orang lain dengan saran-saran psoitif yang kamu berikan tanpa mengetahui akar masalah lawan bicaramu.

2. Identifikasi cara berpikir kognitif

Kamu perlu mengingat segala pikiran negatif itu tidak selamanya berarti buruk. Kamu harus bisa mencoba untuk membedakan dan mengidentifikasi pikiran negatif dalam dirimu. Salah satu contohnya adalah kamu selalu berpikiran negatif terhadap orang asing, hal ini bagus karena bisa meningkatkan kewaspadaanmu dalam berkegiatan tetapi kamu perlu ingat tidak semua orang asing itu jahat dan akan menyakitimu.

3. Ekspresikan bentuk emosi

Ketika memiliki masalah kamu pasti pernah tidak didengar atau tidak mendapatkan saran yang solutif baik itu dari teman, pasangan, hingga keluargamu sendiri. Maka cobalah saat itu untuk mengekspresikan emosi yang ada pada dirimu kedalam sesuatu yang positif seperti berolahraga, menggambar, hingga menulis karena dengan menulis aku pribadi bisa menuangkan segala rasa bentuk emosiku kedalam artikel yang bisa mengantarkanku menjadi juara tiga di kompetisi blog yang diadakan Satu Persen, mungkin buat kamu yang tertarik, bisa baca artikel “Pertanyaan Hati yang Sulit Dijawab Logika”

Kalau kamu semua masih ngerasa kesulitan untuk berubah, itu hal yang wajar banget kok. Satu Persen disini siap memberikan berbagai macam solusinya lewat layanan online konseling yang langsung ditangani oleh ahlinya.

Di konseling ini kamu bakal dapet tes psikologi untuk tau gambaran kondisi kamu saat ini. Lalu kamu juga akan dapet asesmen mendalam untuk mengenali alasan kesulitan untuk berubah. Diakhir kamu bakal dapet worksheet dan terapi yang bakal disesuaiin sama hasil tes dan asesmen supaya bisa ngebantu kamu.

Untuk daftar layanan konseling ini kamu bisa klik gambar berikut ini:

Satu-Persen-Artikel--30--6

Kalau kamu ingin mengetahui kondisi kesehatan mentalmu akhir-akhir ini, kamu juga bisa mencoba Tes Sehat Mental ini ya. Segitu dulu, akhir kata aku punya pesan buat kamu semua, hidup tak selamanya berjalan baik-baik saja maka tak mengapa sesekali merasakan hal yang tidak baik-baik saja mungkin saja itu rintangan dan cara agar kamu semakin kuat menjalani hidup.

Langsung tonton video Satu Persen di bawah ini terkait toxic positivity. Jangan lupa buat terus pantengin informasi dari kita dengan follow instagram Satu Persen di @satupersenofficial. Aku harap artikel ini bisa bermanfaat dan lewat membaca artikel ini bisa membuat kamu berkembang menjadi lebih baik, seenggaknya Satu Persen setiap harinya. Thanks!

Referensi

Joanne V. Wood, W.Q. Elaine Perunovic, John W. Lee. 2009. Positive  self-statments: power for some, peril of others. Psychological Science. https://doi.org/10.1111%2Fj.1467-9280.2009.02370.x.

Lukin, K. 2019. Psychology Today. Retrieved April 10, 2020, from Psychology Today Web site: https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-man-cave/201908/toxic-positivity-dont-always-look-the-bright-side.

Read More
judi

Mengenal Bagian dari Masa Lalu

inner child

Semua orang memandangku sebagai sosok yang percaya diri. Namun, sebenarnya, aku tidak pernah berani berdiri di hadapan banyak orang tanpa persiapan. Aku ingat, ketika namaku dipanggil tiba-tiba, jantungku berdebar kencang dan pikiranku menjadi kosong—aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku mendadak lupa akan hal-hal lainnya, benar-benar merasa tidak berdaya. Rasanya, aku benar-benar harus memperbaiki hal ini.

Saat itu, aku duduk dihadapan seorang psikolog untuk menceritakan persoalanku ini. Ia bertanya, “Sejak kapan kamu merasa demikian?” “Hmm, sejak kapan ya?” pikirku dalam hati. Aku sudah terlalu lama merasakan ini, sampai aku lupa bertanya sebenarnya kapan awal mula situasi ini terjadi. Akhirnya aku sadar, bahwa perasaan ini telah kurasakan sejak masa kecilku— saat aku dipaksa bernyanyi dan dikritik di depan umum. Ternyata, memori puluhan tahun lalu itu sangat kuat hingga berbekas bertahun-tahun lamanya. Pengalaman masa kanak-kanak yang mempengaruhimu hingga saat ini— apakah kamu juga memilikinya? Mungkin, saran yang kuterima kala itu juga bisa membantumu: berdamailah dengan inner child-mu. Tunggu, apa itu inner child? Apakah dia bagian dari diriku?

Apa Itu Inner Child?

Menurut Dr. Diana Raab, seorang peneliti psikologis dan penulis, setiap dari kita memiliki inner child. Apakah itu sebenarnya inner child? Seperti apakah wujud keberadaannya?

Ahli menjelaskan inner child sebagai ekspresi sisi masa lalu kita, mulai dari masa kanak-kanak hingga setelahnya. Segala pengalaman hidup kita, baik pengalaman yang membawa kebahagiaan dan kesedihan, akan mempengaruhi kita dalam mengekspresikan diri ketika sudah dewasa. Pengalaman itu bahkan juga mempengaruhi proses tumbuh kembang kita selanjutnya. Seperti apa sih contoh pengaruh-pengaruh yang dapat diberikan inner child kepada perkembangan kita?

Contohnya, kita dapat melihat pergaulan kita ketika masih kanak-kanak. Menurut Cutting dan Dunn (2006), anak-anak yang sering bermain dengan teman-teman seusianya atau pun saudara yang mencintai dan mendukung dirinya akan tumbuh menjadi sosok yang mencintai petualangan ketika dewasa. Mereka juga cenderung memiliki kemampuan bersosial yang lebih baik karena mereka menyadari pentingnya bekerja sama dan berbagi kasih sayang. Tak hanya hubungan pergaulan, hubungan kita dengan orang tua juga banyak mempengaruhi hal itu, lho. Orang tua yang banyak menanyakan kabar dan perasaan anaknya sehari-hari mendorong anak untuk lebih peduli kepada kondisi temannya dan lebih memahami kondisi emosionalnya sendiri.

Namun, sama seperti pengalaman baik yang berhasil mempengaruhi kita secara positif dalam berbagai hal, pengalaman-pengalaman buruk yang kita rasakan juga dapat mempengaruhi kita. Trauma dan kesedihan masa lalu dapat tinggal dalam diri kita untuk waktu yang lama dan ketika ada trigger tertentu, dapat kembali timbul ke permukaan. Pengalaman menyedihkan seperti kehilangan teman semasa kecil, kekerasan psikis dan fisik, serta perpisahan keluarga dapat mempengaruhi kita sepanjang hidup. Tanpa benar-benar berdamai dengan inner child, kesedihan dan trauma dapat terus timbul sewaktu-waktu, bahkan ketika kita merasa telah melupakannya. Lho, jadi melupakan saja tidak cukup ya?

Alasan Mengapa Melupakan itu Belum Cukup

Terkadang, situasi masa lalu yang melukai inner child kita bahkan sudah tidak lagi kita ingat. Sudah pasti tidak ada orang yang ingin mengingat pengalaman yang melukainya. Mereka tentu ingin melupakan pengalaman ini. Namun, justru, upaya itu membuat kita merasakan sakit yang mendalam.  Riset menunjukkan bahwa tubuh menyimpan luka emosional dan fisik. Meskipun kita berusaha keras untuk melupakan hal itu dan melanjutkan kehidupan kita, luka itu bisa saja tetap tinggal. Ketika trigger-nya datang, kita kembali merasakan luka dan trauma sebelumnya.

Pengalaman menyakitkan di masa lalu ternyata dapat mempengaruhi kita melalui berbagai cara. Contohnya, cerita yang sudah disampaikan di atas. Pengalaman dipermalukan di depan umum membuatku merasa sangat gentar ketika harus berada di dalam situasi yang sama. Pengalaman diabaikan oleh orang yang kita kasihi sangat mungkin juga mempengaruhi kelekatan kita dengan orang lain. Pada beberapa kasus, hal-hal yang membuat trauma dan menyakitkan kita justru mendorong kita untuk melakukan hal yang sama. Misalnya, ketika kita sering dimarahi semasa kecil, kita memiliki tendensi untuk mudah marah. Hal ini merupakan bentuk pertahanan diri kita dari bahaya yang diciptakan oleh lingkungan agar situasi buruk yang dialami semasa kecil tidak lagi terjadi.

Dengan kata lain, hal ini lah yang nantinya akan membentuk alam bawah sadar kita ketika dewasa. Untuk bisa lepas dari kecenderungan kita yang disebabkan oleh pengalaman menyakitkan semasa kecil, kita tidak hanya harus melupakannya, tetapi benar-benar menyembuhkannya. Jika kita berusaha menghindarinya untuk merasa lebih baik, kecenderungan kita tidak akan pernah selesai.

Menyembuhkan Inner Child

Menyembuhkan inner child yang terluka bukanlah hal mudah, tapi harus dilakukan untuk kehidupan yang lebih baik. Untuk menyembuhkannya, kita harus berusaha menghubungkan diri kita dengan sosok masa lalu kita yang terluka untuk berusaha bersama-sama menyembuhkan diri. Berikut beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk menyembuhkannya:

Menuliskan rasa sakit yang dirasakan adalah salah satu cara untuk menyembuhkan inner child kita. Dengan menulis, kita dapat mencurahkan emosi negatif yang selama ini kita simpan. Pengalaman-pengalaman buruk itu mungkin sudah lama tidak kita ingat, tetapi kemungkinan besar masih menetap dalam diri kita. Menulis membantu kita kembali mengingatnya, merasakannya, dan mendamaikan diri dengannya.

Kamu dapat menulis beberapa dialog dari sudut pandang inner child-mu. Hal ini mungkin membuatmu kembali teringat dengan luka yang kau miliki. Namun, setelahnya, kamu dapat merasa lebih lega dan menerima situasinya dengan lebih baik.

2. Melakukan Sesi Ho’oponopono Pribadi

Apa itu Ho’oponopono? Ini adalah proses memaafkan yang berasal dari Hawai, membantu kita untuk membangun kembali hubungan dengan orang lain—bahkan inner child kita. Kita dapat mengambil waktu untuk menyendiri dan mengatakan hal-hal ini:

I am sorry”, katakan itu kepada dirimu bukan karena kamu telah berbuat salah, melainkan karena kamu telah menyimpan emosi negatif untuk waktu yang lama dan tidak berusaha menyembuhkannya. Luka dan kenangan buruk itu kamu simpan dan tidak kamu ungkapkan sehingga memuncak dalam dirimu.

Please forgive me, ungkapkanlah rasa maaf yang lebih mendalam kepada inner child-mu. Ungkapkanlah maaf karena kamu tidak banyak mempedulikan cara pandangnya atau bahkan mencoba melupakannya. Permintaan maaf ini akan membawamu dapat mencintai dirimu dengan lebih baik, termasuk inner child-mu.

I love you, katakana bahwa apapun yang telah terjadi kepadamu, kamu mencintai dirimu sendiri tanpa syarat. Tunjukkanlah rasa cinta kepada dirimu yang terus bertahan hingga saat ini. Cintailah dirimu, tubuhmu, udara yang kamu hirup, dan perjalanan hidupmu.

Thank you, tunjukanlah rasa syukur atas kehidupan, cinta, dunia, dan pengalaman yang telah membentukmu menjadi sosokmu yang sekarang. Tunjukkanlah rasa syukur atas inner child yang telah bertahan meskipun memiliki perihnya luka yang dirasakan. Rasa syukur ini bisa membantumu lepas dari emosi negatif yang kamu rasakan.

Dalam melakukan proses ini, kamu juga dapat kembali membayangkan dan menvisualisasikan pengalaman-pengalaman masa lalumu dan perasaanmu saat itu. Upaya ini membuatmu lebih lega dan jujur kepada dirimu sendiri.

3. Membuka diri

Proses penyembuhan inner child adalah sebuah proses seumur hidup dan tidak memiliki akhir yang pasti. Oleh karena itu, penting untuk melakukan dua tahap sebelumnya untuk kembali membuka hubungan dengan inner child kita. Selanjutnya, mungkin akan ada banyak hal-hal baru yang kamu sadari dari masa lalumu. Oleh karena itu, tetap buka diri selama prosesnya.

Baca Juga “Self Healing Bisa Membuatmu Merasa Lebih Baik”

Berdamai dengan masa lalu memang tidak mudah dan bukanlah proses yang sebentar. Karena itu, kamu harus bersabar menghadapi setiap prosesnya. Jika kamu merasa kesulitan melakukannya sendiri, kamu dapat meminta bantuan psikolog untuk membantumu menghadapinya.

Satu Persen menyediakan layanan konseling online. Kamu bisa berkonsultasi one-on-one dengan psikolog jika merasa inner child-mu mengganggu kehidupan sehari-hari. Selain itu, Satu Persen juga menyediakan Tes Sehat Mental gratis yang bisa kamu coba untuk mengecek kondisi kesehatan mentalmu belakangan ini.

kelas-berdamai-dengan-diri-sendiri

Jangan lupa tonton video Satu Persen tentang “Trauma Masa Lalu” Follow juga Instagram Satu Persen di @satupersenofficial. Semoga tulisan ini bisa membantumu hidup lebih baik, setidaknya Satu Persen setiap harinya.

Referensi

Jess, D. (2018, October 04). What Is Hooponopono? Benefits & Techniques In The Art Of Forgiveness. Retrieved August 07, 2020, from https://www.thenaturaldoctors.com/what-is-hooponopono/

Noorvitri, I. (2020, April 03). Memahami Inner Child dalam Diri. Retrieved August 07, 2020, from https://pijarpsikologi.org/memahami-inner-child-dalam-diri/

Raypole, C. (2020, July 08). 8 Tips for Healing Your Inner Child. Retrieved August 07, 2020, from https://www.healthline.com/health/mental-health/inner-child-healing

Raypole, C. (2020, June 26). Inner Child: 6 Ways to Find Yours. Retrieved August 07, 2020, from https://www.healthline.com/health/inner-child

Read More
judi

Stres Berat: Penyebab dan Cara Mengatasinya

penyebab cara mengatasi stress berat

Stres berat terkadang dihadapi oleh beberapa orang akibat dari permasalahan hidup yang sedang mereka hadapi. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa hidup manusia memang penuh tantangan yang terkadang bikin stres berat. Mungkin seringkali kamu berpikir “kok hidup susah banget ya” “ah aku gak kuat nih hidup kaya gini terus”, stres berat banget lah kalau kamu udah mikirin hidup.

Seringkali juga kamu mikir kalau bakalan enak banget kalau kamu bisa tutup mata dan ketika kamu buka mata, hidupmu jadi jauh lebih sukses. Jadi gak bakal tuh kamu stres berat gara-gara mikirin hidup. Perasaan-perasaan ini memang nyata dan dekat ya bagi sebagian orang. Apalagi, di sekolah, sebagian dari kita mungkin gak pernah diajarin gimana caranya buat mengatasi perasaan atau pengalaman kaya gini.

Nah, buat kamu yang pusing mikirin hidup jangan sampai kamu dibikin stres berat karenanya ya. Mending kamu baca artikel ini sampai akhir supaya kamu bisa menghilangkan stres-stres yang sedang kamu hadapi. Disini Satu Persen akan menjabarkan konsep menemukan power kamu kembali dengan menggunakan imajinasi kamu, dan mungkin bisa membantu kamu dalam menemukan jalan keluar yang lagi kamu cari-cari. Jadi kamu bisa terhindar dari yang namanya stres berat, simak sampai habis yaa.

Alasan kenapa kamu stres berat

Pernah nggak sih ngerasa terjebak dalam hidup? Stuck rasanya untuk ngapa-ngapain dan nggak tau harus ngapain. Ngerasa nggak cukup baik bagi siapapun. Dan, lama-lama rasanya kaya nggak ada hal menyenangkan lagi yang bisa kamu rasain.

Atau mungkin sering diam-diam ngerasa gagal, dan nggak enak banget ya untuk ngerasain kaya gini, karena ujung-ujungnya bisa menghambat semangat, menghambat kebebasan, atau bahkan mencegah kamu untuk jadi diri sendiri jadinya stres berat deh, jangan sampai ya. Kenapa ya kira-kira kita bisa ngerasa kaya gini?

Nah, yuk coba kita refleksikan lagi sama-sama, sebenarnya apa sih yang bikin kamu ngerasa terjebak di situasi yang sudah disebutkan tadi? Ada beberapa alasan yang sering ditemui untuk kasus kaya gini:

  • Adanya perasaan defensif, awalnya ini jadi cara kita untuk melindungi diri dari perasaan nggak nyaman. Nggak nyaman dalam hal apa? Malu, misalkan. Malu kalau nanti kita gagal, dan lain sebagainya. Tapi, lambat laun, kita jadi tenggelam dalam perasaan ini dan jadi sulit untuk memaafkan diri sendiri atau orang lain.
  • Ada yang berakar dari perfeksionis, terjebak dengan standar yang tinggi banget buat diri sendiri, jadinya ngerasa kaya gagal banget gitu kalau ngelakuin satu kesalahan.
  • Perasaan takut untuk membuat kesalahan, dan jadinya kita terbiasa untuk minta maaf ke hal-hal kecil yang sebetulnya bukan salah kita.
  • Terjebak dalam prokrastinasi, yang awalnya takut atau malu kalo bakal gagal dalam mencapai sesuatu, jadi cemas dan malah nunda-nunda hal yang harus dikerjain.

Padahal, kenyataannya, everyone fails more often than we realize. Semua orang pernah ngerasa gagal, tapi ternyata kita lebih terpapar sama cerita-cerita orang yang sukses aja. Kita sering membayangkan hidup orang lain yang kayaknya lebih wah dan kadang bikin kita mikir, “enak banget ya hidup kaya dia”, kita jadi insecure sama diri hidup sendiri deh gara-gara ini.

Cara Mengelola Stres (Stress Management) – Satu Persen Audio Insight Eps. 1

Coba “lari” dari kenyataan saat stres berat

Setelah melakukan beberapa riset dan satu buku yang berjudul The Alter Ego Effect dari Todd Herman, seorang mental coach untuk pebisnis dan atlet-atlet besar dunia. Saat stres berat kamu bisa bilang kalau kamu bisa menjadi apapun yang kamu mau. Terus gimana caranya?

Simply dengan ngerasain gimana rasanya jadi orang yang kamu kagumi untuk ‘bermain’ di medan apapun yang sedang kamu hadapi.  Karena, ketika manusia lagi dilanda perasaan bosan, cemas, marah, cemburu, kewalahan, atau ketakutan, manusia cenderung untuk nggak bisa bernalar sendiri. Maka dari itu, kamu bisa menggunakan imajinasi, meminjam identitas alter ego yang kamu buat untuk menghadapi situasi-situasi menantang dalam diri kamu.

Lalu, sekarang apa yang harus dilakukan? Yang harus kamu lakukan adalah dengan membuat dan memainkan peran alter ego kamu.

  • Pertama-tama, pilih nama dari karakter yang kamu sukai atau kagumi sifat-sifatnya, bisa dari karakter TV, pahlawan super, penghibur, tokoh masyarakat, atlet, anggota keluarga, dan lain-lain.
  • Kedua, kasih kekuatan super yang relevan dengan konteks kamu sendiri.

Contohnya kayak mendiang Kobe Bryant ya, dia pake nama Black Mamba, yang dia dapatkan dari film Kill Bill. Nah, nama ini melambangkan ketangkasan dan agresivitasnya di lapangan.

Terus, kalau kamu udah ngebuat alter ego yang kamu inginkan, alih-alih ngebayangin bahwa betapa bahagianya kalo misal kamu ada di hidup orang tersebut, coba bayangin kalau dia yang ada di hidup kamu, menjalani masalah yang lagi kamu hadapi nih sekarang? Kira-kira dia bakal ngapain?

Harapannya, dengan mengaktifkan alter ego kita, diri kita yang berani, diri kita yang heroik, diri kita yang bijak, kita jadi bisa melihat dunia dengan kacamata observer. Dari sini, kamu bisa lebih banyak menggali perspektif yang bisa ngebantu kamu dalam mengambil keputusan sehari-hari. Karena sejatinya, hidup terdiri dari pilihan yang tak terbatas, dan kadang pilihan-pilihan terkecil dalam hidup bisa ngerubah hidup kamu selamanya.

Tapi balik lagi, kapasitas stres berat itu relatif dan yang dapat ditanggung orang beda-beda intensitasnya, mungkin dari solusi yang disampaikan ini ada yang ngerasa  cocok dan udah ada yang langsung tau harus ngapain, dan ada pula yang nggak.

Sebesar apapun masalah yang lagi kamu hadapi, semuanya sama berartinya untuk terus diperjuangkan. Nah, makanya, penguraian masalah lebih lanjut dengan yang lebih ahli tuh sangat dibutuhkan. Sama seperti kalo kamu lagi sakit kepala misalnya, berhari-hari, ga sembuh-sembuh, dan kamu memutuskan pergi ke dokter untuk diperiksa dan minta resep obatnya.

Konsultasi Satu Persen Psikolog

Nah, sama halnya kalo kamu lagi stres berat. Hal yang kamu bisa lakukan ketika kamu udah gak sanggup lagi menahannya adalah dengan konsultasi. Nggak ada salahnya kok kamu konsultasi ke ahlinya buat nanganin stres kamu, karena terkadang kita membutuhkan sudut pandang orang lain untuk membantu kita menyelesaikan masalah.

Kamu bisa coba layanan mentoring online di Satu Persen loh. Nanti kamu akan diberikan assesment buat ngeliat seberapa besar masalah yang kamu hadapi dan mencari akar dari masalah itu. Setelah itu kamu akan diberikan tugas-tugas yang bermanfaat untuk meredakan masalahmu, atau berfungsi sebagai refleksi diri. Kamu juga nggak perlu khawatir karena mentor yang akan membantumu sudah sangat berpengalaman menangani masalah-masalah tersebut, bahkan sudah banyak testimoni baik dari pengguna layanan ini sebelumnya.

Nah, kamu juga bisa mencoba mencari tahu tingkat stres yang kamu alami dengan mengikuti Tes Tingkat Stres gratis dari Satu Persen. Akhir kata, aku yakin kamu bisa melewati masalah-masalah yang kamu hadapi dan semoga kamu mendapatkan manfaat lebih setidaknya 1% setelah kamu baca artikel ini.

Jangan lupa juga buat follow instagram @satupersenofficial dan Channel Youtube Satu Persen buat dapat informasi menarik tentang kesehatan mental dan pengembangan diri. Simak video di bawah ini tentang stres berat untuk lebih mendapat penjelasan mendalamnya.

Referensi

Herman, Tood. (2019). The Alter Ego Effect: The Power of Secret Identities to Transform Your Life. New York: Harper Business

Annonymous. (2017). What Causes Stress? Mind. Retrieved from https://www.mind.org.uk/information-support/types-of-mental-health-problems/stress/causes-of-stress/

Read More