putinvzrivaetdoma.org

media online informasi mengenai game online tergacor di tahun 2023

Bulan: Desember 2023

judi

Mencintai Diri Sendiri untuk Kesehatan Mental Lebih Baik

Halo, Perseners! Kali ini kita akan membahas sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan kita, yaitu Self Love. Tahukah lo, mencintai diri sendiri bukan hanya tentang memuaskan keinginan kita, melainkan lebih ke arah mengenali dan menerima diri kita apa adanya​​.

Self love, atau mencintai diri sendiri, bukanlah konsep yang egois. Ini adalah fondasi yang membantu kita berpikir positif dan membuat keputusan yang sehat dalam hidup​​. Banyak yang salah paham mengenai hal ini, menganggap bahwa self love itu sama dengan narsisme. Padahal, sebenarnya self love itu tentang membangun penghargaan terhadap diri sendiri yang berasal dari tindakan yang mendukung pertumbuhan fisik, psikologis, dan spiritual kita.

Belakangan ini, self love menjadi topik yang hangat diperbincangkan. Banyak buku dan sumber yang membahas tentang pentingnya self love. Misalnya, buku “Big Magic: Creative Living Beyond Fear” oleh Elizabeth Gilbert, yang membahas tentang menemukan jati diri dengan cara kreatif​​. Atau “The Gifts of Imperfection” oleh Brené Brown, yang mengeksplorasi bagaimana merangkul ketidaksempurnaan kita​​.

Ada juga buku “How to Love Yourself (and Sometimes Other People)” yang menekankan bahwa kita semua layak mendapatkan cinta, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain​​. Buku “The Self-Love Experiment” menyarankan kita untuk menjadi sahabat bagi diri sendiri, sementara “You Are a Badass” oleh Jen Sincero membantu kita berhenti meragukan kehebatan diri sendiri dan mulai hidup lebih positif​​.

Kita semua pasti pernah merasa tidak puas dengan diri kita dan sering membandingkan diri dengan orang lain. Hal ini manusiawi, tapi tidak baik jika membawa dampak negatif terhadap hidup kita​​. Self love membantu kita untuk menerima diri kita apa adanya dan menghargai apa yang kita miliki. Ini adalah langkah pertama untuk menjaga kesehatan mental kita dan membangun kehidupan yang lebih sehat dan bahagia.

Ada beberapa langkah sederhana yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mencintai diri sendiri. Self love bukanlah konsep yang instan. Ini adalah perjalanan yang terus menerus dan memerlukan kesadaran serta usaha yang berkelanjutan.

Apa sih Tantangan dalam Self Love?

Perseners! Setelah memahami pengantar tentang self love, mari kita bahas Tantangan dalam Self Love. Mengembangkan cinta pada diri sendiri terdengar sederhana, tapi sebenarnya ada banyak tantangan yang sering kita hadapi.

1. Pembicaraan Negatif tentang Diri Sendiri

Banyak orang berjuang dengan pembicaraan negatif tentang diri mereka sendiri, yang dapat membuat sulit untuk mempraktikkan self love. Sangat penting untuk menantang pikiran negatif dan menggantinya dengan afirmasi yang positif​​​​.

2. Perfeksionisme

Perfeksionisme dapat mengarah pada ekspektasi yang tidak realistis dan kritik diri yang berlebihan. Penting untuk mengakui bahwa setiap orang membuat kesalahan dan untuk mempraktikkan belas kasih diri​​.

3. Takut untuk Rentan

Mempraktikkan self love sering kali melibatkan menjadi rentan dan jujur dengan diri sendiri. Hal ini bisa menjadi tantangan bagi orang-orang yang terbiasa membangun penghalang emosional atau takut dihakimi​​.

4. Kurangnya Kesadaran Diri

Beberapa orang mungkin kesulitan mempraktikkan self love karena mereka tidak cukup mengenal diri mereka sendiri. Penting untuk meluangkan waktu untuk merenungkan pikiran, perasaan, dan perilaku kita agar dapat mengembangkan pemahaman yang lebih dalam tentang diri kita​​.

5. Kurangnya Dukungan

Mempraktikkan self love bisa menjadi tantangan tanpa jaringan dukungan dari teman dan keluarga. Penting untuk dikelilingi oleh hubungan yang positif dan sehat yang mengangkat kita dan membuat kita merasa positif tentang diri kita sendiri​​.

Dengan menyadari tantangan-tantangan ini, kita dapat mengambil langkah-langkah untuk mengatasi mereka dan mempraktikkan self love dengan lebih efektif. Memahami bahwa setiap orang memiliki perjalanannya sendiri dalam self love adalah kunci. Tidak ada jalan yang sempurna dan setiap langkah, sekecil apa pun, adalah kemajuan. Dengan mengenal tantangan dalam membangun self love, kita bisa lebih siap menghadapinya dan terus bertumbuh.

Bagaimana Self Love Mempengaruhi Kesehatan Mental?

Perseners! Setelah kita membahas mengenai pengertian dan pentingnya self love, mari kita lanjutkan pembahasan kita tentang Bagaimana Self Love Mempengaruhi Kesehatan Mental. Topik ini sangat penting, karena kesehatan mental adalah aspek kunci dari kesejahteraan kita.

1. Meningkatkan Kebahagiaan dan Kepuasan Hidup

Salah satu dampak paling signifikan dari self love adalah peningkatan kebahagiaan dan kepuasan dalam hidup​​. Ketika kita mencintai diri sendiri, kita cenderung melihat dunia dengan cara yang lebih positif. Ini membantu kita merasa lebih bahagia dan puas dengan hidup kita.

2. Meningkatkan Harga Diri

Self love juga berkontribusi pada peningkatan harga diri. Dengan menghargai nilai dan keberadaan kita, kita menjadi lebih percaya diri dan menghargai diri kita sendiri​​. Ini penting karena harga diri yang rendah sering kali terkait dengan masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan.

3. Ketahanan Emosional yang Lebih Baik

Orang yang memiliki self love yang kuat cenderung memiliki ketahanan emosional yang lebih baik​​. Mereka mampu pulih dari kegagalan dan rintangan dengan lebih efektif, yang sangat penting untuk menjaga kesehatan mental yang baik.

4. Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik

Ketika kita menghargai diri kita sendiri, kita lebih cenderung membuat keputusan yang mendukung kesejahteraan dan pertumbuhan pribadi kita​​. Ini termasuk memilih lingkungan yang sehat dan membuat pilihan yang memperkuat kesehatan mental kita.

5. Hubungan yang Lebih Sehat

Mengembangkan self love memungkinkan kita untuk membina hubungan yang lebih sehat​​. Ketika kita menghargai diri kita sendiri, kita lebih baik dalam menetapkan batasan dan menavigasi konflik interpersonal.

6. Peningkatan Perawatan Diri

Orang yang mempraktikkan self love cenderung memprioritaskan kesejahteraan mereka sendiri dengan terlibat dalam kebiasaan sehat seperti makan yang baik, olahraga, istirahat yang cukup, intimasi, dan hubungan sosial yang konstruktif​​.

Dengan memelihara self love, kita tidak hanya meningkatkan kesehatan mental kita tetapi juga meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Self love bukan hanya tentang mencintai diri sendiri, tapi juga tentang membuat pilihan yang mendukung kesehatan mental kita.

Bagaimana Cara Membentuk Self Love dalam Diri?

Setelah kita memahami pengaruh self love terhadap kesehatan mental, saatnya kita membahas Bagaimana Cara Membentuk Self Love dalam Diri. Self love bukan hanya konsep, tapi juga praktik yang bisa kita kembangkan setiap hari dalam kehidupan kita.

1. Mengenali Emosi Besar

Langkah pertama dalam membangun self love adalah dengan memperhatikan dan memahami emosi kita, bukan menghindari atau meremehkannya. Menulis jurnal bisa sangat membantu untuk memahami emosi dan mencari cara merawat diri sendiri​​.

2. Prioritaskan Kesejahteraan dan Kesehatan Mental

Luangkan waktu untuk aktivitas perawatan diri, seperti olahraga, makan sehat, dan istirahat. Prioritaskan kegiatan yang mendukung pertumbuhan fisik, psikologis, dan spiritual lo​​.

3. Peluklah Belas Kasih Diri

Perlakukan dirimu dengan kebaikan dan hormat, terutama saat lo membuat kesalahan atau menghadapi tantangan. Belas kasih diri adalah aspek penting dari self love​​.

4. Jangan Bandingkan Diri dengan Orang Lain

Fokus pada pertumbuhan dan pencapaianmu sendiri, bukan dengan membandingkan diri dengan orang lain​​.

5. Tetapkan Batasan

Buat batasan yang sehat dalam hubungan dan interaksi lo untuk melindungi kesejahteraan dan kesehatan mental lo​​.

6. Maafkan Diri Sendiri

Ketika lo membuat kesalahan atau bertindak tidak sesuai dengan dirimu yang sebenarnya, praktikkan pengampunan diri dan pelajarilah dari pengalaman tersebut​​.

7. Bersikap Tegas

Berdirilah untuk dirimu sendiri dan ungkapkan kebutuhan, pendapat, dan perasaan lo dengan cara yang hormat dan percaya diri​​.

8. Terhubung dengan Orang Lain

Bangun jaringan dukungan dari teman dan keluarga yang mengangkat dan mendorong lo, serta terlibat dalam kegiatan yang mempromosikan pertumbuhan pribadi dan perawatan diri​​.

Dengan menggabungkan praktik-praktik ini ke dalam kehidupan sehari-hari, lo dapat menumbuhkan self love dan meningkatkan kesehatan mental, kesejahteraan emosional, dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Kesimpulan

Perseners! Kita telah belajar bahwa self love bukan hanya tentang menyukai diri sendiri, tapi juga tentang menghargai dan merawat diri kita, baik secara emosional, fisik, maupun mental.

Self love adalah fondasi yang membantu kita menjalani hidup dengan lebih sehat dan bahagia. Dengan mempraktikkan belas kasih diri, menerima kekurangan kita, dan membuat pilihan yang mendukung kesejahteraan diri, kita membangun kekuatan mental dan emosional untuk menghadapi berbagai tantangan hidup.

Namun, perjalanan untuk mencintai diri sendiri bukanlah proses yang selesai dalam semalam. Ini adalah perjalanan yang terus berlangsung, penuh dengan pembelajaran dan pertumbuhan. Untuk membantu lo melihat sejauh mana lo telah mencintai diri sendiri, lo bisa melakukan tes self love untuk membantumu mengukur sejauh mana pemahaman dan penerapan konsep self love dalam kehidupanmu. Yuk, klik di sini untuk mengakses tes tersebut!

Hasil tes bisa menjadi titik awal untuk memahami aspek mana dari self love yang mungkin perlu lo kembangkan lebih lanjut. Tes ini juga memberikan insight tentang bagaimana sikap dan tindakanmu terhadap diri sendiri, yang bisa menjadi informasi berharga untuk pertumbuhan pribadimu.

Setelah menyelesaikan tes, lo akan mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang di mana posisimu dalam perjalanan self love. Berdasarkan hasil tersebut, lo bisa menentukan langkah-langkah selanjutnya untuk meningkatkan cara lo mencintai diri sendiri. Ingat, self love bukanlah tujuan akhir, melainkan proses berkelanjutan yang membantu kita tumbuh dan berkembang sebagai individu. #HidupSeutuhnya.

Referensi:

  1. Martin, Sharon. (2022). What is Self-Love and Why Is It So Important?. https://psychcentral.com/blog/imperfect/2019/05/what-is-self-love-and-why-is-it-so-important
  2. Brain Behaviour. (2020). Self-Love and What It Means. https://bbrfoundation.org/blog/self-love-and-what-it-means
  3. Cooks, Allaya. (2022). What self-love truly means and ways to cultivate it. https://www.betterup.com/blog/self-love
  4. KDKKB. (2021). Self love, before we (unconditionally) love others. https://kdkkb.id/2021/05/self-love-before-we-unconditionally-love-others/
  5. Cherry, Kendra. (2022). What Is Self-Esteem? https://www.verywellmind.com/what-is-self-esteem-2795868
Read More
judi

Cara Mengelola Stres Akibat Tekanan Kerja

Halo Perseners! Kali ini, gue mau ngajak lo semua untuk membongkar salah satu misteri dunia kerja yang sering terabaikan: tekanan kerja. Banyak yang mengira tekanan kerja itu biasa aja, tapi sebenarnya, dampaknya bisa luar biasa besar loh, bahkan sampai menyebabkan stres!

Di zaman yang serba cepat dan penuh persaingan ini, kita semua kayaknya udah terbiasa dengan istilah “banyak kerjaan”. Tapi, pernah nggak sih lo berhenti sejenak dan tanya, “Ini semua buat apa?” Nah, di sinilah pentingnya kita ngerti tentang tekanan kerja dan bagaimana cara mengatasinya.

Menurut WHO, tekanan kerja bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk beban kerja yang berlebihan, perubahan dalam organisasi, praktik manajemen yang buruk, isi pekerjaan dan tuntutannya, lingkungan kerja fisik, dan hubungan di tempat kerja​​. Semua faktor ini, ketika tidak ditangani dengan baik, bisa berujung pada stres kerja yang serius.

Tekanan di tempat kerja itu sebenarnya nggak bisa dihindari, karena itu bagian dari tuntutan lingkungan kerja zaman sekarang. Tapi, tekanan yang dirasakan sebagai sesuatu yang dapat diterima oleh perkerja bahkan bisa menjaga agar tetap waspada, termotivasi, dan mampu bekerja serta belajar, tergantung pada sumber daya yang tersedia dan karakteristik pribadi mereka​​. Namun, ketika tekanan itu menjadi berlebihan atau tidak bisa dikelola lagi, itu yang jadi masalah.

Salah satu hal yang perlu kita sadari adalah pentingnya mengidentifikasi sumber stres di tempat kerja untuk mengambil langkah-langkah dalam mengatasinya. Tidak hanya pekerja, tapi juga perusahaan dan atasan perlu berperan dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kesejahteraan dan memberikan dukungan bagi karyawan yang mengalami stres​​.

Ada beberapa penyebab utama stres di tempat kerja, termasuk beban kerja yang berat, perubahan dalam organisasi, praktik manajemen yang buruk, dan lingkungan kerja fisik​​. Ini semua bisa bikin kita merasa seperti berada di bawah tekanan berat tanpa henti. Dan, ini nggak cuma tentang kerja keras, tapi juga tentang bagaimana kita mengelola tekanan tersebut agar nggak berdampak buruk pada kesehatan mental kita.

Penting buat kita semua mengerti bahwa tekanan kerja itu nggak hanya tentang beban kerja fisik, tapi juga tentang bagaimana kita mengelola pikiran dan emosi kita dalam menghadapi tekanan tersebut. Di bagian selanjutnya, kita akan bahas lebih dalam tentang bagaimana tekanan kerja ini bisa mempengaruhi kesehatan mental kita, dan apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasinya.

Bagaimana Tekanan Kerja Mempengaruhi Kesehatan Mental?

Penting untuk kita tahu apa dampak tekanan kerja terhadap kesehatan mental. Gak bisa dipungkiri, tekanan kerja itu punya pengaruh yang besar terhadap kesehatan mental kita.

1. Stres yang Meningkat

Stres kerja adalah masalah umum yang bisa disebabkan oleh faktor seperti beban kerja yang berat, jam kerja panjang, dan tenggat waktu yang tidak realistis​​. Ketika tekanan kerja menjadi berlebihan atau tidak bisa dikelola, ini bisa berujung pada stres yang merusak kesehatan dan kinerja kerja karyawan​​.

2. Gangguan Mood

Stres kronis bisa berkontribusi pada gejala depresi dan kecemasan​​​​. Cortisol yang berlebihan saat stres bisa meningkatkan agitasi, kemarahan, iritabilitas, gangguan konsentrasi, dan meningkatkan kemungkinan mengalami gejala depresi dan kecemasan​​.

3. Gangguan Tidur

Stres kerja juga bisa menyebabkan gangguan tidur, yang bisa semakin memperburuk masalah kesehatan mental​​.

4. Hubungan yang Terganggu

Tekanan kerja bisa menyebabkan konflik dengan rekan kerja dan atasan, yang berdampak negatif pada hubungan interpersonal​​.

5. Penurunan Harga Diri dan Stabilitas Emosional

Stres yang berlebihan bisa mempengaruhi harga diri dan stabilitas emosional, yang berujung pada penurunan kesejahteraan mental secara keseluruhan​​.

6. Risiko Gangguan Kesehatan Mental Meningkat

Stres kerja bisa memicu timbulnya gangguan kesehatan mental, terutama pada yang sudah memiliki predisposisi terhadap kondisi tersebut​​.

Untuk mengurangi efek negatif tekanan kerja terhadap kesehatan mental, sangat penting untuk menerapkan strategi manajemen stres yang efektif. Ini termasuk mengatur batasan, mencari dukungan dari rekan kerja atau profesional kesehatan mental, dan mempromosikan lingkungan kerja yang sehat​​​​. Para pemberi kerja juga harus menangani stres kerja dengan menyediakan sumber daya dan dukungan yang tepat, memastikan praktik yang adil dan tidak diskriminatif, serta membina suasana kerja yang positif​​​​.

Tantangan dalam Mengatasi Stres Akibat Tekanan Kerja

Perseners! Setelah kita membahas tentang dampak tekanan kerja terhadap kesehatan mental, sekarang saatnya kita menggali lebih dalam tentang tantangan-tantangan dalam mengatasi stres akibat tekanan kerja.

1. Beban Kerja yang Tinggi dan Tekanan untuk Berprestasi

Salah satu tantangan terbesar dalam mengatasi stres kerja adalah beban kerja yang berat, tenggat waktu yang ketat, dan tekanan untuk memenuhi harapan yang semakin tinggi tanpa kenaikan kepuasan kerja yang sepadan​​. Ini bisa menciptakan stres yang signifikan dan mempengaruhi kinerja kerja kita.

2. Ketakutan Akan Ketidakamanan Pekerjaan

Ketakutan akan PHK atau pengurangan staf bisa menciptakan rasa tidak aman dan stres yang konstan​​. Rasa tidak aman ini bisa membuat kita selalu berada dalam keadaan waspada yang berlebihan.

3. Kurangnya Kontrol

Merasa tidak berdaya untuk mempengaruhi keputusan yang memengaruhi pekerjaan kita atau memiliki sedikit suara dalam cara kerja dilakukan bisa menjadi sumber stres​​. Rasa tidak memiliki kontrol ini bisa meningkatkan perasaan frustasi dan stres.

4. Keseimbangan Kerja-Hidup yang Buruk

Menyeimbangkan tuntutan pekerjaan dengan tanggung jawab pribadi dan keluarga bisa menjadi tantangan besar yang menyebabkan stres meningkat​​.

5. Sumber Daya dan Dukungan yang Terbatas

Kurangnya sumber daya, pelatihan yang tidak memadai, dan dukungan yang tidak cukup dari atasan atau rekan kerja bisa menyumbang pada stres kerja​​.

Bagaimana Cara Mengatasi Stres Akibat Tekanan Kerja?

Perseners! Penting untuk kita tahu cara bagaimana cara mengatasi stres akibat tekanan kerja untuk menjaga kesehatan mental kita.

1. Buat Ritual Sebelum Kerja

Mulailah hari dengan rutinitas yang menenangkan, seperti meditasi, latihan pernapasan dalam, atau hobi yang menyenangkan​​. Ini bisa membantu lo mempersiapkan diri secara mental sebelum menghadapi tekanan kerja.

2. Tetapkan Harapan yang Jelas

Tetapkan tujuan yang realistis untuk setiap hari dan prioritaskan tugas berdasarkan urgensi dan pentingnya​​. Dengan memiliki ekspektasi yang lebih jelas, lo bisa menghindari rasa tergesa-gesa yang bisa menyebabkan stres.

3. Hindari atau Kurangi Konflik dengan Rekan Kerja

Selesaikan masalah dan keluhan dengan segera, dan usahakan untuk meningkatkan komunikasi dengan rekan kerja​​. Konflik yang tidak diselesaikan dengan baik bisa menjadi sumber stres yang signifikan.

4. Tetap Terorganisir

Rencanakan kegiatan di depan dan jaga agar tempat kerja tetap terorganisir untuk mengurangi kemungkinan stres mendadak​​.

5. Beristirahat

Istirahat secara teratur selama hari bisa membantu menyegarkan pikiran dan menjaga produktivitas​​. Jadi, jangan terlalu keras pada diri sendiri.

6. Praktikkan Teknik Relaksasi

Lakukan aktivitas seperti latihan pernapasan dalam, relaksasi otot progresif, atau meditasi mindfulness untuk meredakan stres​​.

7. Cari Dukungan dari Rekan Kerja atau Profesional

Bicarakan kekhawatiran stres lo dengan atasan, rekan kerja, atau profesional kesehatan mental, dan mintalah panduan mereka​​. Terkadang, berbicara dengan seseorang yang dapat memberikan pandangan dari luar bisa sangat membantu.

8. Menghilangkan Stigma terhadap Stres Akibat Kerja

Buka-bukaan mengenali stres sebagai masalah yang nyata dan dorong lingkungan di tempat kerja agar karyawan memiliki lebih banyak kata dalam hal tugas mereka dan prospek promosi​​. Menghilangkan stigma ini bisa menciptakan lingkungan yang lebih baik di tempat kerja.

9. Pertimbangkan Pergantian Karier

Jika stres akibat kerja tetap berlanjut meskipun lo sudah mencoba berbagai cara, mungkin saatnya untuk menjelajahi peluang pekerjaan lain atau mencari nasihat dari seorang konselor karier atau psikolog​​.

Ingat, mengelola stres akibat kerja adalah tanggung jawab bersama antara lo dan pemberi kerja. Dengan menerapkan strategi-strategi ini dan menjaga komunikasi terbuka dengan atasan lo, lo bisa menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan mengurangi dampak tekanan kerja terhadap kesehatan mental lo

Kesimpulan

Perseners! kita membahas dan memahami tentang tekanan kerja dan bagaimana mengelolanya. Namun, ingatlah bahwa ada saat-saat ketika stres di tempat kerja atau dalam kehidupan kita secara umum bisa terasa sangat berat. Dan itu adalah hal yang wajar.

Tidak ada yang perlu merasa sendirian dalam menghadapi stres atau masalah kesehatan mental. Kesehatan mental kita sama pentingnya dengan kesehatan fisik kita. Jika kamu merasa cemas, tertekan, atau bahkan bingung tentang bagaimana mengatasi stres, jangan ragu untuk mencari bantuan.

Konseling adalah salah satu cara yang sangat efektif untuk mengatasi stres, kecemasan, dan masalah kesehatan mental lainnya. Ini adalah tempat di mana kamu dapat berbicara dengan seorang profesional yang akan mendengarkanmu dengan penuh pengertian dan memberikan dukungan serta panduan yang kamu butuhkan.

Kami menawarkan layanan konseling yang dapat membantu kamu mengatasi stres, kecemasan, atau masalah kesehatan mental lainnya. Kamu tidak perlu merasa malu atau takut untuk mencari bantuan.

Yuk, klik di sini untuk mendaftar. Ingatlah bahwa kamu tidak sendirian dalam perjalanan ini. Ada dukungan di luar sana, dan kita semua bisa belajar bagaimana mengatasi stres dan menjaga kesehatan mental kita. Teruslah berjuang, belajar, dan tumbuh. Kita semua bisa mencapai kesejahteraan mental dan menjalani kehidupan yang lebih seimbang dan bahagia. #HidupSeutuhnya.

Referensi:

  1. McEwan, B. (2007). Stress, stressors, stress response, and coping. In Kessler, D. (ed.), Stress and health. New York: Springer.
  2. Selye, H. (1996). Stress in our lives: The concept, the phenomenon, and the management of stress. Journal of Social Issues.
  3. Sapolsky, I. (1994). The biology of stress: New perspectives. Nature.
  4. American Psychological Association. (2009). Stress at work: The employee’s perspective. Washington, DC: Author.
  5. Burton, J. L., & Greenglass, L. (1999). Managing stress at work: A guide to coping with stress for employees and managers.
  6. Yerkes, R. A., & Dienst, P. J. (2000). Stress, stressors, and coping mechanisms. In Kessler, D. (ed.), Stress and health. New York: Springer.
  7. Zapot, S. (2004). Stress management: A guide to techniques for coping. London: Routledge.
Read More
judi

Mengatasi Overthinking untuk Hubungan yang Lebih Baik

Halo, Perseners! Pernahkah lo merasa terjebak dalam pikiran sendiri, memutar-mutar masalah yang sama berulang-ulang? Itulah yang kita sebut overthinking, atau dalam bahasa kita, berlebihan dalam berpikir. Fenomena ini lebih dari sekadar kebiasaan, loh. Overthinking bisa jadi tlo stres, kecemasan, bahkan depresi​​.

Tapi, apa sih yang sebenarnya terjadi di balik layar pikiran kita saat overthinking?

Overthinking sering kali berakar dari kecemasan tentang masa depan atau penyesalan atas masa lalu. Seperti yang dikatakan oleh Cleveland Clinic, ini bisa membuat kita terjebak dalam siklus pikiran negatif yang tak berujung​​. Lo mungkin merasa seperti berada dalam labirin pikiran, dimana setiap jalan keluar hanya membawa ke jalan pikiran lain yang lebih rumit.

Tapi, overthinking ini bukan tanpa efek, lho. Overthinking bisa mengarah pada kesalahan kognitif dan meningkatkan kecemasan​​. Ini bukan gangguan mental sendiri, tapi seringkali berkaitan dengan gangguan kecemasan umum (GAD).

Tentu saja! Ada beberapa strategi yang bisa kita gunakan untuk menghentikan overthinking. Healthline menyarankan beberapa cara, seperti menetapkan periode khusus untuk khawatir, menantang pikiran kita sendiri, berlatih kasih sayang pada diri sendiri, dan mencari bantuan profesional jika perlu​​.

Yang penting, kita harus menghadapi situasi yang menyebabkan overthinking dan berlatih penerimaan serta refleksi diri. Seperti kata pepatah, ‘kesadaran adalah kunci pertama untuk mengubah segalanya’.

Perseners, mengapa kita perlu memahami overthinking? Karena, tanpa kita sadari, hal ini bisa berpengaruh besar dalam hubungan kita dengan orang lain. Bayangkan, jika pikiran kita terus menerus terjebak dalam putaran negatif, bagaimana kita bisa membangun komunikasi yang sehat dengan orang terdekat?

Pengaruh Overthinking dalam Hubungan

Perseners! Kita harus tahu bagaimana overthinking mempengaruhi hubungan kita dengan orang lain. Berlebihan dalam berpikir bisa memiliki dampak yang signifikan pada hubungan, loh.

1. Masalah Komunikasi: Ketika Pikiran Jadi Tembok

Salah satu dampak utama overthinking dalam hubungan adalah masalah komunikasi. Overthinking bisa membuat kita menjadi lebih tertutup dan kurang hadir dalam hubungan​​. Ini karena, saat pikiran kita sibuk berputar-putar, kita jadi kurang memperhatikan apa yang sebenarnya terjadi di sekitar kita. Akibatnya, komunikasi jadi terhambat.

2. Masalah Kepercayaan: Ketika Rasa Curiga Mengintai

Overthinking juga bisa menimbulkan masalah kepercayaan. Overthinking terus-menerus dapat membuat sulit untuk mempercayai pasangan, menyebabkan kecurigaan dan rasa tidak aman​​. Ketika kita terus menerus meragukan pasangan tanpa alasan yang jelas, hal ini bisa merusak fondasi kepercayaan yang telah dibangun.

3. Kecemasan dan Stres: Ketika Pikiran Menjadi Beban

Tidak hanya itu, overthinking juga bisa menyebabkan kecemasan dan stres yang berkelanjutan, ini bisa merugikan hubungan​​. Kecemasan yang ditimbulkan dari berpikir berlebihan bisa mengganggu kesehatan mental kita dan kesehatan hubungan.

4. Kurangnya Ketersediaan Emosional: Ketika Pikiran Menutupi Hati

Sebagai tambahan, overthinker sering kali kesulitan untuk secara emosional tersedia bagi pasangannya. Mereka terlalu sibuk dengan pikiran mereka sendiri, sehingga sulit untuk memberikan perhatian dan kasih sayang yang dibutuhkan oleh pasangan.

5. Rumination: Ketika Pikiran Membuat Hubungan Menjadi Getir

Overthinking juga bisa menyebabkan rumination, atau memikirkan skenario negatif terus-menerus, yang bisa mengikis kualitas hubungan. Ini adalah pola pikir di mana kita terus menerus memutar ulang pikiran negatif, yang tentunya tidak baik untuk hubungan apa pun.

Bagaimana Mengatasi Overthinking dalam Hubungan?

Setelah kita memahami pengaruh overthinking dalam hubungan, langkah berikutnya adalah menemukan cara untuk mengatasinya. Ini penting, karena dengan mengelola overthinking, kita bisa memperbaiki kualitas hubungan kita. Berikut adalah beberapa strategi yang bisa kita terapkan:

1. Pahami Alasan lo Berpikir Berlebihan

Langkah pertama adalah mengenali penyebab overthinking. Tanyakan pada diri sendiri, apa ketakutan atau ketidakpastian yang mendorong lo untuk berpikir berlebihan? Mengidentifikasi akar masalah sangat penting untuk memahami bagaimana overthinking mempengaruhi hubungan kita​​.

2. Bangun Kepercayaan

Kepercayaan adalah fondasi penting dalam setiap hubungan. Komunikasikan secara terbuka dengan pasangan tentang kekhawatiran lo dan kerjakan bersama untuk mengatasi masalah yang mungkin menjadi penyebab overthinking lo.

3. Jelas Tentang Kebutuhan lo dalam Hubungan

Identifikasi kebutuhan dan prioritas lo dalam hubungan. Fokuslah pada apa yang benar-benar penting bagi lo dan lepaskan kekhawatiran kecil yang menyebabkan lo berpikir berlebihan​​.

4. Jadikan Positivitas Sebagai Kebiasaan

Latih berpikir positif dan fokus pada aspek baik dari hubungan lo. Tantang pikiran negatif dan gantikan dengan pikiran yang lebih positif dan realistis​​.

5. Hadir di Saat Ini

Latih kesadaran dan fokus pada kehadiran di saat ini. Hindari terjebak dalam masa lalu atau khawatir tentang masa depan. Praktik ini sangat penting untuk mencegah overthinking​​​​.

6. Isi Waktu lo dengan Kegiatan Positif

Libatkan diri dalam aktivitas yang lo nikmati dan yang membantu lo rileks. Dengan sibuk, lo akan menghindari terlalu banyak memikirkan pikiran negatif​​.

7. Mulai Menulis Jurnal

Tulis pikiran dan perasaan lo dalam jurnal. Ini dapat membantu lo mendapatkan kejelasan dan perspektif pada overthinking lo dan mengidentifikasi pola dalam pemikiran lo​​​​.

8. Cari Dukungan Luar

Cari dukungan dari teman, keluarga, atau terapis. Berbicara dengan orang lain dapat membantu lo mendapatkan wawasan dan perspektif baru tentang overthinking lo​​​​.

Dengan menerapkan strategi-strategi ini, lo bisa bekerja untuk menghentikan overthinking dalam hubungan lo dan meningkatkan kualitas koneksi dengan pasangan lo.

Manfaat Bebas dari Overthinking

Dalam mengatasi overthinking kita bisa memperoleh manfaat dari bebasnya kita dari belenggu pikiran berlebihan. Bayangkan betapa indahnya hidup tanpa terus-menerus dibayangi oleh kekhawatiran yang tak perlu. Berikut adalah beberapa manfaat utama yang bisa kita nikmati:

1. Kejernihan dan Ketentraman Pikiran

Salah satu manfaat terbesar dari mengatasi overthinking adalah kejernihan pikiran. Dengan pikiran yang jernih, kita bisa membuat keputusan yang lebih baik dan menikmati ketenangan batin. Ini bisa membawa kita ke tingkat pemahaman diri yang lebih dalam dan membantu kita dalam menavigasi kehidupan dengan lebih bijaksana​​.

2. Energi dan Kreativitas yang Meningkat

Ketika kita belajar menghentikan overthinking, kita juga bisa menikmati peningkatan energi dan kreativitas. Ini juga bisa mengurangi masalah tidur, memberikan kita lebih banyak energi untuk menikmati hari-hari kita​​.

3. Hubungan yang Lebih Baik

Mengatasi overthinking juga berdampak positif pada hubungan kita. Komunikasi menjadi lebih baik, dan kita menjadi lebih terbuka secara emosional dengan orang-orang di sekitar kita. Penting untuk menekankan pentingnya ini dalam memperkuat ikatan dalam hubungan​​.

4. Kesejahteraan yang Ditingkatkan

Dengan mengatasi overthinking, kita juga bisa mengurangi stres dan kecemasan, yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan kita secara keseluruhan. Ini langkah penting untuk menjaga kesehatan mental yang lebih baik​​.

5. Reframing Pikiran secara Positif

Dengan merangkai ulang pikiran negatif dan fokus pada hal-hal positif, kita dapat meningkatkan keadaan mental dan emosional kita. Ini adalah bagian dari proses belajar untuk melihat segala sesuatu dari perspektif yang lebih positif dan konstruktif​​.

Kesimpulan

Perseners, kita telah menjelajahi perjalanan panjang dari memahami overthinking hingga menikmati manfaat bebas dari kebiasaan pikiran yang berlebihan ini. Kita telah melihat bagaimana overthinking dapat mempengaruhi hubungan kita, strategi untuk mengatasinya, dan berbagai manfaat yang bisa kita peroleh ketika kita berhasil mengelola kebiasaan tersebut.

Pemahaman adalah langkah pertama, tetapi tindakan adalah kunci untuk perubahan nyata. Mungkin kita telah menyadari beberapa aspek overthinking dalam diri kita sendiri atau dalam hubungan kita. Mungkin juga kita telah mencoba beberapa strategi yang telah kita bahas. Namun, sering kali, kita membutuhkan lebih dari sekadar informasi untuk benar-benar mengubah kebiasaan dan pola pikir kita.

Konseling bisa menjadi langkah penting dalam proses mengatasi overthinking. Dengan bantuan seorang terapis, kita dapat menggali lebih dalam untuk mengenali penyebab overthinking kita, mengembangkan strategi yang lebih efektif, dan membangun kepercayaan pada diri sendiri dan dalam hubungan kita.

Yuk, klik di sini untuk mendaftar konseling. Ini adalah kesempatan untuk untuk membantu lo menavigasi tantangan overthinking dan memandu kita menuju pertumbuhan pribadi dan hubungan yang lebih sehat.

Melalui konseling, kita bisa belajar bagaimana menghentikan siklus pikiran yang berputar-putar dan memulai perjalanan menuju kehidupan yang lebih tenang dan terkontrol. Ini bukan hanya tentang mengurangi stres, tetapi juga tentang membuka pintu menuju potensi penuh kita baik secara pribadi maupun dalam hubungan kita dengan orang lain.

Referensi:

  1. Verywell Mind. (2023). How to Stop Overthinking: Signs, Causes, and Ways to Cope.
  2. Clearbrook Treatment Centers. (2022, January 19). Traits Of An Overthinker.
  3. Success Starts Within. (2023, November 10). How Overthinking Can Be Used To Your Advantage.
  4. The Awareness Centre. (2023). Seven Strategies To Stop Overthinking – Talking Therapy.
  5. Bonobology.com. (2023, November 10). 10 Ways Overthinking Ruins Relationships.
Read More
judi

Mengetahui Dampak Lembur pada Kesehatan Mental Karyawan melalui Psikotes

Dalam dunia kerja yang semakin kompetitif, lembur telah menjadi norma di banyak industri. Namun, dampak lembur terhadap kualitas tidur karyawan seringkali tidak mendapat perhatian yang cukup. Studi telah menunjukkan bahwa lembur dapat berdampak negatif pada kualitas tidur, menyebabkan kelelahan, kantuk, dan durasi tidur yang lebih pendek. Kekurangan tidur kronis dapat menyebabkan masalah kesehatan fisik dan mental, menurunkan produktivitas, serta berdampak negatif pada kinerja dan keselamatan kerja.

Ketika karyawan bekerja lembur secara teratur, mereka seringkali mengorbankan waktu tidur mereka. Hal ini tidak hanya mengurangi durasi tidur tetapi juga mengganggu kualitas tidur. Kualitas tidur yang buruk dapat menyebabkan kelelahan yang berkelanjutan, yang pada gilirannya mempengaruhi kinerja kerja dan kesehatan mental karyawan.

Kurang tidur tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik tetapi juga kesehatan mental. Karyawan yang sering lembur dan mengalami gangguan tidur berisiko mengalami masalah seperti stres, kecemasan, dan depresi. Ini juga dapat menyebabkan penurunan konsentrasi, kemampuan pengambilan keputusan yang buruk, dan peningkatan risiko kecelakaan kerja.

Perusahaan memiliki peran penting dalam mendukung keseimbangan kerja dan kehidupan karyawan. Mereka dapat mengambil langkah-langkah untuk mendorong kebiasaan tidur yang lebih baik dan memprioritaskan istirahat karyawan, seperti mendukung keseimbangan kerja-hidup yang aktif, mengadakan lokakarya kesehatan dengan ahli tidur, dan menyediakan manfaat seperti meditasi kesadaran atau aplikasi tidur.

Perusahaan juga dapat berkomunikasi tentang pentingnya tidur kepada karyawan mereka dan menyediakan sumber daya untuk membantu mereka mengelola kualitas tidur mereka dengan lebih baik. Dengan memprioritaskan istirahat karyawan dan mendorong kebiasaan tidur yang lebih baik, perusahaan dapat membantu mencegah risiko kesehatan mental yang terkait dengan pekerjaan lembur dan meningkatkan kesejahteraan serta kinerja karyawan secara keseluruhan.

Strategi dan Solusi: Meningkatkan Kualitas Tidur dan Kesehatan Mental Karyawan

Meningkatkan kualitas tidur karyawan memiliki dampak positif yang signifikan terhadap kesehatan mental dan kinerja kerja mereka. Tidur yang buruk dikaitkan dengan masalah kesehatan fisik dan mental, dan kekurangan tidur kronis dapat menyebabkan penurunan produktivitas serta berdampak negatif pada kinerja dan keselamatan. Ada beberapa langkah yang dapat diambil oleh perusahaan untuk mendorong kebiasaan tidur yang lebih baik dan memprioritaskan istirahat karyawan.

Salah satu langkah penting yang dapat diambil oleh perusahaan adalah mendukung keseimbangan kerja-hidup yang aktif. Ini termasuk mengatur jam kerja yang wajar, menghindari lembur yang tidak perlu, dan mendorong karyawan untuk memanfaatkan waktu luang mereka untuk istirahat dan relaksasi.

Mengadakan lokakarya kesehatan dengan ahli tidur dapat memberikan karyawan informasi dan alat yang mereka butuhkan untuk tidur lebih baik. Ahli tidur dapat memberikan tips tentang higiene tidur, cara mengatasi insomnia, dan strategi untuk meningkatkan kualitas tidur.

Menyediakan manfaat seperti meditasi kesadaran atau aplikasi tidur dapat membantu karyawan mengelola stres dan meningkatkan kualitas tidur mereka. Aplikasi ini sering kali menyediakan panduan relaksasi, suara alam, dan meditasi yang dapat membantu karyawan bersantai sebelum tidur.

Penting bagi perusahaan untuk berkomunikasi tentang pentingnya tidur kepada karyawan mereka. Ini dapat mencakup menyediakan sumber daya tentang cara meningkatkan kualitas tidur dan mengadakan sesi informasi tentang dampak kesehatan dari kurang tidur.

Meningkatkan kualitas tidur dapat menjadi pendekatan pencegahan untuk kesehatan mental. Tidur yang baik membantu karyawan memproses emosi, meningkatkan plastisitas otak, dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan. Ini juga dapat mengurangi risiko masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan.

Tidur yang cukup dan berkualitas tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan mental karyawan tetapi juga untuk kinerja kerja mereka. Tidur yang baik dikaitkan dengan peningkatan konsentrasi, kreativitas, dan kemampuan pengambilan keputusan.

Dengan mengimplementasikan strategi ini, perusahaan dapat membantu karyawan mereka mendapatkan tidur yang lebih baik, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesehatan mental dan kinerja kerja.

Menggunakan Psychotest Assessment dari Life Skills untuk Menilai Dampak Lembur pada Kualitas Tidur

Dalam upaya untuk memahami dan mengatasi dampak lembur terhadap kualitas tidur karyawan, penggunaan Psychotest Assessment oleh Life Skills menjadi sangat penting. Psychotest Assessment adalah tes psikologis yang dirancang untuk mengevaluasi keterampilan dan sifat peribadi individu, yang dapat memberikan wawasan berharga tentang bagaimana lembur mempengaruhi kualitas tidur dan kesehatan mental karyawan.

  1. Jenis dan Fungsi Psychotest Assessment

Psychotest Assessment terdiri dari dua jenis utama: tes objektif dan tes proyeksi. Tes objektif meminta responden untuk memberikan respons tertentu terhadap serangkaian pertanyaan yang benar atau salah, sedangkan tes proyeksi diberikan dalam konteks yang ambigu untuk memungkinkan responden menjawab sesuai dengan pemikiran mereka. Kedua jenis tes ini dapat memberikan wawasan yang berbeda namun saling melengkapi tentang kondisi mental dan emosional karyawan.

  1. Pentingnya Psychotest dalam Konteks Lembur

Dalam konteks lembur, Psychotest Assessment dapat digunakan untuk menilai bagaimana jam kerja yang panjang dan tekanan kerja mempengaruhi kesehatan mental karyawan. Tes ini dapat mengungkapkan tingkat stres, kecemasan, dan potensi risiko gangguan tidur yang mungkin dialami karyawan sebagai akibat dari lembur.

  1. Analisis dan Interpretasi Hasil Tes

Hasil dari Psychotest Assessment memerlukan analisis dan interpretasi yang cermat oleh klinisi organisasi. Interpretasi ini bergantung pada kemampuan mereka untuk menyintesis data tes dan memahami konteks kerja karyawan. Dengan demikian, hasil tes dapat memberikan panduan yang berharga untuk mengembangkan strategi yang tepat dalam mengatasi masalah tidur dan kesehatan mental yang terkait dengan lembur.

  1. Manfaat Psychotest untuk Karyawan dan Perusahaan

Penggunaan Psychotest Assessment memberikan manfaat bagi karyawan dan perusahaan. Bagi karyawan, tes ini membantu mengidentifikasi masalah kesehatan mental dan tidur yang mungkin tidak mereka sadari. Bagi perusahaan, hasil tes dapat digunakan untuk membuat kebijakan kerja yang lebih sehat dan berkelanjutan, serta strategi dukungan kesehatan mental yang lebih efektif.

  1. Integrasi dengan Program Kesehatan Mental Lainnya

Psychotest Assessment dapat diintegrasikan dengan program kesehatan mental lainnya yang ditawarkan oleh perusahaan. Ini menciptakan pendekatan holistik dalam mendukung kesehatan mental karyawan, yang tidak hanya berfokus pada pengurangan jam lembur tetapi juga pada peningkatan kualitas tidur dan kesejahteraan umum karyawan.

Alasan Harus Mencoba Psychotest & Assessment dari Life Skills Indonesia

Dalam dunia bisnis yang dinamis, pemahaman mendalam tentang kesehatan mental dan kepribadian karyawan menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan sehat. Psychotest & Assessment dari Life Skills Indonesia menawarkan solusi komprehensif untuk kebutuhan ini. Berikut adalah beberapa alasan mengapa perusahaan harus mempertimbangkan penggunaan Psychotest & Assessment dari Life Skills Indonesia.

Kepentingan Psikotes dan Assessment bagi Perusahaan

1. Kegunaan untuk Keperluan Internal dan Pelanggan: Psikotes dan Assessment berguna tidak hanya untuk keperluan internal perusahaan, seperti dalam proses seleksi dan penilaian karyawan, tetapi juga dapat memberikan wawasan berharga untuk kebutuhan pelanggan.

2. Seleksi, Profiling, dan Penilaian Potensi Karyawan: Alat ini mendukung perusahaan dalam proses seleksi, profiling, dan penilaian potensi calon karyawan. Dengan demikian, perusahaan dapat membuat keputusan yang lebih tepat dalam perekrutan dan pengembangan karyawan.

3. Evaluasi Kesehatan Mental Karyawan: Psikotes dan Assessment membantu perusahaan dalam mengevaluasi kesehatan mental karyawan. Ini penting untuk mendeteksi masalah pribadi yang mungkin mempengaruhi kinerja kerja.

Keunggulan Psychotest & Assessment dari Life Skills Indonesia

1. Interpretasi oleh Ahli: Life Skills Indonesia menyediakan interpretasi hasil tes oleh para ahli di bidangnya. Hal ini memastikan bahwa hasil tes dianalisis dengan akurat dan memberikan wawasan yang mendalam.

2. Rekomendasi Intervensi: Selain interpretasi, Life Skills juga memberikan rekomendasi intervensi berdasarkan hasil tes. Ini memungkinkan perusahaan untuk mengambil langkah-langkah proaktif dalam mendukung kesehatan mental karyawan.

3. Hasil Interpretasi yang Cepat: Kecepatan dalam memberikan hasil interpretasi adalah salah satu keunggulan dari Life Skills Indonesia. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk segera mengambil tindakan berdasarkan hasil tes.

Dampak Positif pada Lingkungan Kerja

Penggunaan Psychotest & Assessment dari Life Skills Indonesia dapat memberikan dampak positif pada lingkungan kerja. Dengan memahami lebih dalam tentang karyawan, perusahaan dapat menciptakan lingkungan yang lebih mendukung, meningkatkan kesejahteraan karyawan, dan pada akhirnya meningkatkan produktivitas.

Membangun Budaya Perusahaan yang Sehat

Melalui penggunaan Psychotest & Assessment, perusahaan dapat membangun budaya kerja yang sehat dan inklusif. Ini menciptakan lingkungan di mana karyawan merasa dihargai dan didukung, yang penting untuk retensi karyawan dan kepuasan kerja.

Kesimpulan

Life Skills Indonesia menawarkan solusi Psychotest & Assessment yang komprehensif, dirancang untuk membantu organisasi dalam mengembangkan strategi kesehatan mental yang efektif dan mendukung karyawan mereka.

Psychotest & Assessment dari Life Skills Indonesia bukan hanya alat evaluasi, tetapi juga merupakan langkah penting dalam membangun budaya perusahaan yang peduli dengan kesejahteraan karyawan. Dengan memahami kebutuhan dan tantangan yang dihadapi karyawan, perusahaan dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan produktif.

Untuk memulai perjalanan Anda dalam meningkatkan kesehatan mental dan kinerja karyawan, kunjungi https://satu.bio/satumitra-igls. Di sana, Anda akan menemukan informasi lebih lanjut tentang Psychotest & Assessment dan bagaimana Life Skills Indonesia dapat membantu perusahaan Anda.

Jika Anda memerlukan informasi lebih lanjut atau ingin berdiskusi tentang kebutuhan spesifik organisasi Anda, jangan ragu untuk menghubungi:

– Margareth di WhatsApp: +62 882-9762-5596

– Sheila di WhatsApp: +62 851-7317-1568

Tim Life Skills Indonesia yang berpengalaman dan profesional siap membantu Anda dengan setiap pertanyaan atau kebutuhan yang Anda miliki.

Jangan lewatkan kesempatan untuk membawa organisasi Anda ke tingkat berikutnya dalam kesehatan mental dan kinerja karyawan. Dengan Psychotest & Assessment dari Life Skills Indonesia, Anda akan menemukan sumber daya, pengetahuan, dan dukungan yang diperlukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan produktif. Kunjungi https://satu.bio/satumitra-igls hari ini dan mulailah perjalanan Anda menuju lingkungan kerja yang lebih baik.

Ingat, setiap perubahan besar dimulai dengan langkah pertama. Ambil langkah itu hari ini dengan Life Skills Indonesia dan lihat bagaimana organisasi Anda berkembang dan mencapai potensi penuhnya.

FAQs

1. Apa itu Psychotest & Assessment dari Life Skills Indonesia?

2. Bagaimana Psychotest & Assessment dapat membantu HR dan manajer dalam perusahaan?

3. Apa manfaat menggunakan Psychotest & Assessment untuk kesehatan mental karyawan?

4. Bagaimana cara mendaftar untuk Psychotest & Assessment dari Life Skills Indonesia?

5. Apa saja jenis tes yang termasuk dalam Psychotest & Assessment?

6. Bagaimana Psychotest & Assessment dapat digunakan untuk menilai dampak lembur pada karyawan?

7. Apa peran Psychotest & Assessment dalam meningkatkan kualitas tidur karyawan?

8. Bagaimana hasil Psychotest & Assessment diinterpretasikan oleh ahli?

9. Apa saja langkah-langkah yang diambil setelah hasil Psychotest & Assessment diterima?

10. Bagaimana Psychotest & Assessment berkontribusi pada pengembangan organisasi dan lingkungan kerja?

Referensi

SHRM. (2019). Choosing Effective Talent Assessments to Strengthen Your Organization.

Testlify. (2023). How to use psychometric tests to improve employee performance.

Forbes. (2023). How To Get The Most Out Of Personality Assessments In The Workplace.

Paycor. (2023). Mastering the 9-Box Method: Your Key to Effective Employee Coaching.

TestGorilla. (2023). HiPos (High Potentials): How talent assessments help.

Read More
judi

Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Menghilangkan Rasa Malu melalui Kelas Online

Dalam perjalanan menuju transformasi diri, langkah pertama yang harus kita ambil adalah mengenali akar dari rasa malu. Rasa malu adalah emosi yang kompleks dan menyakitkan, yang dapat berdampak signifikan pada harga diri, hubungan interpersonal, dan kesejahteraan kita secara keseluruhan. Di sini, saya akan membahas beberapa cara untuk mengenali dan mengatasi akar dari rasa malu.

  1. Mengidentifikasi Asal-usul Malu

Pertama-tama, penting untuk merenungkan peristiwa, situasi, orang, atau frasa yang memunculkan rasa malu dalam hidup Anda. Tanyakan pada diri Anda, apakah pengalaman-pengalaman ini di luar kendali Anda atau dipengaruhi oleh faktor sosial atau budaya? Mengakui bahwa sumber malu sering kali berada di luar kendali kita adalah langkah penting dalam mengatasinya.

  1. Memahami Perbedaan antara Malu dan Rasa Bersalah

Malu dan rasa bersalah adalah dua emosi yang serupa namun berbeda. Rasa bersalah adalah perasaan bertanggung jawab atas sesuatu yang telah Anda lakukan salah, sementara malu adalah perasaan malu karena telah melakukan sesuatu yang salah. Mengenali perbedaan antara kedua emosi ini dapat membantu Anda mengatasi penyebab mendasar dari rasa malu.

  1. Praktik Kasih Sayang pada Diri Sendiri

Ketika rasa malu muncul, tantang dan ubah pemikiran Anda, dan perlakukan diri Anda dengan kebaikan dan kasih sayang. Mengenali pikiran yang berbasis malu dan mempertanyakan mereka dapat membantu mengurai malu yang toksik.

  1. Mengembangkan Strategi Mengatasi

Terlibat dalam praktik seperti menulis jurnal, kesadaran penuh (mindfulness), atau mekanisme koping lainnya dapat membantu Anda merenungkan dan memproses pengalaman Anda dengan rasa malu.

  1. Mencari Bantuan Profesional

Jika Anda kesulitan mengatasi rasa malu, pertimbangkan untuk berbicara dengan seorang profesional kesehatan mental yang dapat membantu Anda mengambil langkah tambahan untuk mengatasi masalah ini.

Dengan mengenali akar dari rasa malu dan menerapkan strategi-strategi ini, Anda dapat mulai mengatasi dampak negatif dari rasa malu terhadap kesejahteraan mental dan emosional Anda. Ingatlah bahwa penyembuhan dari rasa malu membutuhkan waktu dan usaha, dan kasih sayang pada diri sendiri adalah bagian penting dari proses ini.

Strategi Praktis Mengalahkan Rasa Malu

Setelah mengenali akar malu, langkah selanjutnya adalah menerapkan strategi praktis untuk mengalahkannya. Rasa malu bisa menjadi penghalang dalam interaksi sosial dan pengembangan diri. Namun, dengan strategi yang tepat, Anda dapat mengatasi rasa malu dan menjadi lebih percaya diri. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat Anda coba:

1. Mulai dari Hal Kecil

Langkah pertama adalah keluar dari zona nyaman Anda, tetapi lakukan secara bertahap. Mulailah dengan berlatih perilaku sosial dengan orang-orang yang Anda kenal dan perlahan-lahan beralih ke berteman dengan orang baru. Ini akan membantu Anda membangun kepercayaan diri tanpa merasa terlalu kewalahan.

2. Praktikkan Postur Tubuh yang Baik

Berdiri tegak memberikan kesan bahwa Anda percaya diri dan terbuka terhadap orang lain, yang dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri Anda. Postur yang baik juga memberikan sinyal positif kepada orang lain tentang kesiapan Anda untuk berinteraksi.

3. Siapkan Pembuka Percakapan

Menyiapkan beberapa pembuka percakapan seperti memperkenalkan diri, memberikan pujian, atau mengajukan pertanyaan dapat membantu Anda memulai percakapan dengan orang lain. Ini akan memudahkan Anda dalam memulai interaksi sosial.

4. Latih Apa yang Ingin Anda Katakan

Berlatih apa yang ingin Anda katakan dalam situasi sosial dapat membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan kepercayaan diri Anda. Ini juga mempersiapkan Anda untuk berbagai skenario percakapan.

5. Kembangkan Sikap Asertif

Bekerjalah untuk menjadi lebih asertif dalam situasi sosial. Sikap asertif dapat membantu Anda merasa lebih terkontrol dan percaya diri. Ini juga membantu dalam menyampaikan pendapat dan kebutuhan Anda kepada orang lain.

6. Berbicara Positif pada Diri Sendiri

Praktikkan berbicara positif pada diri sendiri untuk meningkatkan kepercayaan diri dan harga diri Anda. Ini dapat membantu mengurangi perasaan malu dan memperkuat rasa percaya diri Anda.

7. Mencari Bantuan Profesional

Jika Anda kesulitan mengatasi rasa malu, pertimbangkan untuk mencari bantuan dari terapis atau konselor yang dapat memberikan dukungan dan panduan tambahan.

Dengan menerapkan strategi-strategi ini, Anda dapat bekerja menuju mengatasi rasa malu dan merasa lebih percaya diri dalam situasi sosial. Penting untuk bersabar dengan diri sendiri dan mengambil langkah kecil menuju tujuan Anda. Jika Anda terus berjuang dengan rasa malu, pertimbangkan untuk mencari bantuan profesional untuk mengatasi penyebabnya dan mengembangkan strategi mengatasi yang efektif.

Kiat dan Latihan Efektif Kelas Online Kalahkan Malu, Jadi Pribadi yang Lebih Percaya Diri

Di sinilah Kelas Online Kalahkan Malu, Jadi Pribadi yang Lebih Percaya Diri dari Life Skills Indonesia memainkan peran penting. Kelas ini dirancang khusus untuk membantu Anda mengatasi rasa tidak percaya diri yang sering kali menghambat perkembangan pribadi dan sosial.

  1. Mengenali Penyebab Tidak Percaya Diri

Kelas ini membantu peserta mengenali penyebab utama dari tidak percaya diri. Banyak dewasa muda yang merasa tidak percaya diri karena tidak mengenal potensi diri sendiri, sering membandingkan diri dengan orang lain, dan merasa malu karena merasa tidak sehebat mereka. Kelas ini akan membantu Anda mengidentifikasi dan mengatasi hal-hal yang membuat Anda merasa tidak percaya diri.

  1. Akibat dari Tidak Percaya Diri

Tidak percaya diri dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti menarik diri dari lingkungan sosial, menghambat perkembangan diri, menyendiri, tidak mau mencoba hal baru, overthinking, dan selalu melihat kekurangan pada diri sendiri. Kelas ini dirancang untuk mengatasi masalah-masalah ini dan membantu Anda menjadi lebih percaya diri.

  1. Fleksibilitas Kelas Online

Salah satu keunggulan dari Kelas Online Kalahkan Malu, Jadi Pribadi yang Lebih Percaya Diri adalah fleksibilitasnya. Anda dapat mengakses materi kapan pun dan di mana pun, yang memudahkan Anda untuk tetap belajar dan produktif tanpa terikat oleh jarak ruang dan waktu.

  1. Belajar Bersama Komunitas

Melalui kelas ini, Anda akan menjadi bagian dari komunitas yang saling mendukung. Anda akan menyadari bahwa Anda tidak sendirian dalam menghadapi masalah ini. Berbagi pengalaman dan belajar bersama orang lain yang mengalami masalah serupa dapat meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri Anda.

  1. Meningkatkan Kepercayaan Diri

Kelas ini tidak hanya membantu Anda mengenali penyebab tidak percaya diri, tetapi juga memberikan alat dan strategi untuk mengatasi masalah tersebut. Dengan latihan dan kiat yang efektif, Anda akan belajar bagaimana mengatasi rasa malu dan membangun kepercayaan diri yang lebih kuat.

Alasan Harus Coba Kelas Online Kalahkan Malu, Jadi Pribadi yang Lebih Percaya Diri dari Life Skills

Kelas ini bukan hanya tentang teori, tetapi juga tentang penerapan praktis yang dapat membantu Anda mengatasi rasa malu dan meningkatkan kepercayaan diri. Berikut adalah beberapa alasan mengapa kelas ini layak untuk diikuti.

Apa yang Dipelajari?

1. Mengetahui Penyebab Rasa Malu dan Kurangnya Percaya Diri: Kelas ini membantu Anda mengidentifikasi akar masalah yang menyebabkan rasa malu dan kurangnya kepercayaan diri.

2. Tips Praktis Mengatasi Rasa Malu dan Meningkatkan Kepercayaan Diri: Anda akan belajar berbagai strategi dan teknik untuk mengatasi rasa malu dan membangun kepercayaan diri yang lebih kuat.

3. Penerapan Tips dalam Kehidupan Sehari-hari: Kelas ini memberikan panduan praktis untuk menerapkan tips tersebut dalam kehidupan sehari-hari Anda.

Preview Konten:

Kelas ini menawarkan 16 video, 9 worksheet, dan 2 tes psikologi yang dirancang untuk membantu Anda dalam perjalanan mengatasi rasa malu dan membangun kepercayaan diri.

  1. Video:

Dari Opening Kelas Online Percaya Diri hingga Mengetahui Penyebab Ketidakpercayaan Diri, setiap video dirancang untuk memberikan wawasan mendalam tentang berbagai aspek kepercayaan diri dan cara mengatasinya.

  1. Worksheet:

Worksheet yang disediakan, seperti Worksheet Healthy Lifestyle dan Worksheet Mindfulness, dirancang untuk membantu Anda menerapkan konsep yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Tes Psikologi:

Tes seperti Tes Self-Efficacy dan Tes Faktor Kepercayaan Diri membantu Anda mengenali kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan.

Mengapa Kelas Ini Penting?

Kelas ini tidak hanya memberikan teori tetapi juga praktek yang dapat langsung Anda terapkan. Dengan pendekatan yang holistik, kelas ini membantu Anda tidak hanya mengatasi rasa malu tetapi juga membangun fondasi yang kuat untuk kepercayaan diri yang berkelanjutan.

Kesimpulan

Kelas ini, yang dipandu oleh Muhammad Syibbli, M.Psi., Psikolog, dan Ifandi Khainur Rahim, S.Psi, dirancang untuk membantu Anda mengatasi rasa malu dan membangun kepercayaan diri yang lebih kuat.

Percaya diri adalah kunci untuk lebih berani mengambil kesempatan dan risiko dalam hidup. Dengan meningkatkan kepercayaan diri, Anda tidak hanya akan merasa lebih nyaman dalam interaksi sosial, tetapi juga lebih siap untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang datang.

Dengan harga yang sangat terjangkau, hanya Rp 125.000 dari harga asli Rp 200.000, investasi ini adalah langkah bijak untuk perubahan diri yang signifikan. Anda akan mendapatkan akses ke 16 video, 9 worksheet, dan 2 tes psikologi yang semuanya dirancang untuk membantu Anda dalam perjalanan mengatasi rasa malu dan membangun kepercayaan diri.

Konten kelas yang kaya akan memberikan Anda wawasan dan alat yang diperlukan untuk mengatasi rasa malu. Dengan video yang informatif, worksheet yang praktis, dan tes psikologi yang mendalam, Anda akan mendapatkan panduan lengkap untuk mengembangkan kepercayaan diri.

Jangan tunda lagi kesempatan untuk mengembangkan diri. Kelas Online Kalahkan Malu, Jadi Pribadi yang Lebih Percaya Diri adalah kesempatan emas untuk Anda yang ingin mengubah hidup menjadi lebih baik. Dengan bimbingan dari para ahli, Anda akan dipandu melalui setiap langkah dalam perjalanan mengatasi rasa malu dan membangun kepercayaan diri.

Untuk Anda yang siap mengambil langkah berikutnya, kunjungi link berikut untuk mendaftar dan memulai perjalanan Anda: Kelas Online Kalahkan Malu, Jadi Pribadi yang Lebih Percaya Diri. Jangan lewatkan kesempatan ini untuk berinvestasi dalam diri Anda sendiri dan memulai perjalanan menuju kepercayaan diri yang lebih besar.

Mari kita ambil langkah bersama menuju perubahan yang positif. Dengan Kelas Online Kalahkan Malu, Jadi Pribadi yang Lebih Percaya Diri, Anda tidak hanya belajar mengatasi rasa malu, tetapi juga membangun fondasi yang kuat untuk masa depan yang lebih percaya diri dan berani. Daftar sekarang dan mulailah transformasi diri Anda hari ini!

FAQs

1. Apa itu Kelas Online Kalahkan Malu, Jadi Pribadi yang Lebih Percaya Diri?

2. Siapa yang cocok mengikuti Kelas Online Kalahkan Malu?

3. Berapa harga untuk mengikuti Kelas Online Kalahkan Malu?

4. Apa saja materi yang disajikan dalam Kelas Online Kalahkan Malu?

5. Bagaimana cara mendaftar Kelas Online Kalahkan Malu?

6. Siapa pengajar di Kelas Online Kalahkan Malu?

7. Apakah Kelas Online Kalahkan Malu tersedia setiap saat?

8. Bagaimana Kelas Online Kalahkan Malu dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri?

9. Berapa lama durasi Kelas Online Kalahkan Malu?

10. Apakah ada dukungan atau komunitas untuk peserta Kelas Online Kalahkan Malu?

Referensi

Brahacoach, C. (2022). There is No Shame In Being Single

Psyche Guides. (2022). How to cope with shame.

Hope, T. (2022). Identifying the Root Causes of Shame. Psychology Today.

NDTV. (2023). What Exactly Is Tech Shame, And Why Does It Impact Generation Z?

Verywell Mind. (2023). Shame: Definition, Types, Effects, and Ways to Cope.

Read More
judi

Mengatasi Rasa Resah dan Galau: Panduan dan Solusi Efektif

Hai, Perseners! Pernah merasa resah atau galau yang terus-menerus menghantui pikiran lo? Di era yang serba cepat ini, kita sering dihadapkan pada situasi yang bikin kita resah dan galau. Resah dan galau sering muncul karena banyak hal. Mulai dari tekanan sosial, ekspektasi yang tinggi dari lingkungan, hingga konflik internal tentang siapa kita dan apa yang kita inginkan dalam hidup.

Di zaman sekarang, media sosial juga berperan besar dalam mempengaruhi perasaan kita, Dengan kemajuan teknologi, cara kita berinteraksi berubah drastis. Media sosial, yang seharusnya menjadi alat komunikasi, sering kali menjadi pemicu stres dan kegelisahan. Kita terjebak dalam siklus membandingkan diri sendiri dengan orang lain, yang tidak jarang menimbulkan rasa tidak aman dan gelisah.

Rasa gelisah ini bisa muncul dalam bentuk fisik maupun mental, seperti kesulitan untuk rileks, konsentrasi yang menurun, hingga perasaan selalu tidak nyaman. Hal ini sering kali dikaitkan dengan kondisi medis tertentu seperti depresi, kecemasan, gangguan bipolar, dan beberapa kondisi lain.

Ketika resah dan galau sudah jadi bagian dari hari-hari kita, ini bisa berdampak buruk pada kesehatan mental, loh! Stres yang berkepanjangan bisa memicu gangguan kecemasan, depresi, bahkan mengganggu kualitas tidur kita. Penting banget, nih, untuk mengenali dan mengatasi perasaan ini sebelum berubah jadi masalah yang lebih serius.

Mengetahui penyebab gelisah adalah langkah pertama untuk mengatasinya. Namun, penting juga untuk memahami bahwa berbagai faktor baik lingkungan maupun kesehatan mental berperan dalam munculnya perasaan ini.

Penyebab Munculnya Rasa Resah dan Galau

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, kita seringkali mengalami rasa resah dan galau. Berbagai faktor dapat menjadi penyebab munculnya perasaan ini, baik yang bersifat fisik maupun psikologis.

Stres: Stres menjadi salah satu penyebab utama rasa resah dan galau. Baik itu stres karena pekerjaan, hubungan interpersonal, atau masalah keuangan, semua bisa memicu perasaan ini​​​​​​.

Gangguan Mood: Gangguan mood seperti depresi, bipolar, dan kecemasan juga sering dikaitkan dengan rasa resah dan galau. Gangguan-gangguan ini bisa mempengaruhi bagaimana kita merasakan dan bereaksi terhadap berbagai situasi​​​​.

Kondisi Medis: Beberapa kondisi medis tertentu seperti gangguan tiroid, sindrom kaki gelisah, dan gangguan irama jantung bisa menyebabkan rasa gelisah​​​​.

Efek Samping Obat: Penggunaan beberapa jenis obat tertentu bisa menimbulkan efek samping berupa rasa gelisah​​.

Kurang Tidur: Kurangnya kualitas dan kuantitas tidur juga dapat menyebabkan rasa resah dan galau. Tidur yang tidak cukup bisa membuat kita lebih mudah tersinggung dan sulit berkonsentrasi​​.

Kurangnya Aktivitas Fisik: Kurangnya aktivitas fisik bisa berpengaruh pada kondisi fisik dan psikologis kita, termasuk menyebabkan rasa resah dan galau​​.

Kurangnya Dukungan Sosial: Dukungan sosial yang tidak memadai juga bisa menjadi faktor pemicu rasa resah dan galau. Kita sebagai manusia sosial memerlukan interaksi dan dukungan dari orang lain​​.

Pengaruh Resah dan Galau terhadap Kesehatan Mental

Resah dan galau bukan hanya soal perasaan sesaat. Kedua kondisi ini memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan mental kita.

Dampak pada Kondisi Mental: Rasa resah bisa mempengaruhi kesejahteraan mental dengan menyebabkan ketidakmampuan untuk beristirahat, kesulitan berkonsentrasi, dan perasaan tidak nyaman yang konstan​​. Ini juga bisa menjadi gejala ansietas dan depresi yang menyebabkan iritabilitas dan agitasi​​.

Hubungan dengan Kondisi Psikologis: Rasa resah dikaitkan dengan kondisi seperti depresi, gangguan bipolar, ansietas, dan ADHD​​. Ini juga bisa menjadi ciri dari mania atau hipomania dalam gangguan bipolar, serta gejala ansietas dan depresi​​.

Gangguan Kehidupan Sehari-hari: Ketika rasa resah dirasakan sering dan disertai dengan gejala lain, hal ini dapat mengganggu kehidupan sehari-hari dan mengurangi kualitas hidup seseorang​​. Rasa resah juga bisa memicu mekanisme coping yang buruk, seperti makan berlebihan, atau penggunaan berlebihan media sosial dan televisi sebagai distraksi​​.

Manifestasi Fisik dan Mental: Rasa resah bisa muncul secara fisik, seperti pada sindrom kaki gelisah, atau secara mental, mengakibatkan kesulitan tidur atau kesulitan menyelesaikan tugas sepanjang hari​​.

Resah dan galau dapat memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan mental, memengaruhi kemampuan seseorang untuk rileks, berkonsentrasi, dan mempertahankan keadaan mental yang positif.

Cara Bebas dari Rasa Resah dan Galau

Rasa resah dan galau memang bisa menjadi tantangan, tetapi ada beberapa strategi yang dapat membantu mengatasinya.

Berbicara dengan Seseorang: Mengungkapkan perasaan lo kepada seseorang yang lo percayai, seperti teman, anggota keluarga, atau profesional kesehatan mental, dapat membuat lo merasa tidak sendiri dan lebih memahami penyebab resah dan galau​​​​.

Identifikasi Pemicu: Tentukan apakah resah dan galau disebabkan oleh situasi, orang, atau aktivitas tertentu, dan ambil langkah untuk meminimalisir atau menghindari pemicu tersebut​​​​.

Teknik Relaksasi: Lakukan aktivitas yang mendukung relaksasi, seperti latihan pernapasan dalam, meditasi, atau relaksasi otot progresif​​​​​​.

Temukan Hobi atau Sukarela: Melakukan hal yang lo sukai adalah salah satu kunci kebahagiaan. Cari aktivitas yang membawa kegembiraan dan fokus padanya. lo juga bisa mencari program bantuan untuk membantu orang lain, karena memberikan diri bisa menjadi terapeutik​​.

Menghindari FOMO: Untuk menghindari FOMO (Fear of Missing Out), penting untuk mengenali gejalanya dan mencari cara untuk mengatasi kecemasan yang muncul, seperti membatasi penggunaan media sosial dan fokus pada kegiatan yang memberikan kepuasan pribadi

Menghadapi Quarter Life Crisis: Pasang musik, membaca buku, atau berolahraga untuk meningkatkan mood, serta tidak memaksakan diri untuk melakukan hal yang sekiranya tidak diinginkan.

Dengan menerapkan strategi ini, lo bisa bekerja untuk mengurangi rasa resah dan galau serta meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.

Kesimpulan

Perseners! Kita telah memahami rasa resah dan galau muncul sebagai perasaan yang tidak nyaman yang seringkali disertai kegelisahan, kekhawatiran, dan ketidakpastian. Hal ini dapat muncul sebagai respons terhadap stres, tekanan emosional, atau situasi yang menekan.

Rasa gelisah dan galau juga dapat menjadi gejala dari gangguan mood seperti depresi, bipolar, dan kecemasan. Secara fisik, rasa gelisah dapat disertai dengan gejala seperti sulit tidur, ketegangan otot, dan sulit berkonsentrasi.

Belajar untuk lebih rileks, mengetahui penggunaan waktu, dan mengalihkan perhatian dengan mendengarkan musik, membaca buku, atau berolahraga bisa mengurangi rasa resah dan galau.

Buat lo yang butuh bantuan untuk mengatasi rasa resah dan galau. Lo bisa menggunakan layanan konseling yang membantu dan membimbing lo untuk mengatasi rasa resah dan galau dengan bijak.

Yuk, kunjungi link ini untuk untuk mendaftar satupersen.net/layanan/konsultasi/konseling. Jangan ragu untuk mencari bantuan. Ingat, merawat kesehatan mental adalah bagian penting dari merawat diri sendiri. Mari kita ambil langkah proaktif untuk kesehatan mental yang lebih baik. Karena setiap langkah kecil yang kamu ambil adalah langkah maju menuju kebahagiaan dan ketenangan diri. #HidupSeutuhnya.

Referensi:

Better Help. (2023). Why Do I Feel Restless? Restlessness And Mental Health. https://www.betterhelp.com/advice/general/why-do-i-feel-restless-understanding-restlessness-in-the-context-of-mental-health-/

Very Well Mind. (2023). Ask a Therapist: How Can I Stop Feeling Restless and Unproductive? https://www.verywellmind.com/ask-a-therapist-5093045

Health Direct. (2021). Feeling restless. https://www.healthdirect.gov.au/feeling-restless

Shannon. (2023). Overcoming Restlessness: Here’s 5 Helpful Methods. https://www.brightside.com/blog/overcoming-restlessness-helpful-methods/

Allaya. (2021). Feeling stuck? 6 tips to overcome restlessness. https://www.betterup.com/blog/restlessness

Read More
judi

Solusi untuk Meraih Koneksi yang Bermakna

Halo, Perseners! Pernah nggak sih, lo merasa kesepian meski dikelilingi banyak orang? Atau, merasa hampa, padahal hidup lo terlihat oke dari luar? Nah, di era yang serba digital ini, masalah kayak gini ternyata makin sering terjadi, lho. Sosialisasi yang kurang bisa jadi pemicu utama perasaan kesepian dan hampa.

Kurangnya interaksi sosial itu bukan cuma masalah ‘nggak punya teman’. Lebih dalam lagi, ini tentang koneksi emosional. Kita sebagai manusia itu butuh terhubung, butuh merasa dihargai, dan butuh tempat untuk berbagi. Ketika itu nggak terpenuhi, otak kita mulai merasa ‘ada yang kurang’. Itulah yang bikin lo merasa kesepian dan hampa.

Tapi, gampang nggak sih, sosialisasi? Nggak selalu. Banyak tantangan, kayak rasa takut ditolak, malu, atau bahkan nggak tau harus mulai dari mana. Plus, di zaman sekarang, banyak yang lebih milih scrolling media sosial daripada ngobrol face-to-face. Ini jadi ironi, kan? Semakin canggih, semakin kita terisolasi.

Pentingnya sosialisasi ini nggak bisa dianggap enteng. Ini bukan cuma soal ‘belajar sopan santun’ atau ‘cara bergaul’, tapi lebih ke bagaimana kita menyerap nilai, kebiasaan, dan sikap yang sesuai dengan lingkungan kita​​. Tapi di era digital yang serba cepat ini, cara kita bersosialisasi berubah. Kita mungkin lebih sering berinteraksi di media sosial daripada bertatap muka langsung. Hal ini membawa tantangan baru dalam proses sosialisasi kita.

Nah, dalam mengatasi kesepian dan rasa hampa sosialisasi bisa jadi obatnya. Mulai dari yang kecil, kayak ngobrol dengan teman, join komunitas, atau bahkan sekadar tuker pikiran dengan orang baru. Ini semua bisa membuka jendela baru dalam hidup lo, memberikan perspektif baru, dan yang pasti, mengurangi rasa kesepian dan hampa itu.

Sosialisasi itu penting banget untuk kesehatan mental kita. Jangan sampai kita terjebak dalam kesendirian, hanya karena takut atau malu untuk membuka diri. Ingat, setiap orang punya cerita dan pengalaman yang bisa jadi inspirasi.

Kenapa Kurangnya Sosialisasi Menyebabkan Kesepian dan Rasa Hampa?

Perseners, pernah gak sih lo bingung kenapa lo bisa ngerasa kesepian, bisa jadi karena lo kurang sosialisasi. Mengapa sih kurangnya sosialisasi bisa menyebabkan kesepian dan rasa hampa?

  1. Koneksi Sosialisasi dan Kesepian

Kurangnya sosialisasi bisa berdampak besar terhadap perasaan kesepian. Isolasi sosial dan persepsi kesepian ini telah dikaitkan dengan berbagai konsekuensi negatif, termasuk depresi, kualitas tidur yang buruk, gangguan fungsi kognitif, bahkan penurunan kemampuan kognitif yang dipercepat.

Tapi, perlu lo ingat nih, kesepian itu nggak hanya tentang seberapa dekat kita secara fisik dengan orang lain. Kesepian bisa terjadi bahkan ketika kita dikelilingi banyak orang. Faktor-faktor seperti rendahnya rasa percaya diri, sifat pemalu, dan perubahan besar dalam kehidupan bisa berkontribusi terhadap kesepian dan isolasi sosial.

  1. Mencari Keseimbangan dalam Sosialisasi

Kurangnya interaksi sosial bisa menyebabkan masalah, tapi berlebihan juga nggak baik lho. Terlalu sedikit maupun terlalu banyak interaksi sosial bisa berdampak negatif. Mencari keseimbangan dalam berinteraksi sosial itu penting banget untuk kesejahteraan mental dan fisik kita.

  1. Dampak Jangka Panjang dari Kurangnya Sosialisasi

Kurangnya sosialisasi nggak cuma berpengaruh sekarang aja, tapi juga punya dampak jangka panjang. Perasaan terisolasi dan kesepian ini bisa memberikan dampak signifikan bagi kesehatan mental dan fisik kita. Hal ini bisa jadi masalah serius yang harus kita hadapi bersama.

Dari semua yang kita  bahas di atas, jelas banget ya bahwa sosialisasi itu penting banget. Dengan berinteraksi dan terhubung dengan orang lain, kita bisa mengurangi rasa kesepian dan hampa yang mungkin kita alami. Tapi ingat, berusaha sosialisasi saat kita sedang merasa kesepian juga bisa membuat kita merasa lebih buruk kalo kita nggak menemukan keseimbangan yang tepat.

Apa sih Tantangan dalam Bersosialisasi?

Sosialisasi mungkin terdengar sederhana, tapi sebenarnya, ada banyak hambatan yang bisa kita hadapi dalam proses ini. Berikut beberapa tantangan umum dalam sosialisasi:

  1. Miscommunication dan Konflik: Perbedaan budaya atau pribadi dapat menyebabkan miscommunication, salah paham, atau konflik, yang menghambat proses sosialisasi. Misalnya, apa yang dianggap humor di satu budaya mungkin dianggap tidak pantas di budaya lain, memicu kesalahpahaman.
  2. Kurangnya Waktu, Sumber Daya, dan Dukungan: Kegiatan sosialisasi bisa menjadi sulit karena kurangnya waktu, sumber daya, dan dukungan, yang dapat menghambat pembagian dan penciptaan pengetahuan tacit]. Sebagai contoh, seseorang yang sibuk dengan pekerjaan mungkin tidak memiliki cukup waktu untuk bersosialisasi.
  3. Risiko Kebocoran Kerahasiaan: Ada risiko kehilangan kerahasiaan, keamanan, atau kualitas informasi sensitif atau kritis selama proses sosialisasi, yang dapat menjadi hambatan yang signifikan. Dalam konteks organisasi, ini bisa berupa kebocoran data penting.
  4. Ketergantungan pada Lingkungan Eksternal: Keadaan eksternal, seperti dampak pandemi terhadap norma komunikasi, dapat menjadi tantangan bagi proses sosialisasi. Misalnya, keharusan menjaga jarak sosial telah mengubah cara kita berinteraksi dengan orang lain.
  5. Persaingan atau Konflik: Masalah dapat timbul dari persaingan atau konflik antara berbagai kelompok atau komunitas, membuat sosialisasi menjadi menantang. Contohnya, konflik antarbudaya atau antarkelompok sosial yang berbeda.

Mengatasi tantangan ini memerlukan adopsi praktik dan strategi terbaik, seperti menyelaraskan tujuan dengan objektif, menyediakan pedoman dan insentif yang jelas, serta menghormati keragaman. Penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung dan mempromosikan komunikasi terbuka untuk memfasilitasi sosialisasi yang efektif. Namun, pertanyaannya sekarang adalah: Bagaimana peran sosialisasi dalam mengatasi kesepian dan rasa hampa yang kita alami?

Peran Sosialisasi dalam Mengatasi Kesepian dan Rasa Hampa

Setelah mengidentifikasi berbagai tantangan dalam sosialisasi, kita sekarang beralih ke peran sosialisasi dalam mengatasi kesepian dan rasa hampa. Sosialisasi, jika dilakukan dengan cara yang seimbang dan efektif, dapat menjadi alat yang ampuh untuk mengatasi perasaan ini. Berikut adalah beberapa cara di mana sosialisasi dapat membantu mengurangi kesepian:

  1. Memperluas Lingkaran Sosial: Berpartisipasi dalam aktivitas dan acara sosial dapat membantu lo bertemu orang baru, membentuk koneksi baru, dan mengurangi perasaan kesepian. Melalui interaksi ini, kita dapat menemukan teman dan komunitas yang mendukung.
  2. Meningkatkan Keterampilan Komunikasi: Sosialisasi dapat membantu individu mengembangkan keterampilan komunikasi yang efektif, memungkinkan mereka untuk mengungkapkan perasaan dan pikiran mereka secara lebih terbuka, yang dapat mengarah pada pemahaman yang lebih baik terhadap orang lain dan mengurangi kesepian.
  3. Mendorong Rasa Kepemilikan: Sosialisasi dapat menumbuhkan rasa memiliki dan penting, yang dapat membantu lo  merasa lebih terhubung dengan orang lain dan kurang kesepian.
  4. Mengatasi Faktor Internal: Sosialisasi dapat membantu lo mengidentifikasi dan mengatasi masalah internal, seperti harga diri yang rendah atau terlalu banyak berpikir, yang dapat berkontribusi pada perasaan kesepian.
  5. Menemukan Keseimbangan yang Tepat: Penting untuk menemukan keseimbangan antara interaksi sosial dan waktu sendirian, karena terlalu banyak atau terlalu sedikit sosialisasi dapat menyebabkan kelelahan sosial dan meningkatkan kesepian.

Dengan berpartisipasi dalam aktivitas sosial, mempraktikkan komunikasi yang efektif, dan menemukan keseimbangan antara interaksi sosial dan waktu sendirian, lo dapat menggunakan sosialisasi sebagai alat untuk mengatasi kesepian dan menumbuhkan rasa diri serta kesejahteraan yang lebih sehat.

Kesimpulan

Perseners, kita telah membahas berbagai aspek sosialisasi, kesepian, dan rasa hampa. Kita telah memahami bahwa kesepian dan overthinking bisa disebabkan oleh kurangnya sosialisasi berkualitas, perasaan tidak memiliki tempat atau kelompok, dan masalah internal seperti rendahnya harga diri.

Kita wajib tahu bahwa kesepian dan overthinking dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik kita, mengurangi kualitas hidup, dan membuat kita terisolasi dari lingkungan sosial.

Dengan pembahasan sebelumnya, kita telah menemukan cara-cara untuk mengatasi kesepian dan overthinking, seperti memperluas lingkaran sosial, mengembangkan keterampilan komunikasi, menemukan keseimbangan antara waktu sendiri dan waktu bersama orang lain, serta mengatasi masalah internal.

Langkah selanjutnya adalah menerapkan tips ini dalam kehidupan kita. Ini bisa berarti mengambil inisiatif untuk bersosialisasi, mempraktikkan keterampilan komunikasi dalam interaksi sehari-hari, atau mencari bantuan profesional untuk mengatasi masalah internal.

Untuk lo yang ingin lebih mendalami cara mengatasi kesepian dan rasa hampa, lo bisa mengikuti Kelas Online khusus yang membahas topik ini. Di kelas ini, lo akan belajar lebih banyak tentang cara-cara efektif untuk mengatasi rasa sepi dan hampa.

  • Mengetahui penyebab kesepian dan overthinking
  • Mengetahui akibat dari merasakan kesepian dan overthinking
  • Mengetahui tips mengatasi kesepian dan overthinking
  • Dapat mengaplikasikan tips untuk mengatasi kesepian dan rasa hampa

Untuk informasi lebih lanjut dan mendaftar, klik di sini. Melalui pembelajaran dan aplikasi praktis dari konsep-konsep ini, kita dapat mengurangi perasaan kesepian dan hampa dalam hidup kita. Ingat, kita tidak sendirian dalam menghadapi perasaan ini, dan selalu ada langkah yang bisa kita ambil untuk memperbaiki situasi. Yuk, jadikan kelas ini untuk mencapai kesejahteraan mental dan emosional yang lebih baik.

Referensi:

  1. Allie. (2023). How much social interaction do you actually need? https://www.vox.com/even-better/23744304/how-much-social-interaction-do-you-need-loneliness-burnout
  2. Daniel. (2019). Socializing while lonely can actually make us feel worse. https://www.inlander.com/special-guides/socializing-while-lonely-can-actually-make-us-feel-worse-17699530
  3. American Psychological Association. (2019). The risks of social isolation. https://www.apa.org/monitor/2019/05/ce-corner-isolation
  4. C, Louise. (2013). Loneliness Matters: A Theoretical and Empirical Review of Consequences and Mechanisms. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3874845/
  5. Reid, Sheldon. (2023). Loneliness and Social Isolation. https://www.helpguide.org/articles/relationships-communication/loneliness-and-social-isolation.htm
Read More
judi

Pembicara Leadership untuk Pelatihan yang Interaktif

John C. Maxwell, seorang penulis dan pembicara asal Amerika, telah menjadi sosok yang sangat berpengaruh dalam dunia kepemimpinan. Dengan lebih dari 33 juta buku terjual, Maxwell tidak hanya mencapai kesuksesan sebagai penulis, tetapi juga sebagai seorang guru kepemimpinan yang diakui secara global. Karya-karyanya telah diterjemahkan ke dalam tujuh puluh bahasa dan digunakan untuk melatih jutaan pemimpin di seluruh dunia.

Maxwell memulai perjalanannya sebagai seorang pastor, namun kemudian mengembangkan minat yang mendalam pada aspek kepemimpinan dan pertumbuhan pribadi. Ini terlihat jelas dalam lebih dari 100 buku yang ia tulis, yang mencakup topik-topik seperti kepemimpinan, kapasitas, kerja tim, hubungan interpersonal, sikap, kesuksesan, pertumbuhan pribadi, dan komunikasi. Karyanya tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga memberikan langkah-langkah praktis yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu kekuatan utama Maxwell adalah kemampuannya untuk menyesuaikan presentasinya sesuai dengan kebutuhan audiens spesifik. Pendekatannya yang praktis dan mudah diaplikasikan membuat pesan-pesannya tidak hanya mudah dipahami, tetapi juga mudah diimplementasikan oleh individu dari berbagai latar belakang dan industri.

Organisasi yang didirikan oleh Maxwell, seperti John Maxwell Company, John Maxwell Team, EQUIP, dan John Maxwell Leadership Foundation, telah memainkan peran penting dalam menyebarkan ajaran-ajarannya. Melalui organisasi-organisasi ini, Maxwell telah berhasil menciptakan jaringan global yang mendukung pengembangan kepemimpinan di seluruh dunia.

Pengaruh Maxwell dalam dunia kepemimpinan tidak bisa diabaikan. Ia telah diakui sebagai pemimpin nomor satu dalam bisnis dan ahli kepemimpinan paling berpengaruh di dunia. Hal ini tidak hanya menunjukkan kualitas karyanya, tetapi juga dampak yang ia miliki dalam membentuk pemimpin-pemimpin masa depan.

Kepemimpinan, menurut Maxwell, bukan hanya tentang posisi atau gelar, tetapi lebih tentang pengaruh dan kemampuan untuk menginspirasi dan memotivasi orang lain. Ini tercermin dalam cara ia menyampaikan materi-materinya, yang selalu mengutamakan aspek praktis dan aplikatif.

Salah satu karya terkenal Maxwell yang akan kita bahas lebih lanjut adalah The 21 Irrefutable Laws of Leadership. Buku ini tidak hanya menjadi bestseller, tetapi juga dianggap sebagai salah satu buku kepemimpinan paling penting yang pernah ditulis. Dalam buku ini, Maxwell menguraikan prinsip-prinsip dasar yang harus dimiliki oleh setiap pemimpin, yang akan kita eksplorasi lebih dalam pada bagian berikutnya dari artikel ini.

Melalui karya-karyanya, John C. Maxwell telah membuktikan bahwa kepemimpinan adalah seni yang dapat dipelajari dan dikuasai oleh siapa saja. Dengan pendekatan yang sederhana namun mendalam, ia telah menginspirasi jutaan orang untuk mengembangkan kualitas kepemimpinan mereka dan membuat perubahan positif dalam kehidupan mereka dan orang lain.

John C. Maxwell dengan Karyanya “The 21 Irrefutable Laws of Leadership”

Dalam dunia kepemimpinan, ada beberapa buku yang memiliki pengaruh mendalam dan berkelanjutan, dan salah satunya adalah The 21 Irrefutable Laws of Leadership karya John C. Maxwell. Pertama kali diterbitkan pada tahun 1998, buku ini telah dianggap sebagai salah satu buku kepemimpinan terbesar sepanjang masa. Dengan penjualan lebih dari satu juta eksemplar, buku ini telah memberikan dampak signifikan dalam dunia bisnis dan kepemimpinan.

Buku ini menawarkan panduan yang jelas tentang bagaimana menjadi pemimpin yang efektif. Maxwell menguraikan prinsip-prinsip kunci kepemimpinan yang sukses, seperti visi, pengaruh, tanggung jawab, dan komitmen. Setiap hukum dalam buku ini didukung oleh contoh yang menginspirasi dan praktis dari pengalaman pribadi Maxwell, membuatnya tidak hanya teoritis tetapi juga aplikatif dalam kehidupan nyata.

Salah satu kekuatan utama dari The 21 Irrefutable Laws of Leadership adalah kemampuannya untuk menggabungkan teori kepemimpinan dengan contoh-contoh nyata. Ini membantu pembaca memahami bagaimana prinsip-prinsip ini dapat diterapkan dalam berbagai situasi dan industri. Buku ini juga menekankan pentingnya pertumbuhan pribadi dan pengembangan diri sebagai bagian integral dari menjadi pemimpin yang efektif.

Pada tahun 2022, untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-25, buku ini diterbitkan kembali dalam edisi yang telah direvisi dan diperbarui. Edisi baru ini menyediakan wawasan dan pelajaran baru yang telah dipelajari sejak publikasi aslinya. Ini menunjukkan komitmen Maxwell untuk terus belajar dan berbagi pengetahuannya tentang kepemimpinan yang efektif.

The 21 Irrefutable Laws of Leadership tidak hanya penting bagi mereka yang berada dalam posisi kepemimpinan, tetapi juga bagi siapa saja yang ingin memahami apa yang diperlukan untuk menjadi pemimpin yang hebat dan mencapai kesuksesan dalam profesi pilihan mereka. Buku ini telah menjadi sumber inspirasi bagi banyak pemimpin dan aspiran pemimpin di seluruh dunia.

Melalui buku ini, Maxwell menekankan bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang memimpin orang lain, tetapi juga tentang memimpin diri sendiri. Hukum-hukum yang ia paparkan membantu individu untuk memahami bagaimana mereka dapat meningkatkan kemampuan kepemimpinan mereka sendiri, serta bagaimana mereka dapat mempengaruhi dan menginspirasi orang lain.

Dalam konteks pengembangan kepemimpinan di tempat kerja, prinsip-prinsip yang diajarkan oleh Maxwell dalam The 21 Irrefutable Laws of Leadership sangat relevan.

Tumbuhkan Kepemimpinan pada Karyawan Melalui Speaking Engagement dari Life Skills Indonesia

Dalam dunia bisnis yang terus berkembang, pentingnya kepemimpinan yang efektif tidak dapat diabaikan. Seperti yang diuraikan oleh John C. Maxwell dalam The 21 Irrefutable Laws of Leadership, kepemimpinan adalah kunci untuk mencapai kesuksesan dan pertumbuhan. Di sinilah peran penting Life Skills Indonesia melalui program speaking engagement mereka.

Life Skills Indonesia, dengan pengalaman dan keahliannya dalam bidang pelatihan dan pengembangan, menyadari bahwa salah satu cara terbaik untuk menumbuhkan kepemimpinan di kalangan karyawan adalah melalui sesi speaking engagement. Program ini dirancang untuk tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga untuk menginspirasi dan memotivasi karyawan untuk mengembangkan kualitas kepemimpinan mereka.

Speaking engagement dari Life Skills Indonesia menawarkan berbagai topik yang relevan dengan kebutuhan organisasi dan individu. Dari pengembangan soft skills hingga strategi manajemen, setiap sesi dirancang untuk memperkaya pengetahuan dan keterampilan karyawan. Melalui interaksi langsung dengan pembicara yang berpengalaman, karyawan mendapatkan kesempatan untuk belajar dari praktisi terbaik di bidangnya.

Salah satu keunggulan dari program ini adalah pendekatannya yang interaktif dan personal. Pembicara tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mendorong partisipasi aktif dari para peserta. Ini menciptakan lingkungan belajar yang dinamis di mana karyawan dapat berbagi pengalaman, bertukar ide, dan belajar satu sama lain.

Pembicara dalam program speaking engagement Life Skills Indonesia adalah individu-individu yang telah terbukti sukses dalam bidangnya. Mereka membawa wawasan yang berharga dan pengalaman nyata yang dapat memberikan inspirasi serta panduan praktis bagi karyawan. Ini sangat penting dalam membantu karyawan memahami dan menerapkan prinsip-prinsip kepemimpinan dalam pekerjaan mereka sehari-hari.

Selain itu, speaking engagement ini juga membantu dalam mengidentifikasi dan mengembangkan calon pemimpin di dalam organisasi. Melalui sesi-sesi ini, karyawan dengan potensi kepemimpinan dapat dikenali dan diberikan dukungan untuk mengembangkan keterampilan mereka lebih lanjut. Ini sejalan dengan hukum Maxwell tentang pengaruh dan tanggung jawab, di mana pemimpin yang efektif tidak hanya memimpin, tetapi juga menginspirasi dan mengembangkan pemimpin lain.

Program speaking engagement dari Life Skills Indonesia juga menekankan pada pentingnya pertumbuhan pribadi sebagai bagian dari proses kepemimpinan. Ini sesuai dengan filosofi Maxwell yang menyatakan bahwa untuk menjadi pemimpin yang efektif, seseorang harus terlebih dahulu memimpin diri sendiri. Dengan memperkaya diri sendiri melalui pembelajaran dan pengembangan pribadi, karyawan dapat menjadi pemimpin yang lebih kuat dan efektif.

Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip kepemimpinan Maxwell ke dalam program speaking engagement mereka, Life Skills Indonesia tidak hanya membantu organisasi dalam mengembangkan pemimpin yang kompeten, tetapi juga membantu individu dalam mencapai potensi penuh mereka sebagai pemimpin.

Alasan Memilih Speaking Engagement dari Life Skills Indonesia

Mengapa Life Skills Indonesia menjadi pilihan tepat untuk speaking engagement? Jawabannya terletak pada beberapa faktor kunci yang membuat program mereka unik dan efektif.

1. Pelatihan Berkualitas Berdasarkan Bukti dan Penelitian Ilmiah

Life Skills Indonesia menonjol karena pendekatannya yang berbasis bukti dan penelitian ilmiah. Materi pelatihan yang mereka tawarkan tidak hanya teoritis, tetapi juga praktis dan telah terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan kepemimpinan. Ini sangat penting dalam dunia yang terus berubah, di mana pemimpin harus dilengkapi dengan pengetahuan dan keterampilan terbaru untuk tetap relevan.

2. Pilihan Expert yang Beragam

Dengan jajaran pembicara yang terdiri dari psikolog, financial planner, ahli sumber daya manusia, nutritionist, hingga CEO, Life Skills Indonesia menawarkan keahlian yang luas dan beragam. Karyawan dapat belajar dari para ahli di berbagai bidang, memberikan mereka perspektif yang lebih luas dan mendalam tentang kepemimpinan dan pengembangan diri.

3. Cakupan Topik Luas

Program speaking engagement mereka mencakup berbagai topik, mulai dari soft skills, kesehatan mental, keuangan, hingga pemasaran konten. Ini memungkinkan organisasi untuk memilih topik yang paling relevan dengan kebutuhan mereka, memastikan bahwa setiap sesi pelatihan memberikan nilai maksimal bagi pesertanya.

4. Harga Terjangkau

Salah satu keunggulan utama Life Skills Indonesia adalah harga yang terjangkau. Program mereka dirancang untuk dapat diakses oleh semua kalangan, termasuk mahasiswa, membuat pelatihan berkualitas tinggi menjadi lebih mudah dijangkau oleh berbagai organisasi.

5. Bahan Pelatihan Eksklusif

Life Skills Indonesia menyediakan bahan pelatihan eksklusif seperti worksheet dan psikotes yang valid dan reliabel. Ini memastikan bahwa peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis, tetapi juga alat praktis yang dapat mereka gunakan untuk menerapkan apa yang telah mereka pelajari.

6. Fleksibilitas

Dengan pilihan materi dalam bahasa Indonesia dan Inggris, serta opsi pelatihan online dan offline, Life Skills Indonesia menawarkan fleksibilitas yang memungkinkan organisasi untuk menyesuaikan program sesuai dengan kebutuhan mereka. Ini sangat penting dalam era globalisasi dan digitalisasi, di mana kebutuhan pelatihan dapat bervariasi secara signifikan dari satu organisasi ke organisasi lainnya.

Mengintegrasikan prinsip-prinsip kepemimpinan yang diajarkan oleh John C. Maxwell, Life Skills Indonesia tidak hanya menyediakan pelatihan, tetapi juga pengalaman belajar yang mendalam dan berdampak. Dengan memilih speaking engagement dari Life Skills Indonesia, organisasi dapat memastikan bahwa karyawan mereka mendapatkan akses ke sumber daya pembelajaran terbaik untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan mereka.

Kesimpulan

Life Skills Indonesia tidak hanya menyediakan pelatihan, tetapi juga pengalaman belajar yang akan membawa perubahan signifikan dalam cara kerja dan berpikir karyawan Anda.

Jika Anda merasa bahwa organisasi Anda siap untuk mengambil langkah selanjutnya dalam pengembangan kepemimpinan, Life Skills Indonesia adalah mitra yang tepat. Dengan berbagai program yang telah disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan spesifik organisasi Anda, mereka siap membantu Anda mencapai tujuan organisasi melalui pelatihan berkualitas.

Untuk memulai perjalanan Anda dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan di organisasi Anda, kunjungi link [satu.bio/satumitra-igls](satu.bio/satumitra-igls). Di sana, Anda akan menemukan informasi lebih lanjut tentang program-program yang ditawarkan dan bagaimana mereka dapat disesuaikan untuk kebutuhan spesifik organisasi Anda.

Jika Anda memerlukan informasi lebih lanjut atau ingin berdiskusi tentang kebutuhan spesifik Anda, jangan ragu untuk menghubungi Life Skills Indonesia melalui:

– WhatsApp: +62 882-9762-5596 (Margareth)

– WhatsApp: +62 851-7317-1568 (Sheila)

Tim Life Skills Indonesia yang berpengalaman dan profesional siap membantu Anda dengan setiap pertanyaan atau kebutuhan yang Anda miliki.

Dengan memilih Life Skills Indonesia, Anda tidak hanya mendapatkan akses ke pelatihan berkualitas tinggi, tetapi juga menjadi bagian dari perubahan positif dalam organisasi Anda. Melalui program speaking engagement mereka, karyawan Anda akan mendapatkan wawasan baru, mengembangkan keterampilan kepemimpinan, dan belajar bagaimana menerapkan prinsip-prinsip kepemimpinan yang efektif dalam pekerjaan sehari-hari.

Jangan lewatkan kesempatan untuk membawa organisasi Anda ke tingkat berikutnya. Dengan Life Skills Indonesia, Anda akan menemukan sumber daya, pengetahuan, dan dukungan yang diperlukan untuk membentuk pemimpin masa depan. Kunjungi satu.bio/satumitra-igls hari ini dan mulailah perjalanan Anda menuju keunggulan kepemimpinan.

Ingat, setiap perubahan besar dimulai dengan langkah pertama. Ambil langkah itu hari ini dengan Life Skills Indonesia dan lihat bagaimana organisasi Anda berkembang dan mencapai potensi sepenuhnya.

FAQs

1. Apa itu Life Skills Indonesia dan bagaimana mereka dapat membantu dalam pengembangan kepemimpinan?

2. Siapa John C. Maxwell dan apa pengaruhnya dalam dunia kepemimpinan?

3. Apa saja isi dari buku The 21 Irrefutable Laws of Leadership karya John C. Maxwell?

4. Bagaimana speaking engagement dari Life Skills Indonesia dapat meningkatkan keterampilan kepemimpinan karyawan?

5. Apa keuntungan menggunakan jasa speaking engagement dari Life Skills Indonesia untuk organisasi?

6. Bagaimana cara mendaftar untuk program speaking engagement dari Life Skills Indonesia?

7. Apa saja topik yang ditawarkan dalam program speaking engagement Life Skills Indonesia?

8. Bagaimana Life Skills Indonesia menyesuaikan materi pelatihan dengan kebutuhan spesifik organisasi?

9. Berapa biaya untuk mengikuti program speaking engagement dari Life Skills Indonesia?

10. Apa saja metode pengajaran yang digunakan dalam sesi speaking engagement Life Skills Indonesia?

Referensi

Bass, B. M. (1985). Leadership and performance beyond expectations. New York: Free Press.

Dvir, T., Eden, D., Avolio, B. J., & Shamir, B. (2002). Impact of transformational leadership on follower development and performance: A field experiment. Academy of Management Journal, 45(4), 735-744.

Kelloway, E. K., Barling, J., & Helleur, J. (2000). Enhancing transformational leadership: The roles of training and feedback. Leadership & Organization Development Journal, 21(3), 145-149.

Kaslow, N. J. (2014). Becoming and being a competent leader. American Psychological Association. Monitor on Psychology, 45(2), 48.

Read More
judi

Mengatasi Trauma Bullying: Langkah Menuju Hidup Bahagia

Halo, Perseners! Pernah dengar istilah bullying? Atau mungkin, pernah mengalaminya sendiri? Di era yang serba digital ini, bullying bukan lagi sekedar ejekan di sekolah, tapi sudah menyebar hingga ke dunia maya. Secara umum, bullying adalah perilaku agresif yang dilakukan seseorang secara sengaja dan berulang untuk menyakiti atau membuat orang lain tidak nyaman.

Bullying melibatkan penggunaan kekuatan, paksaan, ejekan yang menyakitkan, atau ancaman untuk menyalahgunakan, mendominasi secara agresif, atau mengintimidasi. Perilaku ini seringkali berulang dan bersifat kebiasaan, dan ada ketidakseimbangan kekuatan atau kekuasaan antara individu yang terlibat.

Bullying bisa mengambil berbagai bentuk, termasuk fisik, verbal, sosial, dan cyberbullying. Ini bisa terjadi secara langsung atau online, melalui berbagai platform digital dan perangkat, dan bisa melibatkan individu atau kelompok yang menyalahgunakan kekuasaan atau kekuasaan yang dirasakan mereka miliki terhadap satu atau lebih orang yang merasa tidak mampu menghentikannya.

Berdasarkan data terkini, kasus bullying, khususnya cyberbullying, meningkat secara signifikan. Fenomena ini tidak hanya terbatas pada anak-anak dan remaja, tapi juga menjangkau orang dewasa. Faktanya, banyak korban bullying yang mengalami dampak jangka panjang, mulai dari masalah kesehatan mental hingga kesulitan dalam berinteraksi sosial.

Kasus bullying juga menjadi perhatian serius. Berbagai studi menunjukkan bahwa bullying di sekolah dan di media sosial cukup tinggi. Ironisnya, banyak korban yang tidak melapor atau bahkan tidak menyadari bahwa mereka telah menjadi korban bullying.

Bullying bukan hanya masalah individu, tapi juga masalah sosial yang lebih besar. Dampaknya bisa sangat merugikan, baik bagi korban maupun pelaku. Di sisi lain, kesadaran untuk melawan dan mencegah bullying masih perlu ditingkatkan.

Dampak Bullying terhadap Kesehatan Mental

Penting untuk kita tau, apa dampak bullying terhadap kesehatan mental.

Salah satu dampak paling umum dari bullying adalah pengembangan depresi dan kecemasan. Korban bullying sering merasa ditolak, diisolasi, memiliki harga diri yang rendah, dan merasa terpisah dari lingkungan sosialnya. Depresi dan kecemasan ini bukan hanya berlalu begitu saja, tapi bisa berlanjut dan mempengaruhi kehidupan korban di masa depan.

  • Gangguan Stres Akut dan PTSD

Bullying yang sangat traumatis bisa menyebabkan Gangguan Stres Akut atau Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD). Ini adalah kondisi serius yang terjadi karena pengalaman traumatik yang berulang, seperti yang dialami korban bullying.

Menurut penelitian, korban bullying bisa mengalami dampak jangka panjang. Ini termasuk kekerasan antarpersonal, penggunaan zat terlarang, kekerasan seksual, fungsi sosial yang buruk, dan performa yang menurun. Dampak ini tidak hanya merugikan secara pribadi, tapi juga bisa mempengaruhi berbagai aspek kehidupan korban.

  • Kesehatan Fisik dan Emosional

Bullying juga bisa menyebabkan cedera fisik, masalah sosial atau emosional, dan dalam beberapa kasus, bahkan kematian. Ini juga dapat menimbulkan perasaan kesepian dan menyumbang pada stres toksik, terutama ketika terjadi secara kumulatif dan bertahun-tahun.

Individu yang menjadi pelaku sekaligus korban bullying berisiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan mental dan perilaku, termasuk depresi, kecemasan, dan ide serta perilaku bunuh diri.

Cara Menyembuhkan Luka Batin Akibat Bullying

Setelah memahami dampak bullying terhadap kesehatan mental, kita wajib tau apa yang bisa kita lakukan untuk sembuh dari luka batin akibat bullying.  Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan:

1. Mengakui Pengalaman

Langkah pertama dalam pemulihan adalah mengakui rasa sakit yang kalian rasakan. Izinkan diri kalian untuk bersedih atas apa yang telah hilang dan beri waktu untuk menyembuhkan.

2. Mencari Dukungan

Berhubungan dengan orang lain yang memiliki pengalaman serupa, baik secara online maupun langsung, dapat membuat kalian merasa tidak sendirian dan lebih dipahami.

3. Praktikkan Self-Care

Merawat diri sendiri, baik secara emosional maupun fisik, sangat penting dalam menghadapi situasi yang penuh tekanan. Ini termasuk menjaga kesehatan, hobi, dan kegiatan yang membawa kebahagiaan.

4. Menolak Keyakinan Negatif

Tolak kebohongan yang diberikan oleh para pelaku bullying dan fokus pada kualitas positif kalian. Tetapkan tujuan pribadi dan lakukan aktivitas yang membawa kebahagiaan.

5. Edukasi Diri

Pelajari tentang bullying, dampaknya, dan strategi untuk mengatasinya. Pengetahuan adalah kekuatan.

6. Mencari Bantuan Profesional

Jika kalian kesulitan mengatasi perasaan sendiri, pertimbangkan untuk mencari terapi atau konseling. Ini akan membantu mengolah emosi dan mengembangkan mekanisme coping yang sehat.

7. Mengembangkan Gaya Relasional Baru

Evolusikan ke gaya relasional yang asertif yang mencari resiprositas dan rasa hormat dari orang-orang di orbit sosial kalian.

8. Mengampuni Diri Sendiri

Ingatlah bahwa kalian bukan tanpa daya. Kalian memiliki kekuatan untuk pulih dari bullying dan luka yang telah ditimbulkannya.

Pemulihan dari bullying membutuhkan waktu dan usaha. Bersabarlah dengan diri sendiri selama proses ini.

Manfaat Move on dari Bullying dengan Kekuatan Memaafkan

Perseners, setelah memahami proses penyembuhan dari luka batin akibat bullying, kini kita akan melihat manfaat dari proses move on dan memaafkan.

1. Penyembuhan Emosional

Mempraktikkan pengampunan memungkinkan individu melepaskan kemarahan, rasa sakit, dan rasa dendam yang terkait dengan pengalaman bullying. Ini adalah langkah penting menuju penyembuhan emosional dan kesejahteraan.

2. Pertumbuhan Pribadi

Memafkan para pelaku bullying adalah tanda pertumbuhan pribadi dan ketahanan. Hal ini menunjukkan bahwa individu tidak didefinisikan oleh tindakan orang lain dan mampu mengatasi kesulitan.

3. Mengurangi Stres dan Meningkatkan Kesehatan Mental

Pengampunan membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan mental. Hal ini memungkinkan individu untuk melepaskan emosi negatif dan fokus pada aspek positif kehidupan.

4. Meningkatnya Kesadaran Diri

Pengampunan dapat mengarah pada peningkatan kesadaran diri dan pemahaman yang lebih baik tentang emosi dan kebutuhan seseorang.

5. Hubungan yang Sehat

Pengampunan dapat berkontribusi pada hubungan yang lebih sehat. Individu yang telah memaafkan orang lain atas tindakan masa lalu mereka cenderung lebih memaafkan dan pengertian terhadap orang lain.

6. Dukungan Komunitas

Mencari dukungan dari komunitas, baik online maupun secara langsung, dapat menjadi cara efektif untuk pulih dari bullying. Terhubung dengan orang lain yang memiliki pengalaman serupa dapat membantu individu merasa tidak sendirian dan lebih dipahami.

Kesimpulan

Perseners, kita telah menelusuri perjalanan panjang mulai dari memahami apa itu bullying, dampaknya terhadap kesehatan mental, proses penyembuhan, hingga manfaat dari move on dan pengampunan.  

Bullying adalah perilaku agresif yang sering kali meninggalkan luka mendalam, baik secara fisik maupun emosional. Korban bullying mengalami berbagai dampak negatif, seperti depresi, kecemasan, dan bahkan PTSD. Namun, penting untuk diingat bahwa luka batin ini dapat disembuhkan.

Langkah pertama dalam penyembuhan adalah mengakui pengalaman dan rasa sakit yang ada. Mencari dukungan, baik dari komunitas maupun profesional, sangat penting dalam proses ini. Praktik self-care, membangun kesadaran diri, dan memaafkan, tidak hanya membantu dalam penyembuhan tapi juga membawa pertumbuhan pribadi.

Melanjutkan hidup setelah bullying bukanlah proses yang sederhana, tetapi merupakan langkah penting menuju masa depan yang lebih cerah dan sehat. Pengampunan dan pengertian membawa kita ke hubungan yang lebih sehat dan kesejahteraan emosional yang lebih baik.

Buat lo yang  merasa terbebani oleh dampak bullying, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Konseling bisa menjadi langkah penting dalam perjalanan penyembuhan.

Yuk daftar di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang layanan konseling yang tersedia. Ingat, meminta bantuan adalah tanda kekuatan, bukan kelemahan. Bullying bukan akhir dari segalanya. Lo memiliki kekuatan untuk pulih, tumbuh, dan berkembang. Jadikan pengalaman ini sebagai batu loncatan untuk menjadi versi terbaik dari diri lo. Lawan bullying dengan kekuatan pengetahuan, empati, dan dukungan. #HidupSeutuhnya.

Referensi:

  1. Agatston, P., Kowalski, R., & Limber, S. (2007). Students’ Perspectives on Cyber Bullying. Journal of Adolescent Health.
  2. Basile, K. C., Espelage, D. L., Rivers, I., McMahon, P. M., & Simon, T. R. (2014). The theoretical and empirical links between bullying behavior and sexual violence perpetration. Aggression and Violent Behavior.
  3. Cook, C. R., Williams, K. R., Guerra, N. G., & Kim, T. E. (2010). Variability in the prevalence of bullying and victimization: A cross-national and methodological analysis. In S. R.
  4. Jimerson, S. M. Swearer, & D. L. Espelage (Eds.), Handbook of bullying in schools: An international perspective (pp. 347-362). New York: Routledge.
  5. Olweus, D. (1993). Bullying at school: What we know and what we can do. Oxford, UK: Blackwell.
  6. Swearer, S. M., Espelage, D. L., Vaillancourt, T., & Hymel, S. (2010). What can be done about school bullying?
  7. Ttofi, M. M., & Farrington, D. P. (2011). Effectiveness of school-based programs to reduce bullying: A systematic and meta-analytic review.
Read More
judi

Kenapa Penting dan Pengaruhnya pada Kesehatan Mental

Halo, Perseners! Gue punya kabar menarik nih tentang self reward. Tahukah lo, bahwa memberikan penghargaan ke diri sendiri itu nggak cuma soal memanjakan diri, tapi juga bisa jadi kunci produktivitas? Yup, penelitian terbaru menunjukkan bahwa self reward yang tepat bisa meningkatkan motivasi dan efektivitas kita dalam beraktivitas. Menarik, kan?

Namun, lo harus hati-hati! Banyak orang yang salah kaprah dalam menerapkan self reward. Mereka cenderung memilih reward yang justru bisa membawa dampak negatif, seperti belanja berlebihan atau makan berlebih. Hal ini bukan hanya merugikan secara finansial, tapi juga bisa berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental.

Nah, berbicara tentang kesehatan mental, self reward yang bijak ternyata punya peran besar, lho. Dengan reward yang sesuai, kita bisa merasa lebih dihargai dan termotivasi. Ini sangat penting, terutama dalam menghadapi tekanan dan tantangan sehari-hari. Reward yang tepat bisa menjadi booster untuk kesehatan mental kita, memberikan rasa puas dan bahagia yang autentik.

Jadi, gimana sih cara self reward yang benar? Pertama, tentukan goal yang jelas dan achievable. Setelah itu, pilihlah reward yang sehat dan produktif, seperti mengambil waktu istirahat, melakukan hobi, atau mungkin belajar skill baru. Ingat, reward itu bukan cuma soal materi, tapi juga tentang memberi apresiasi pada diri sendiri.

Jadi, perseners, self reward itu penting banget untuk menjaga motivasi dan kesehatan mental kita. Tapi, ingat untuk melakukannya dengan bijak ya. Pilihlah reward yang sehat dan positif, yang bisa mendukung tujuan dan pertumbuhan pribadi lo.

Kesalahan dalam Self Reward

Dalam praktik self-reward, kesalahan kecil bisa berakibat pada hilangnya manfaat yang seharusnya diperoleh. Mari kita telusuri beberapa kesalahan umum yang sering terjadi.

  1. Mengabaikan Kesalahan: Ketika kita tidak mempertimbangkan pengalaman masa lalu dengan reward, kita cenderung mengulangi kesalahan yang sama dan mempertahankan pandangan negatif tentang reward.
  2. Tidak Mengukur Sebelum Memberikan Reward: Memilih reward tanpa mengidentifikasi perilaku yang sesuai untuk diberi penghargaan dapat menyebabkan ketidaksesuaian antara reward dan perilaku yang diinginkan.
  3. Mengabaikan Hasil: Jika reward yang diberikan tidak menghasilkan perilaku atau hasil yang diinginkan, ini menunjukkan sistem reward yang bermasalah.
  4. Pengakuan yang Tidak Rutin: Pengakuan yang jarang diberikan dapat mengurangi dampaknya pada motivasi dan moral.
  5. Reward yang Tidak Bermakna atau Berdampak: Reward yang tidak memiliki makna atau dampak tidak akan efektif dalam memotivasi individu.
  6. Ketergantungan pada Validasi Eksternal: Terlalu bergantung pada reward eksternal dapat mengurangi motivasi intrinsik dan mengarah pada ketergantungan pada validasi eksternal.

Pengaruh Self Reward terhadap Kesehatan Mental

Perseners! Penting untuk memahami bagaimana penerapannya yang benar dapat memberikan dampak positif pada kesehatan mental kita.

1. Meningkatkan Motivasi

Salah satu cara self reward meningkatkan kesehatan mental adalah dengan memacu motivasi. Seperti yang dijelaskan di Ness Labs, dengan mengantisipasi reward, kita lebih cenderung berkomitmen untuk mencapai tujuan dan kurang cenderung menunda-nunda. Self reward bertindak sebagai bentuk penguatan positif, meningkatkan kemungkinan kita untuk mencapai tujuan di masa depan​​​​.

2. Meningkatkan Kadar Dopamin

Dopamin, yang sering disebut sebagai ‘hormon reward’, berperan penting dalam mempengaruhi mood dan motivasi kita. Setiap kali kita memberikan reward kepada diri sendiri, otak kita memproduksi dopamin yang membuat kita merasa bahagia dan puas. Ini juga membantu mengurangi stres, meningkatkan fokus, dan menambah kepercayaan diri​​​​.

3. Meningkatkan Self-Care

Self reward adalah bagian integral dari self-care. Menurut Kare Psychology, reward kecil bisa menjadi motivator yang kuat, meningkatkan kepercayaan diri, produktivitas, rasa syukur, dan kepuasan. Ini membuktikan bahwa self reward bukan tanda egoisme, melainkan sebuah tindakan yang mendukung kesejahteraan diri​​.

4. Sebagai Mekanisme Coping

Self reward dapat berfungsi sebagai mekanisme coping, mendorong kita secara bawah sadar untuk menyelesaikan tugas dan mencapai tujuan. Ini membantu kita untuk bergerak maju meski dihadapkan pada tantangan dan stres​​.

Memanajemen Sistem Reward Pribadi

Penting untuk mengatur sistem reward pribadi dengan bijak. Menghindari pemberian reward secara berlebihan sangat penting untuk mengelakkan ketergantungan dan perilaku destruktif. Di sisi lain, memberikan reward secara teratur dan tepat waktu dapat membantu otak kita bekerja lebih baik karena mengetahui bahwa ada reward yang akan mengikuti. Dengan cara ini, self reward dapat meningkatkan kemampuan kita untuk menikmati proses, bukan hanya hasilnya​​.

Gimana sih Cara Self Reward yang Benar?

Setelah memahami pengaruh positif dari self reward terhadap kesehatan mental, saatnya kita membahas bagaimana menerapkannya dengan benar.

1. Tentukan Tujuan

Langkah pertama adalah menetapkan tujuan atau milestone yang ingin lo capai. Menentukan tujuan yang spesifik penting agar lo dapat memberikan reward yang sesuai saat tujuan tersebut tercapai​​.

2. Pilih Reward yang Bermakna

Pilihlah reward yang pribadi dan sesuai dengan tujuan. Baik itu aktivitas, pengalaman, atau barang yang benar-benar lo hargai, pastikan bahwa reward tersebut memiliki arti bagi lo​​.

3. Variasikan Reward

Berikan berbagai jenis reward, mulai dari barang material, pengalaman, hingga reward non-material seperti pengakuan atau relaksasi. Variasi ini penting agar lo tidak cepat bosan dan tetap termotivasi​​.

4. Tetapkan Milestone yang Realistis

Tetapkan milestone yang realistis dan dapat dicapai. Ini akan membantu lo tetap termotivasi dan menghindari rasa putus asa​​.

5. Gunakan Sistem Reward

Terapkan sistem untuk melacak kemajuan lo  dan beri reward pada diri lo sendiri saat mencapai milestone. Lo bisa menggunakan kalender fisik atau digital, bagan kemajuan, atau aplikasi mobile​​.

6. Jadwalkan Reward Secara Teratur

Rencanakan reward lo di muka dan alokasikan waktu khusus untuk keluarga atau teman. Hal ini akan membantu Anda mempertahankan motivasi dan menikmati antisipasi penerimaan reward​​.

7. Refleksi atas Kemajuan

Secara teratur evaluasi sistem self reward lo untuk memastikan tetap efektif dan selaras dengan tujuan lo. Sesuaikan atau modifikasi sistem sesuai kebutuhan untuk terus memotivasi diri lo dan meningkatkan kesehatan mental​​.

Ingatlah bahwa self reward harus seimbang dan berkelanjutan, mendukung pendekatan yang sehat dan menyenangkan untuk pertumbuhan pribadi dan self-care lo.

Kesimpulan

Perseners! Kita telah membahas tentang self reward, mulai dari pengertian dan pentingnya self reward, kesalahan yang sering terjadi, pengaruhnya terhadap kesehatan mental, hingga cara menerapkannya yang benar, semuanya telah kita ulas dengan mendalam.

Self reward adalah alat yang ampuh untuk meningkatkan motivasi, kesehatan mental, dan produktivitas. Dengan menetapkan tujuan yang jelas, memilih reward yang bermakna, dan menyesuaikan sistem reward kita, kita bisa mencapai lebih banyak dan merasa lebih puas dengan pencapaian kita. Ingat, kunci dari self reward adalah keseimbangan dan kesinambungan – memilih reward yang tepat dan menggunakannya dengan bijak.

Tapi, jangan berhenti di sini! Untuk lebih memperdalam pemahaman lo tentang self reward dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, lo bisa menonton video YouTube Satu Persen.

Yuk, klik di sini untuk mengakses video. Video ini akan memberikan wawasan tambahan dan praktis tentang topik self reward yang telah kita bahas. Jangan lupa untuk like, comment, dan subscribe di channel YouTube tersebut agar tidak ketinggalan update terbaru dari kami!

Referensi:

  1. Alexander. (2014). Self-rewards and personal motivation. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0014292114000439
  2. Saunderson, Roy. (2023). Top 10 Mistakes in Designing a Reward Program. https://authenticrecognition.com/top-10-mistakes-in-designing-a-rewards-program/
  3. Rose, Hannah. (2023). Self-Motivation: how to build a reward system for yourself. https://nesslabs.com/self-motivation
  4. Perry, Elyzabeth. (2022). You’ve earned it: Learn About the Benefits of Rewarding Yourself. https://www.betterup.com/blog/reward-yourself
  5. Susan. (2020). Intrinsic Motivation: 4 Steps to Healthier Behavior. https://www.psycom.net/self-care-101/intrinsic-motivation-4-steps-healthier-behavior
Read More